Mountaineering

Gunung Lawu (Cemoro Sewu)

4/26/2013Pradikta Kusuma


Gunung Lawu yang mempunyai ketinggian 3256 mdpl berada di wilayah perbatasan antara Jawa Timur (Magetan) dan Jawa Tengah (Karanganyar). Bagi masyarakat Jawa, Gunung Lawu adalah tempat yang paling dikramatkan. Banyak petilasan dan makam makam peninggalan kerajaan Majapahit, bahkan sampai sekarang Gunung Lawu merupakan tempat yang tak terpisahkan secara spiritual bagi Keratonan Solo. Di sisi lain gunung ini terkenal akan suhu dinginnya lebih dingin diantara gunung gunung lain di jawa dan terdapatnya bunga Edelweiss berwarna ungu jika kita beruntung menemukannya.Kali ini kami akan membahas catatan perjalanan yang melewati jalur Cemoro Sewu.

Transportasi

Surabaya – Madiun – Maospati – Magetan – Cemoro Sewu

Estimasi Biaya

Bis Surabaya – Maospati      : Rp. 20.000
Maospati – Magetan             : Tentative (Penulis menggunakan kendaraan pribadi)
Magetan – Cemoro sewu      : Tentative (Penulis menggunakan kendaraan pribadi)
Tiket Masuk                         : Rp. 5000

Perijinan

Tidak perlu perijinan khusus jika kita ingin mendaki Gunung Lawu. Para pendaki hanya perlu membayar biaya retribusi tiket masuk kawasan sebesar Rp. 5000. Untuk para pendaki ada beberapa pantangan dalam mendaki, informasi ini sudah tertera jelas di samping pintu masuk jalur pendakian. Diharapkan semua pendaki memperhatikan ini agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Larangan Bagi Pendaki

Gerbang Cemoro Sewu

Estimasi Waktu Pendakian

·         Jalur Cemoro Sewu 6 – 7 Jam
·         Jalur Cemoro Kandang 8 – 9 Jam

Jalur Pendakian

Peta Jalur Pendakian

Pendakian

Setelah membayar tiket masuk jalur pendakian, jalur masih cukup landai dengan batuan yang telah tertata dengan rapi, jalanan seperti ini akan kita temui sepanjang jalur pendakian sampai kita tiba di daerah Sendang Drajat. Hutan pinus cukup lebat menemani perjalanan awal, setelah berjalan 60 menit kita akan melintasi ladang penduduk dengan tanaman berbagai macam sayuran.

Jalur Awal


Ladang Penduduk

Jalur pendakian sedikit demi sedikit akan semakin menanjak seiring kita memasuki kawasan hutan. Berjalan kembali kurang lebih 60 menit kita bertemu dengan pos 1. Disini terdapat warung yang menyediakan kebutuhan makanan para pendaki. Disinilah keunikan dari gunung lawu kita tidak perlu membawa banyak logistik karena banyaknya terdapat warung sepanjang jalur, dan yang paling terkenal adalah Warung Mbok Yem di ketinggian 3100 mdpl.

Pos 1


Warung Di Pos 1

Beranjak dari pos 1 jalur menanjak curam telah menanti kita. Jalur cemoro sewu ini memang cukup berat, jalur berupa tangga tangga batu. Perlahan lahan berjalan kita akan sampai di  pos Watu Jago.

Setapak Kecil

Background Lawu


Watu Jago

Berjalan kembali sekitar 90 menit kita akan sampai di pos 2. Dataran cukup lebar bisa untuk mendirikan tenda dan bermalam tetapi tidak terdapat mata air di pos ini.

Pos 2

Selepas pos 2 jalanan akan semakin menanjak dengan kemiringan yang cukup curam, disini fisik dan kaki benar benar diuji. Berjalan sekitar 60 menit kita akan menjumpai pos 3.

Pos 3


Suasana Pos 3

Selepas kawasan pos 3, jalanan semakin menjadi jadi dengan tanjakannya, menurut kami ini adalah jalur terberat di jalur cemoro sewu ini.

Menanjak

Jalur Pendakian

Perlahan lahan berjalan kita akan keluar dari lingkupan hutan yang menandakan kita akan segera sampai di sendang drajat. Pemandangan lepas nan indah, awan bergulung di bawah kaki kita, kota kota bak mainan kecil di hadapan megah semesta raya.

Gumpalan Awan

Di Atas Awan

Sunset 
Pos sendang drajat adalah salah satu yang bisa kita jadikan tempat untuk mendirikan dan bermalam. Disini terdapat mata air, warung, sebuah goa buatan kecil, dan toilet walaupun dengan keadaan kotor dan tidak terawat.

Sendang Drajat


Petilasan Sendang Drajat


Goa Buatan


Sinar Mentari Pagi


Pagi Di Lereng Lawu


Bermalam di sendang drajat kita dapat melanjutkan perjalanan menuju puncak lawu. Berjalan kurang lebih 60 menit kita akan segera sampai di puncak lawu atau Hargo Dumilah. Ada beberapa jalur untuk menuju Hargo Dumilah, kami melewati jalur sisi barat. Jalur cukup curam dengan kiri kanan pohon cantigi dengan selingan indah bunga edelweiss.

Perjalanan Ke Puncak

Summit Attack


Foto Keluarga


Menanjak Terus



Puncak Lawu atau Hargo Dumilah dengan ditandai dengan sebuah tugu, disini kita dapat menikmati pemandangan indah. Awan bergulung di bawah bagaikan samudra, gunung wilis & arjuna terlihat di sisi timur. Gunung Merapi & Merbabu tampak gagah di sisi barat.

Hargo Dumilah

Lautan Awan

Salam Dari 3256 mdpl


View Puncak Hargo Dumiling

Turun dari puncak kita dapat kembali menjelajah kawasan lawu. Tujuan kedua kami adalah pasar setan, konon bagi orang jawa tempat ini adalah tempat pusat kegiatan makhluk halus dan terdapat petilasan yang biasa digunakan untuk bersemedi. Tempat ini memiliki aura mistis didukung dengan kabut, suhu dingin, dan sepinya keadaan. Keadaan di tempat ini penuh dengan tumpukan batu batu  yang telah tersusun rapi menyerupai tempat tempat berjualan.

Perjalanan Menuju Pasar Setan


Pasar Setan


View Pasar Setan


Tujuan selanjutnya adalah Hargo Dalem. Dari pasar setan kita potong kompas dengan menyusuri padang rumput yang menurun kemudian kembali menanjak hebat. Kita akan segera sampai di Hargo Dalem. Sebuah petilasan dan makam peninggalan dari Prabu Brawijaya (Raja Kerajaan Majapahit). Konon disinilah tempat Prabu Brawijaya "Muksa", Menghilang dengan seluruh jasadnya. 

Potong Kompas




Gerbang Masuk Petilasan


Petilasan Prabu Brawijaya





You Might Also Like

13 komentar

  1. Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    ReplyDelete
  2. Mas kq warunge mbok yem g di foto?jdi penasaran kie?tpi salut bt mas n tmen2ne bkin penasaran n pengent ket4 itu,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto mbok yem kehapus mbak, jadi tidak dapat saya tampilkan

      Delete
  3. Replies
    1. Pengalaman pendakian ke gunung Lawu memang asyiiik dimana terakhir saya ke Hargo Dumilah puncak lawu on 19 May 2014, dimana alamnya masih terjaga, banyak situs bersejarah yang bias dikunjungi dan bias menikmati culinary selama pendakian dari post #02, di Hargo Dumilah waroeng mbok Yem dengan menu nasi pecel + telor ceplok. Dan waktu tiba kembali di Cemoro Sewu sebelum pulang bias menikamati sate Kelinci ketika kita laper.........mantap benar benar mantap.
      Wassalam,
      ONY TJAHJONO
      Doha, State of Qatar

      Delete
    2. Memang banyak sekali pesona yang kita dapat saat mendaki Gunung Lawu ini. Memang mantap gunung satu ini. Terima kasih sudah mampir :)

      Delete
    3. Ada sedikit ceritera di waktu pendakian on Mei 2014, kita mau enggak mau harus membawa perlengkapan sangat lengkap krn kondisinya hamper tiap hari hujan dan juga membawa anak anak yang sangat perlu protection di saat darurat ( cuaca hujan, temperature sangat dingin dll ) sehingga waktu pendakian karena beban yg dibawa cukup berat maka merasakan begitu beratnya tanjakan gunung Lawu via Cemoro Sewu yg boleh dibilang tanjakan neraka,. tapi hasilnya anak anak tidak kedinginan diwaktu temperature yg sangat dingin waktu itu. Maka dari itu keperluan standard untuk pendakian perlu harus dipenuhi dahulu sebelum pendakian, sehingga alam yang indah di gunung Lawu bias kita nikmati dan disamping itu kita jangan melupakan untuk memenuhi segala persyaratan untuk melakukan pendakian sehingga kita semua berakhir dengan rasa senang.

      Wassalam,

      ONY TJAHJONO
      Doha, State of Qatar

      Delete
    4. Setuju dengan mas ony, memang perlengkapan dasar dan pengetahuan akan mendaki gunung mutlak diperlukan. Karena mendaki gunung ini bukan kegiatan berwisata dan ini kegiatan yang penuh resiko di dalamnya. Kalau saya perhatikan sekarang ini banyak sekali orang orang mendaki gunung hanya untuk mengikuti style dan kurangnya pengetahuan mereka. Akhir akhir ini pun banyak berita pendaki tentang kematian, hilang, dll.

      Delete
    5. Dengan keunggulan keunggulan gunung Lawu seperti alam yg masih terjaga, banyal obyek bersejarah ( situs purbakala ) dan apalagi terdapat culinary dengan makanan khas Indonesianya memang membuat saya yg biasa di Luar Negeri terkesan banget.
      Dan semoga dengan makin ditingkatnya kesadaran untuk menjaga kebersihan, maka insyaa gunung Lawu kedepannya akan dipandang sebagai salah satu International tourist object untuk aktifitas pendakian gunung di Indonesia yang bias dibanggakan.
      Wassalam,
      ONY TJAHJONO
      Doham State of Qatar

      Delete
  4. Assalamualaikum kak...selamat malam kak...kak permisi,kak saya lagi cari temen temen untuk bareng naik ke gunung Lawu ...kak kalau saya ajak kakak naik ke gunung lawu bisa kak? saya berharap kakak berkenan atau mau untuk ikut naik ke gunung lawu kak...matur suwun kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam... belum ada rencana ke Gunung lawu dekat dekat ini mbak, mungkin berminat untuk ke gunung lainnya saja..hehe

      Delete

Google+ Followers

Followers

Contact Form