Mountaineering

Gunung Gede (Via G.Putri)

7/02/2013Pradikta Kusuma



Gunung Gede Pangrango yang mempunyai ketinggian Puncak Gede (2956 mdpl) dan Puncak Pangrango (3019 mdpl) secara posisi terletak dalam kawasan 3 daerah yaitu Bogor, Cianjur, Dan Sukabumi. Terdapat tiga jalur pendakian resmi yaitu jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.


Transportasi
Jakarta (Kp.Rambutan) – Ciawi – Cipanas

Estimasi Biaya

Bus Kp.Rambutan – Cipanas  : Rp. 20.000
Angkot Cipanas – G.Putri       : Rp. 10.000
Simaksi (Per Orang)               : Rp.   7.500


Perijinan

Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu gunung di jawa yang cukup ketat dalam pemberian ijin pendakian. Bisa dikatakan salah satu perijinan paling rumit di tanah jawa. Untuk lebih lengkapnya bisa langsung mengunjungi websitenya. Disini


Pos TNGGP


Jalur Pendakian

Dalam catatan kali ini saya akan berbagi pengalaman mendaki Gunung Gede melalui jalur Gunung Putri. Dimana dari berita yang beredar ini merupakan jalur tersingkat untuk menuju Alun Alun Surya kencana dan puncak Gunung Gede. Dan konon kabarnya jalur ini juga cukup menanjak, alami dan mengasah mental para pendaki, oleh karena itu kami yang Beranggotakan 8 Orang (4 wanita dan 4 Pria) ingin membuktikan kebenaran hal tersebut.

Perjalanan kami mulai pada hari jumat dimana kita semua setuju untuk Meeting point di pasar cipanas, dikarenakan kami semua dari kota yang berbeda beda. Setelah beradu sekian jam kami tim pria yang beranggotakan Saya, Rendy, Afrizal, Fahmi akhirnya tiba di pasar cipanas pukul 01.30 dini hari. Kami langsung disambut tim wanita “Ika,Septi, dan Isna yang sudah berwajah ngantuk, dan lelah dan teman perjalanan lain yaitu Darwin dan Diana. Tak membuang waktu kami langsung tancap gas dengan angkot carteran untuk menuju Pos Gunung Putri.

Jam menunjukkan pukul 02.15 kami telah tiba ujung jalan dan angkot pun harus berhenti. Disinilah kami harus turun dan segera menuju GPO, pos pemeriksaan awal pendakian. Rencana awal kita akan memulai perjalanan tepat pukul 06.00. kita istirahat sambul tidur tidur kucing sembari menunggu teman perjalanan wanita satu lagi yaitu Udho. Sinar matahari pun muncul menandakan kita harus segera bersiap untuk melakukan perjalanan, dan tak lama senyum khas dari Ibo yang mengantar Udho ke tim kami muncul dibalik jalan setapak. Ibo , Darwin, Diana memang tidak bergabung dalam tim kami melainkan mereka mengikuti lomba kebut gunung yang diadakan hari itu juga.


Pos GPO


Tim Pecel Lele


Tim telah lengkap akhirnya kita melakukan doa dan kita segera melangkahkan kaki. Gunung Gede pagi itu tampak gagah dan indah. Pada awal perjalanan kita melalui jalanan setapak cukup landai membelah kebun sayuran penduduk. 30 menit berjalan akhirya kita masuk pintu rimba, disini jalanan akan langsung menanjak dengan trek batuan yang telah tersusun rapi. 

Trek Awal


Gagah Menantang


Cukup menguras tenaga tapi rimbunnya pohon dan kicauan burung cukup menghibur awal perjalanan kami ini. 60 menit berjalan dari pos kita sampai di pos Leugok Leunca. Istirahat sembari menunggu kawan kawan yang tertinggal di belakang, 15 menit beristirahat kemudian kami lanjutkan langkah kami.

Semangat Sang Kakek


Pos Legok Leunca


Istirahat Dulu


Setelah dari pos Leugok Leunca ini trek akan berubah dari batuan rapi menjadi jalur tanah menanjak diantara akar akar pohon, kita harus berhati hati dikarenakan jalanan yang licin apalagi sewaktu turun hujan. Perlahan demi perlahan kami jejakkan kaki untuk terus bergerak. Rasa lelah bercampur lapar pun segera terasa, tapi jangan khawatir karena sepanjang jalur pendakian ini akan sering sekali kita temui penjaja makanan dan minuman, mereka biasanya standby di pos pos atau tanah datar yang sedikit lapang, tentunya dengan harga yang sedikit mahal.

Mari Melangkah


Trek Pendakian


90 menit dari pos pertama kita akhirnya sampai di pos buntut lutung, kami beristirahat kembali sambil makan siang mie instan yang kami beli dari penjual yang berada di pos ini. Hampir 30 menit kami menghabiskan waktu disini sebelum menerjang tanjakan curam.

Istirahat Kembali


Pos Buntut Lutung


Penjual Makanan


Setelah puas istirahat kami lanjutkan perjalanan, awal trek kami langsung disambut dengan tanjakan curam diantara akar akar pohon. Trek setelah buntut lutung ini benar benar menguras tenaga dan mental, dialur ini kami harus berpegang akar pohon untuk terus melaju serta sering kali dengkul kami beradu dengan muka kami. Dan sedikit terbersit di pikiran ini adalah “De Javu” dari tanjakan gila di Gunung Cikuray. Hampir 90 menit terus berjalan kami sampai di pos Lawang Sekateng. Sekilas ini bukanlah pos pemberhentian dikarenakan berada di tanjakan curam dan hampir seperti jurang kecil di tengah tengah jalur, kami harus ekstra hati hati melewatinya. Beranjak dari lawang sekateng, fisik semakin terkuras dan jalan kami semakin berpola 10 menit berjalan 10 menit istirahat.

Pose Kembali


Menerjang Akar


Tanjakan Tiada Ampun


Tanpa Bonus


Ditengah perjalanan kami pun didahului oleh para pendekar pendekar yang mengikuti Lomba Kebut Gunung. Tim yang pertama mendahului kami adalah tim Ibo, Darwin, Diana, mereka semua berjalan seperti mempunyai paru paru ganda dan otot kaki seperti Ubi Cilembu..hahaha.

Para Pendekar


Sekejap mereka pun hilang meninggalkan kami yang tetap beradu dengan kelelahan, tak berapa lama kami akhirnya melewati Pos Simpang Maleber, sebuah dataran sempit yang bisa digunakan untuk beristirahat. Setelah melewati pos ini trek tanjakan akan semakin berkurang yang menandakan kita segera sampai di Alun Alun Surya Kencana. 30 menit berjalan kami akhirnya sampai di Padang rumput luas diselingi Tumbuhan Edelweiss yang indah, dan inilah Surya Kencana.

Surya Kencana


War Of Love


Ini Edelweissku


Bunga Abadi


Latar Gunung Gede


Edelweiss



Hamparan Edelweiss


Sungguh kami sangat beruntung kami dapat menyaksikan Super Moon atau Bulan Purnama yang terlihat sangat besar pada malam hari di Surya kencana ini, walaupaun ada sedikit kekurangan dimana kamera pocket yang kami bawa tidak dapat sempurna mengabadikan peristiwa Super Moon ini. Tapi biarlah ini akan selalu menjadi kenangan di dalam memori indah kita.

Dalam Kabut


Suasana Surken


Minggu pagi setelah kita melaksanakan sholat subuh berjamaah kami pun bersiap untuk “Summit Attack” menuju puncak gede. Daypack pun siap dengan perbekalan yang ada dan kami pun melangkahkan kaki menuju puncak. Hawa dingin pagi menemani langkah kaki menyusuri sebuah setapak kecil. 60 menit berjalan kami akhirnya kami sampai di ketinggian 2958 mdpl, dan inilah keindahan Puncak Gunung Gede.

Diatas Awan


Sunrise Pagi








Team Summit Attack


Background Pangrango











You Might Also Like

32 komentar

  1. jalurnya keliatan lebih terang,,, duuh, pengen kesana lagi :D salam petualang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalurnya sudah lebar dan sangat jelas, kalau kesana lagi ajak ajak ya :), Salam Petualang.

      Delete
  2. yang suka berpetualang coba taklukkan gunung panderman . buktikan dengan mengikuti FUN HIKING GUNUNG PANDREMAN 1 . 15 Desember 2013 ok kujungi FB , Lembah Arpan

    ReplyDelete
  3. Blog nya bagus!,..
    baca tulisannya jadi pengen ke Gede, sy masih pemula baru 1 x nanjak ke Pangrango.
    jadi rindu nanjak lagi.
    Kalau ada trip boleh lah info2 ^_^.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Ramashita :), ayo mari kapan2 mari ngetrip bareng

      Delete
  4. sepertinya ingin tidur di atas para awan awan itu...

    ReplyDelete
  5. Kalo ada yang mau nanjak lagi untuk pertengahan may contact gua donk... gua mau nanjak tp temen2 gua dah pada nyerah.... maklum dulu gua nanjak ma abang2 gua yang sekarng dah jd babe. Heheh contact gua 081802322862. Salam kenal.

    ReplyDelete
  6. Kalo ada yang mau mendaki g.gede ajak gua yupz... contac gua di 081802322862... trims. By arief

    ReplyDelete
  7. Menarik sekali blognya mas ... rencananya 18 april ini saya dan 6 org teman saya semuanya laki2 insyaAllah akan melanjutkan perjalanan ke gn gede - pangrango ... bisa dibilang saya ini pemula .. pendakian pertama saya ke gn semeru alhamdulillah sudah melewati batas vegetasi walaupun cuma sampe di batu besar ... ini jadi pendakian ke 2 ... apa benar track melalui jalur gn.putri ini seperti kalimati - arcopodo ??? Apa di gn gede ini berdebu seperti semeru ?? Kalau di bulan april bgimana dg curah hujannya ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trek Jalur Putri memang terus menanjak mas sampai di Surya kencana, tapi tidak berdebu seperti di Semeru. Banyak akar pohon melintang. Itu keadaan terakhir kali saya kesana, tapi menurut info saat ini jalur putri telah diperbaiki dan di Cor.

      Delete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalur putri tidak ada sumber air. Air bisa ditemukan setelah di Alun alun Surya Kencana

      Delete
  9. Yang sedang naik gunung Gede, semoga perjalanannya lancar&selamat sampai tujuan. kembali kerumah dengan selamat. Doaku untuk ade ku yang sedang nanjak gunung perdana ke Gunung gede via jalur Gn. Putri. bersama teman-temannya. Hari ini.
    ingin coba nanjak lagi, terakhir tahun 2004 silam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn..selamat menikmati keindahan Gunung Gede :)

      Delete
  10. mas, jika sy tiba di putri pk. 23.00, bisa bermalam dimana? dientry point putri apakah ada barak2 gitu gak kayak mang Idi di cibodas? kalo ada berapa harganya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa bermalam di warung warung sebelum Pos pemeriksaan mas. Disana biasanya terdapat ruangan yang bisa digunakan untuk bermalam.

      Delete
  11. Blog yg bagus, terimakasih infonya bang. Ohiya kalo di GPO itu ada shelter atau warung buat tidur gitu gak seperti di cibodas? Dan kira2 jika saya membawa teman teman saya yg wanita apakah tidak terlalu berbahaya jalurnya? Terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum pos GPO ada beberapa warung yang bisa digunakan untuk bermalam mas, tapi tidak sebanyak di Cibodas. Untuk jalur sendiri sudah sangat jelas dan aman sampai puncak gede.

      Delete
  12. blognya bagus, ada di urutan pertama pencarian juga.
    insyaallah malam ini saya dan rombongan rencana mau ke gede,
    mohon doa biar lancar.

    mampir juga di blog saya ya.
    Blogger: Gunung Cikurai 2818 mdpl - Ikhtisar
    https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5905044535667113535#overview/src=dashboard

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga lancar ya mbak, dan segera meluncur ke blog punya mbak Hikma :)

      Delete
  13. MasBro??? apa bener di jalur ini banyak yang jual Nasi?? trims..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mas. Sepanjang jalur sampe puncak banyak penjual nasi uduk.

      Delete
  14. Saya beserta teman2 saya yg berjumlah 3orang 1perempuan dan 2pria akan melakuakn. Pendakian kegunung gede pada tanggal 4april 2015 yang ingin bergabung atau meramaikan bisa hubungi contact person saya 082312652530 . Salam pendaki

    ReplyDelete
  15. Hallo Mas Pradikta,

    Mau tanya untuk rute dari cipanas ke basecamp Gunung Putri itu jalan nya bagus atau rusak parah atau rusak tapi masih bisa buat di lewati mobil pribadi ?

    Soalnya saya baru mau kesana pertama kali dalam waktu dekat dengan membawa mobil pribadi, kalau misal nya rusak parah mau carter angkot aja rencana nya :)

    Thanks buat reply nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalannya sebagian rusak mas, lebih baik carter angkot aja..lagian juga gak ada tempat parkir dekat basecamp

      Delete
  16. mas untuk penginapan di warung warung gitu bayar apa gak yaa ?
    kalo bayar berapa duit yaa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gratis mas, tinggal beli jajanan di warung saja. Para pemilik warung banyak yang menyediakan tempat istirahat untuk menarik para pendaki singgah di warungnya mas.

      Delete
  17. dulu pernah nih naik ke gunung gede tahun 2013 kayanya kalo gak salah. enak ya SIMAKSI nya masih murmer banget.

    btw saya nulis juga loh tentang pendakian gunung gede pangrango, jangan lupa mampir ya? di koreksi jika ada kesalahan info dalam tulisan

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Contact Form