Travelling

Kete' Kesu - Tana Toraja [4]

11/06/2015setapakkecil


Kete Kesu, mendengar nama itu bagian kalian yang sudah pernah ke Toraja pasti berkata kalau tempat ini adalah tempat terlengkap untuk menikmati adat budaya dan keindahan alam khas Toraja. Dan bagi kalian yang belum pernah berkunjung pun Kete Kesu adalah tempat tujuan wajib yang harus kalian kunjungi.



Aku dan Arif memacu motor dengan kecepatan sedang di sore hari itu. Peta ajaib pun kembali kami keluarkan, entah kenapa semenjak aku mengantongi peta kucel ini aku begitu malas melihat smartphone dan membuka maps yang berintegrasi dengan GPS padahal itu menyajikan banyak kemudahan.

Mungkin karena peta kucel ini bergaya old school yang mengingatkan pelajaran geografi saat jaman sekolah dulu makanya aku lebih memilih selalu berpatokan dengan peta kecil ini untuk menjadi pemandu arah selama berkeliling di Tana Toraja.

Begitu menemui patung kerbau di sebuah pertigaan kami mengambil arah ke kiri sesuai dengan apa yang ada di dalam peta. begitu berbelok spanduk spanduk berjejeran menyambut kami, spanduk tersebut bertuliskan jika sedang ada kegiatan festival internasional yang diadakan di kete kesu.

Dan benar saja ketika aku dan arif memasuki area kete kesu, pengunjung tempat ini tampak sangat ramai. Lalu lalang wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara bercampur aduk menjadi satu. Tampak di beberapa sudut tampak banner besar yang bertuliskan “Toraja Internasional Festival”.

Kete Kesu Dari Kejauhan
Beruntung juga kami kesini saat sedang ada festival bertaraf internasional yang menjadi daya tarik wisatawan asing. Kapan lagi bisa melihat festival pariwisata besar seperti ini. Di sudut sudut kete kesu tampak sedang dipersiapkan panggung dan layar lebar untuk puncak acara malam hari nanti.

Melangkah beriringan dengan pengunjung lainnya aku dan arif mulai masuk ke dalam area kete kesu ini. Dari kejauhan tampak rumah tongkonan khas tana toraj berjejer dengan rapi berpadu indah dengan sawah dan perbukitan yang hijau. Sungguh harmoni budaya dan alam yang sangat menarik. Adat istiadat dan budaya yang dijunjung tinggi namun kelestarian alam pun masih tampak terjaga dengan baik.


Tongkonan 

Kete’ Kesu adalah salah satu tujuan wisata paling populer di Toraja. Kete’ Kesu berarti “pusat kegiatan”. Sebutan itu sesuai dengan apa yang bisa ditemui di sana, yaitu adanya perkampungan, tempat kerajinan ukiran, dan kuburan. Pusat kegiatan adalah deretan rumah adat yang disebut “tongkonan”, berasal dari kata “tongkon” yang berarti “duduk bersama-sama”.

Begitu melangkahkan kaki di tengah tangah tongkonan yang berjejer aku pun terpesona dibuatnya. Begitu indahnya rumah khas tana toraja ini, berjejer jejer dengan rapinya dengan atap yang melengkung saling berhadapan.



Tongkonan-tongkonan itu lengkap dengan berbagai ornamen seperti ukiran khas Toraja dan tanduk kerbau yang disusun di muka. Semakin banyak dan semakin tinggi tanduk yang tersusun menandakan semakin tinggi derajat sosial penghuninya


Sedikit kupejamkan mata di tengah keramaian kete kesu ini kemudian aku buka mata kembali dan aku pun tersenyum kecil. Aku sangat bersyukur bisa datang ke tana toraja dan menikmati sajian semua ini. Sebelumnya cerita dan gambar dari tana toraja yang hanya bisa aku nikmati di internet kini bisa aku lihat sendiri di depan mata.

Tepat di ujung tongkonan yang berjejer tampak keriuhan sekumpulan wisatawan yang mengililingi sebuah panggung. Tampaknya panggung itu menjadi pusat dari kegiatan Toraja International Festival.

Toraja International Festival
“Yukk Bro kita kesana, kita lihat yang nyanyi kayaknya cew bule cantik” ajak si Arif

“Dengerin nyanyinya jangan lihat bulenya aja tenggg” sahutkuu.

Mendekat di kerumunan yang memutari panggung ternyata sedang ada hiburan musik reggae dari musisi lokal yang sedang berduet dengan musisi luar negeri. Mereka tampak padu mengiringi musik yang menggugah semangat tersebut.

Tampak para pengunjung pun ikut berdendang terbawa dari alunan musik ceria di sore hari itu. Bule maupun wisatawan lokal pun tampak kompak mengeluarkan alat fotografi masing masing untuk mengabadikan momen tersebut.

Panggung Utama Toraja Festival
Beberapa lagu kami nikmati di depan panggung utama ini namun waktu yang semakin sore memaksa kami untuk segera melangkah lebih jauh mengenal kete kesu ini sebelum malam senja menghilang.

Yang perlu diketahui mengenai kete kesu ini adalah situs budaya yang terlengkap di Tana Toraja. Dibandingkan tempat wisata lainnya seperti londa, lemo yang berbeda disini adalah kita bisa dengan mudah menemui semua adat budaya di Tana Toraja mulai dari deretan rumah tongkonan yang masih asli, situs perayaan kematian, serta tebing tebing pemakaman bisa kita temui semua di Kete Kesu.

Sebuah plang kecil yang menancap bertuliskan “Tempat Pemakaman”. Ya itu tujuan selanjutnya di kete kesu, melangkah sedikit ke belakang dari jejeran tongkonan kita akan langsung menemui komplek pemakaman tebing.

Toko toko penjual aksesoris khas toraja tampak berjejer rapi menjajakan dagangannya. Mulai dari gantungan kunci, kaos, hingga boneka tao tao mini. Suasana disini tampak asri karena di berbagai sudut di tumbuhi dengan pohon pohon bambu.

Pemakaman Kete Kesu
Tebing pemakaman yang tersebar di Tana Toraja memiliki keunikannya sendiri sendiri mulai dari Lemo yang berbentuk tebing tinggi menjulang dan Londa yang berbentuk goa sedangkan di Kete Kesu ini berbentuk tebing juga namun para pengunjung bisa naik hingga ke ujung tebing, terdapat goa juga bagi pengunjung yang ingin memasukinya.

Sama seperti di Londa, di kete kesu ini tengkorak dan tulang belulang tetap berserakan di mana mana. Karena memang umur jenazah yang sudah ratusan tahun dan peti mati yang ada pun sudah lapuk di makan waktu.



“Brooo..brooo tolong fotoin aku di depan peti ini” Pintaku kepada Arif,

“Bolehhh, tapi awas jangan di pegang bisa kesurupan nanti kamu” Timpal Arif cekikikan.

Benar saja apa yang dikatakan Arif, di salah satu tumpukan tengkorak ada satu tulisan ganjil yang di tempelkan. “Jangan dipegang biasa kerasukan”, Ihhh ngeri brooo. Patuhi tulisan itu ya kawan kawan jangan asal selfie dengan tengkorak saja. Bisa bisa kalian digigit tengkorak.

Warning dan Patuhi
Di salah satu sudut tebing terdapat lubang yang dipasang pagar besi kokoh lengkap dengan gembok besarnya. Penasaran yang ada di dalamnya aku pun melongok ke dalam. Ohhh ternyata ini sebuah tempat dimana kumpulan Tao Tao berada.

Si Arif pun kemudian berujar kalau sering melihat tao tao wanita tua itu di layar kaca. Namun memang Tao Tao si Nenek ini sangat sering beredar di dunia maya. Siapakah dia? Aku tak tahu, makanya aku kesini untuk mencari jawabannya namun tetap aku pun tak tahu siapa dia. Bingung ya bacanya J.


Tulang Belulang Berserakan
Melangkahkan kaki kembali yang kami lihat kembali tengkorak, tulang, dan peti disekitar tebing batu. Yaa inilah Tana Toraja tempat dimana masyarakat setempat masih menjunjung tinggi adat istiadat yang dipadukan dengan alam. Inilah sisi indah dari Tana Toraja itu sendiri yang tak bakal kita temukan di tempat lain.

Jadi tunggu apa lagi rubah uang di dompetmu menjadi tiket sekarang juga.


Salam Travelling.


Cerita Sebelumnya

You Might Also Like

0 komentar

Followers

Contact Form