featured
Mountaineering
Pukul 5 pagi matahari untuk
pertama kali mulai menampakkan sinarnya. Lembut dan perlahan seiring dengan
laju kapal Ferry yang juga perlahan menerjang Laut Jawa. Sudah 8 jam kapal ini
berlayar dari pelabuhan gresik dengan tujuan Pulau Bawean yang berada di garis
paling luar dari Kabupaten yang berjuluk “Kota Pudak”. Bawean adalah sebuah
gugusan pulau yang berstatus “Cagar Alam” dan mulai digadang gadang menjadi
tujuan wisata utama di Kabupaten Gresik.
Mobil berjalan pelan,
mesin sedikit meraung menandakan jalanan yang semakin menanjak, di beberapa
titik mobil harus terguncang hebat karena jalanan yang mulai rusak, jalanan
yang meliuk pun menuntut konsentrasi tinggi untuk para pengendara. Jam 4 pagi, Jalanan
masih gelap gulita, diluar jendela mobil hanya nampak beberapa titik lampu
rumah penduduk berpendar jauh dibawah sana. Aku mencoba pejamkan mata namun tak
bisa, pikiran ini sudah terbayang akan keindahan tempat diujung perjalanan.
Sudah tak sabar rasanya, untuk melihat keelokan Sang Kelimutu.
Malam telah berlalu, subuh pun beranjak pergi. Tapi kaki ini masih tetap berjingkat jingkat ketika melangkah diatas lantai tanpa alas. Bajawa kali ini sungguh begitu dingin menurutku. Tapi memang Bulan Agustus ini adalah puncak dari musim kemarau yang biasanya suhu pada malam hari akan menyentuh titik terendahnya.
Sekumpulan bocah bocah kecil berlari larian larian mengejar bola yang menggelinding. Sebuah halaman depan rumah mereka sulap menjadi tempat bermain mengasikkan. Wajah wajah ceria nan polos menghiasi wajah mereka. Orang orang tua yang ada disekitar nampak tengah sibuk mempersiapkan sebuah panggung mini dengan beberapa perlengkapan pengeras suara.




