Mountaineering

Sejuta Keindahan Yang Tersimpan Di Gunung Prau

11/21/2013Pradikta Kusuma


Gunung Prau adalah sebuah gunung yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng tepat di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung yang mempunyai ketinggian 2565 mdpl ini kerap dipandang sebelah mata oleh para pendaki, karena tingginya yang tidak seberapa, namanya pun seakan hilang tertelan dengan nama besar Sindoro Sumbing yang berdiri gagah tak jauh dari gunung prau ini. Dan nama Gunung Sikunir lebih dikenal para kalangan wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi dieng dan ingin menikmati matahari terbit yang konon katanya adalah Golden Sunrise. Tapi Gunung Prau memiliki semua yang tak dimiliki Sikunir dan tempat lainnya di dataran tinggi Dieng.

Tulisan saya kali ini adalah kelanjutan cerita dari Mengejar Matahari Hingga Ke Dieng Plateu. Yahh, memang Gunung Prau ini adalah tujuan utama kami sebelumnya, tapi demi efisiensi waktu dan rugi juga kita tidak menjelajah dataran diengnya sendiri, cerita lengkap kami menjelajah dieng bisa dibaca DISINI. Ataupun jika kalian malas membaca tulisan saya yang carut marut ini bisa lansung menonton video pendek perjalanan kami DISINI atau bisa juga dengan langsung klik video dibawah ini.



Setelah kita hampir sehari mengelilingi dieng mulai dari kawah sikidang, candi arjuna, telaga warna dll, jarum jam ditangan pun semakin miring ke kanan menunjukkan sore akan segera tiba. Oleh karena itu kami segera berbegas menuju tujuan utama kami yaitu Gunung Prau. Kamipun terlebih dahulu harus mendaftarkan diri ke basecamp dan jalur yang kita lalui adalah melalui patak banteng untuk lebih menyingkat waktu walaupun nanti trek tiada bonus. Untuk menuju basecamp dapat dicapai menggunakan minibus dari terminal mendolo dan turun di Kantor lurah Patak Banteng yang merangkap menjadi basecamp pendakian. Plang nama basecamp pun sangat jelas, disini kita diwajibkan untuk mendaftarkan diri dan membayar retribusi pendakian sebesar 3000 per orang.

Bersiap Di Base Camp Desa Patak Banteng


Trek Pendakian Gunung Prau (Sumber)

Setelah bersiap siap dan tak membuang waktu lagi karena hari semakin sore karena sesuai rencana kami harus sampai puncak sebelum malam menjelang. Sebelum berangkat kamipun melakukan doa agar diperjalanan kami diberi kekuatan dan kelancaran. Bebas Poliooo..woyoooo.. Teriakan kami pun membahana itu petunjuk kaki kita akan segera melangkah. Para penjaga basecamp pada awalnya mengantar kita sampai di ujung perkampungan untuk menunjukkan arah pendakian yang benar. Dari pos basecamp hingga melewati desa patak banteng, jalan sudah mulai menanjak tanpa ampun. Sungguh pemanasan yang luar biasa, nafas kita pun sudah mulai berburu dengan detak jantung.

Langkah Langkah Awal
Desa Patak Banteng Dari Atas
Sampai di ujung desa kamipun harus berjalan sendiri tanpa bantuan dari penjaga basecamp, tapi tenang saja semua trek sangat jelas dan lengkap dengan penunjuk arah. Awal mula trek mengikuti jalanan berbatu membelah perkebunan warga, dengan jalanan yang tetap miring tanpa tanah datar sedikitpun. Sampai diujung jalan berbatu kita harus mengambil jalur ke kiri menanjak dan diantara perkebunan warga. Dari sini trek menjadi jalur tanah sempit, berdebu, dan tetap menanjak hebat.

Menembus Ladang Sayur
Langkah demi langkah menahan beban tas di pundak kami, kaki yang semakin berat, dan akirnya kami sering sekali beristirahat sepanjang jalur pendakian. Tak apalah karena nama tim kami sendiri telah merefleksikan fisik kita yang lemah..haha.. Pecel Lele “Pendaki cepat lelah, lemes, letoy” Nama yang absurd dan sangat aneh. Alon alon asal klakon, itulah motto saya setiap mendaki gunung, puncak bukanlah tujuan utama tapi bagaimana kita menikmati setiap jengkal perjalanan kita.

Flora Sepanjang Trek
60 menit pun berlalu kamipun sampai di pos 2, pos yang ditunjukkan dengan Plang nama yang menempel di pohon. Dari pos 2 ini kita dapat menikmati desa patak banteng dari ketinggian. Rumah rumah tampak kecil bak sebuah maket kecil dari mahasiswa Arsitek..haha.. memang manusia kecil di hadapan alam apalagi di hadapan sang pencipta alam, dari kejauhan juga terlihat telaga warna yang sangat elok. Disini pun kami melepas lelah terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Pos 2
Selepas pos 2 tanjakan semakin hebat dan tanpa ampun, jelas ini diluar perkiraan saya, karena menurut info yang selama ini say abaca di google tidak seperti ini. Kalau menurut saya trek ini merupakan de Javu dari trek pendakian Gunung Gede via jalur gunung putri. Hampir 2 jam telah berlalu kamipun mendapati pemandangan jalur yang membelah bukit secara vertikal. Dan menurut orientasi saya ini adalah bukit terakhir sebelum kami mencapai Camp Zone di puncak. Sebelum menerjangnya kami pun bernarsis ria terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa lelah. 

Oke setelah dirasa istrihat dan narsis cukup, tekat pun kami naikkan dan menerjang jalur super terjal ini. Lima langkah berhenti itulah kedaaan kami di jalur yang terakhir ini. Kabut pun mulai merangkul tubuh, mau tak mau kami harus segera cepat agar kami tak semakin kedinginan serta kemungkinan terburuknya hujan akan turun. Hampir 45 menit kami naik akhirnya jalanan datar, dengan setapak kecil membelah taman bunga. Entah bunga apa namanya, bukan edelweiss ataupun lavender. Merah, putih, kuning, sejauh mata memandang seakan bunga ini penuh menutupi warna tanah yang hitam.

Taman Bunga

Warna Warni

Siluet Sore
Mentari yang semakin condong semakin membuat taman bunga ini, siluet sileut sinarnya pun membuat perasaan damai dan tenang. Sekitar 100 meter berjalan kembali kita telah sampai di camp zone. Kamipun segera membuka tenda di tempat yang paling nyaman, tapi sayang pemandangan gunung sindoro sumbing yang selama ini saya biasanya saya lihat di google itu tertutup kabut pekat. Dalam hati saya berdoa agar kabut ini segera tersapu angin, dan tak lama setelah itu, Alhamdulillah kabut benar benar pergi dan pemandangan sore yang menakjubkan terhampar di depan mata. Gunung Sindoro tampak gagah menyapa sebuah sore yang indah ini, dan dibelakang tampak Gunung Sindoro yang masih malu malu menampakkan puncaknya. Awan awan berarak lembut di bawah, Kalimat kecil terucap dari mulut saya. Sungguh Negeri yang indah, aku cinta sekali akan negeri ini.

Wonderfull Indonesia
Negeri Sejuta Senja

Lama sekali memandang pemandangan yang menakjubkan ini, namun perlahan lahan sinar matahari sore telah menghilang. Tak ingin rasanya beranjak dari tempat ini, tapi apa daya suhu yang semakin menurun memaksa saya segera kembali ke tenda yang terpasang rapi. Ritual malam pun kami lakukan, membuat api unggun sambil memandang teman teman wanita sedang asik memasak. Malam itu cuaca benar benar cerah, bintang bintang pun dengan cerianya menampakkan sinarnya. Tak ingin kehilangan momen saya pun memasang Tripod dan kamera, karena malam pun menyimpan sejuta keindahan yang perlu kita abadikan. Berikut beberepa momen momen indah yang berhasil saya abadikan.

Tak Selamanya Malam Itu Menakutkan
Malam Yang Indah

Sindoro Sumbing Pun Tersenyum
Minggu pagi terdengar keramaian di luar tenda kami. Teriakan sunrise..sunrise.. langsung membuat mata saya terbuka, karena pagi memang sebuah momen yang tidak sepatutnya kita tinggalkan. Saya pun segera bangun dan mengambil kamera, sambil sedikit berteriak membangunkan teman teman lainnya. Setelah kami 11 berkumpul kamipun bersama sama mencari spot terbaik untuk menikmati matahari terbit. Sekali lagi saya dihadapkan dengan sebuah momen pagi yang menakjubkan, Kali ini Gunung Sindoro dan Sumbing benar benar menampakkan wujudnya dari bawah hingga puncak. Awan awan lembut bak permadani yang terhampar  di langit yang luas, sinar hangat matahari pagi merasuk ke dalam kulit kami yang kedinginan. Sungguh pagi yang  indah.


Lautan Awan Pagi Itu
Golden Sunrise
Setelah puas menikmati matahari pagi saya pun mencoba sedikit menjelajah bukit disamping tempat kita mendirikan tenda. Dibukit sebelah barat ini terdapat pemandangan yang tak kalah indah, tampak dari kejauhan dataran dieng, telaga warna, kawah sikidang.

Pemandangan Sisi Barat

Telaga Warna & Kawah Sikidang Dari Ketinggian

Setelah masak dan makan pagi kita pun segera beres beres dan kembali turun karena tiket bis sudah ditangan dan sore hari kita harus segera sampai di terminal mendolo. Untuk perjalanan turun kami mengambil jalan yang berbeda dengan naik kemarin. Kami berencana turun via dieng kulon. Dari camp zone kita harus mengambil jalan setapak yang membelah bukit yang katanya ini bukit teletubbies yang berwarna hijau sama seperti di Film film teletubbies yang sering saya tonton pada waktu kecil dulu. Sayangnya pada saat kami berkunjung rumput rumput disini sedang kering, pada saat kami lalui pun udara sangat panas dan menyengat. Jarang ada pepohonan besar di padang rumput ini. Jangan kuatir tersesat karena setapak kecil di jalur ini sangat jelas. jalur naik turun bukit, mungkin ini semacam bukit penyesalan ya..ha..ha. karena setelah kita turun bukit kita harus nanjak lagi mungkin ada 3 -4 bukit naik turun, dan yang paling berat adalah sebelum mencapi puncak repeater.

Bukit Teletubbies Sedang Kecoklatan


Selalu Tegar Melawan Tantangan Alam
Di puncak repeater terdapat menara repeater radio yang dibangun pemerintah jawa tengah. Dari sini trek akan terus menurun di tengah tengah hutan yang rindang. Namun persiapkan mesker karena jalanan sangat berdebu terutama pada musim kemarau, atau malah menjadi jalanan yang berlumpur dan licin jika musim hujan. Berjalan kurang lebih 60 menit dari repeater desa dieng kulon akan segera menyambut. Maka perjalanan kita akan segera berakhir. Gunung prau sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi tapi menyimpan keindahan yang tidak tertandingi.

Puncak  Repeater Dari Jauh
Desa Dieng Kulon
Mungkin sedikit tulisan ini bisa menjadi referensi bagi para pembaca sebelum mengunjungi gunung prau, Dan dibawah terdapat video pendek perjalanan kami. ada sedikit pesan saya jika mengunjungi gunung prau ataupun gunung gunung lainnya kita tetap menjaga kelestarian alam, menjaga kebersihan agar keindahannya tak akan pernah pudar. Sekian, terima kasih.


You Might Also Like

135 komentar

  1. Di sisi kab Batang anda bs menikmati air terjun 3 tingkat so wonderfull

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya apa ya?? bisa dijadikan rekomendasi kalau sedang mengunjungi kab batang

      Delete
  2. paling suka foto yang 'pemandangan sisi barat' :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi sisi barat juga memprihatinkan menurutku isti, bukit bukit sudah gundul berubah menjadi ladang sayur semua :(

      Delete
  3. bagus banget ya pemandangannya, paling seneg aku kalo liburan ke gunung, o iya kalo mo tau info Discount Pulau Seribu, Bidadari, Pantara, Kotok, Putri, Ayer, Sepa, Jl. Lodan Timur 7, Marina Ancol, Jakarta Telp : 02168274005 / 08159977449.

    ReplyDelete
  4. Subhanallah!!!!!!!!!!!!!!!!!! Keren bgt Mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo bawa kendaraan roda empat tempat penetapan nya dmn ya??

      Delete
  5. Replies
    1. Loh kemarin ndak ikut yo mas ? #ehmap :D

      Delete
    2. Ahh..udah pernah, gunung lain aja yuk :p

      Delete
  6. Nice story.... Tanks infox.....!

    ReplyDelete
  7. salam lestari , bagus-bagus fotonya, smoga gunung prau tetap lestari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. Semoga para pendaki selalu mendaki gunung secara bijaksana

      Delete
  8. Nice Pict gan,, rencana ane mau kesana January besok mudah2an gak ada kendala... Salam Lestari

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Seneng ngliat poto2na, nice pict gan... ^^b btw ada sumber airna ga n dsblh mn gan? Insyaallah rcna akhir thn mo blibur ksna nih.. mohon advicenya, newbie nih.. hehe... arigatou :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diatas tidak ada sumber air mbak, semua persediaan harus dibawa dari desa terakhir Patak banteng atau dieng kulon :)

      Delete
  11. thanks gan infonya, besok tahun baru aku juga mau muncak ke gnung prau. Smga lancar. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama mas :), semoga lancar pendakiannya. Jangan lupa bawa sampahnya turun :)

      Delete
  12. ok browwwwww, jaga kelestarian alam,

    ReplyDelete
  13. Pecel Lele...b'arti sama Om Al juga ya bang

    ReplyDelete
  14. kemaren tgl 22 jg baru dr Prau...tp sayang ga dpt sunrise,cz dr mulai naek jam 18.30 ane dah di guyur ujan...eeh pas sktar jam 2-5 subuh ada baday di puncak Prau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh...sayang sekali mas, silahkan dicoba sekali lagi waktu musim kemarau

      Delete
    2. Waah... sm mas, kmrn kami kena badai jg dr mlm ampe sblm subuh..tpksa smpe repeater aja.. tp alhamdulillah pagi dpt sunrise dr puncak situ... not bad lah, cm beku.. :D

      Delete
  15. foto yang pas malam,,bikin damai kalo liatnya,,ok,,next plan sepeertinya PRAU menantang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan berkunjung mbak, tapi pesan saya mendakilah dengan cara yang bijaksana ya mbak. Jangan pernah tinggalkan sampah disana :)

      Delete
  16. Gunungnya kayak di alam mimpi...tapi kapan ya bisa kesana :3 sibuk :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gunung tak akan pernah lari kemana kok :)

      Delete
  17. good banget malem dapet gambar begitu ,semoga bisa kesana tahun ini :)

    ReplyDelete
  18. klo udah sekali mendaki pasti ketagihan dan semua lelah terbayar sudah ketika di puncak argghhh kangeeen mau naik lagi :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita naik naik gunung :)
      Salam Lestari.

      Delete
  19. subhanallah keren banget :D
    insya Allah akan segera kesana :)

    ReplyDelete
  20. Maret ini InsyaAllah berangkat ke prau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Persiapkan fisik, Semoga lancar pendakiannya :)

      Delete
  21. Udah pasti akan dipersiapkan semunya walau masih ada yg kurang.

    ReplyDelete
  22. mantep banget bang ulasannya, jadi pencerahan banget buat kita yg mau jalan di akhir maret, thanks

    ReplyDelete
  23. nice info juragan..... semacam petunjuk bagi yang mau melakukan perjalanan kesana :)

    ReplyDelete
  24. gila keren banget mas, iitu berarti kalian ga nyewa homestay ya? budgetnya brp mas kesana? thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita Low cost traveller, jadi sebisa mungkin menekan cost :) hehehe. Lebih baik juga camping untuk lebih mendekatkan diri pada alam.

      Delete
  25. mas, ini waktu bulan apa kesana? sama sekali ga ada hujan ya?

    ReplyDelete
  26. mas, ini waktu bulan apa kesana? sama sekali ga ada hujan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bulan oktober 2013 mbak :), sebaiknya musim kemarau jika ingin berkunjung kesana.

      Delete
  27. Bagus banget gaann...
    Udah ngrencanakan mau ke sono tgl 20 besok :)

    ReplyDelete
  28. mas, ini keren abis !
    double keren
    argh berlipat2 keren, jd pengen kesana, catatan perjalannya + foto2nya jg keren,
    jd pengen kesana euy

    ReplyDelete
  29. ijin share mas... Terimakasih.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan lupa tetap ada link ke sumbernya ya mas :)

      Delete
  30. Bismillahitawakaltu'alallah...semoga kesempatan minggu besok ini benar2 bisa sampai sana :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin..semoga cuaca mendukung mbak :)

      Delete
  31. wah nice trip gan , racun nih :)
    oiya kl dr basecamp smpai puncak estimasi waktu brp lama gan?? mending nanjak lwt pathak benteng/dieng gan? rencana mei mw ksana tp dpt info cuaca dsana ujan mulu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari pathak banteng 3 - 4 jam mas, tergantung fisik. Menurut saya lebih enak dari patak panteng karena lebih cepat, tetapi dengan medan yg sangat menanjak.

      Delete
  32. Nice Trip , Nice Artikel .. Mampir juga ya :D
    http://diseberangruangan.blogspot.com/

    ReplyDelete
  33. recomended mas bro coretannya. rencana 30 Mei 2014 mo kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga lancar pendakiannya mbak :)

      Delete
    2. Penjaga bascamp yg nganterin sampai rombongan jalan sendiri itu dibayar mas? Tanpa pemandu penunjuk arah sampai puncak udah jelas mas?

      Delete
    3. gue kemarin habis turun,,, tp sayang... kagak ke gunung prau.....
      BTW arahnya kemane sich dr pertigaan wonosobo???

      Delete
    4. Nganterinnya gratis kok setelah kita registrasi di basecamp, Arah juga sudah jelas dengan setapak kecil. Basecamp patak banteng ada di jalan yg mengarah ke dieng, tepatnya di kantor lurah desa patak banteng.

      Delete
  34. bang di basecamp patak banteng bisa buat tidur gak ?
    klo dari basecamp ke candi jauh gak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa buat bermalam, kalo dari candi lumayan jauh.

      Delete
  35. seruuu banget liat perjalanan kalian!!!! pengen banget naik gunung, tapi ga ada temen sepermainan yang mau naik gunung :( kalian masih mahasiswa kah? kalo boleh tau komunitas pecel lele, komunitas dari univ apa ya? makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kami hanya sekumpulan yang mempunyai hobi sama yaitu travelling yg mempunyai background bermacam macam, ada yg kerja dan mahasiswa. Mari mbak Cindy kalau mau bergabung jalan jalan bareng kita :)

      Delete
    2. Oh gitu toh, sipsip. kapan mau jalan lagi? kalo ada info kabar2i yaaa, ngmg2 aku masih mahasiswi di feui, pradikta udah kerja ya?

      Delete
    3. Siappp mbak cindy, aku udah kerja :)

      Delete
  36. mau tanya dong, perlu booking tdk untuk naik gunung prau? ngecamp itu posisinya dsebelum puncak apa memang sudah dipuncak ngecampnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak perlu booking, hanya perlu registrasi di basecamp. Lokasi camp ada di puncak gunung prau, lahan sangat luas.

      Delete
  37. Kemaren barusan ke dieng tapi gak sempet ke prau, bagus juga ternyata ya, btw nice info, jadi kebelet mau balik lagi kesana :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gunung prau merupakan tempat dengan minat khusus pendakian gunung dengan berbagai resiko di dalamnya. Bukan tempat wisata umum mas

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Iya mas kemaren pas ke dieng cuma sempat ke sindoro sama sikunir aja, gak sempat ke prau juga maksudnya

      Delete
    4. Ayokk berjunjung ke prau mas...cantik pemandangannya

      Delete
  38. trmksh. mas pradikta kusuma, klo suhu disana gmn? rencana tgl 13 juni sy mau kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suhu y pasti dingin mas, standart gunung..hehehe

      Delete
  39. mas pradikta kusuma, kalau dieng plateau dengan patak banteng jaraknya jauh tidak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Deket banget mas, sebelum memasuki desa dieng atau tepatnya sebelum gerbang selamat datang dieng plateu.

      Delete
  40. minta contact person bascamp prau dong via patakbanteng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduhhh g ada mas, langsung aja datang kesana

      Delete
  41. Geren banget !!! Jadi pengen ke sana

    ReplyDelete
  42. broh sorry mau tanya nih. kalo transport dari jakarta(kp. rambutan) ke prau apa aja yaa? mohon pencerahannya broh. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dari Kp.rambutan ada bis malam sinar jaya / pahala kencana tujuan Wonosobo. Tapi tiket harus booking dulu mas, gak bisa on the spot untuk ketersediaan tiket.

      Delete
  43. wokeeeh siap mas. nah kalo dari terminal wonosobo naek apa lagi mas buat sampe basecamp?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik bis di terminal wonosobo jurusan dieng

      Delete
  44. salam kenal mas Pradikta Kusuma. Caper Anda menarik, informatif. Rencana saya sama anak saya, pas mulai libur, besok Jumat (27/6/14) mau ke Prahu. Rencana naik siang, biar dapat sunset dan sunrise besoknya. Mohon info: sekeluarnya dari basecamp, di jalan ada papan petunjuk arah kah? begitu juga di simpangan-simpangan selepas jalan raya, adakah papan petunjuk arah? Dekat situ ada tempat penyewaan aoutdoor gear gak? Saya punya, tapi daripada repot bawa dari yogya kan mending sewa. Terima kasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dari basecamp Patak Banteng biasanya setelah registrasi kita akan diantar petugas melewati rumah penduduk dan menunjukkan jalur yang benar. karena setelah lepas desa jalur sudah sangat jelas dengan jalur setapaknya. Sebaiknya perlengkapan membawa sendiri mas, karena disana tidak ada persewaan alat alat.

      Delete
  45. Kpn kesana lagi Mas???? sekarang dah tambah rame...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya memang semakin ramai dan semoga sampah tidak menggunung disana :(

      Delete
  46. foto nya kereeeeennn (y)..!!! kameranya pasti bagus.. ahahaha :D

    ReplyDelete
  47. thank bang ceritanya. semakin penasaran saya untuk pergi ke sana. insya Allah tgl 31 juli saya berangkat ke sana. semoga cerah cuacanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sippp bang Fathul. Semoga lancar ya dan mohon untuk selalu jaga kebersihan di gunung. Salam Lestari :)

      Delete
  48. waaahh foto malemnya keren, jd membulatkan tekad buat naik 8-10 agustus nanti (insyaallah).
    informatif sekali mas pradikta tulisannya. thxu.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woyooo mas Aal, semoga sukses dan lancar pendakiannya. Salam lestari :)

      Delete
  49. pgn nanya dong, kira kira budget utk ke dieng/gunung prau di kisaran brp ya kalo dari luar kota (Bandung), pgn ke sana jg soalnya hehe, makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 500k udah aman mas, tergantung cara ngegembel kita saja, hehehehe

      Delete
  50. keren2 mas foto2nya...kasih bocoran donk pake camera apa & lensa apa.....hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake kamera dslr biasa aja kok mas :D

      Delete
  51. Mas dipuncak ada sumber air ga? Atau diperjalanannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sumber air tdk ada sama sekali, persediaan terakhir ya di basecamp

      Delete
  52. Wahh...infonya jelas banget, kalo sama dgn jalur Putri berarti udah kebayang deh trek nya gimanaa, tanpa bonus sama sekalii...harus persiapan fisik banget niih
    Tengkyu ya gan, aku baru mau nanjak kesana nanti 17 agustus...

    - Adriana Wayne -

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks gan udah mampir, semoga lancar pendakiannya dan semoga bisa upacara 17an di puncak :)

      Delete
  53. Bang kalo dari patak banteng itu treknya gimana ? "Katanya" bonusnya dikit ya hahah.
    Oh iya kira kira suhu di puncak sampe -0 c gak bang ?
    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Treknya nanjak terus selama 2,5 jam semenjak dari basecamp, kalo suhu mungkin gak sampe 0" bang

      Delete
  54. mantap,,,,,,, siap2 upacara bendera di puncak dieng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga lancar 17 agustusannya, salam lestari

      Delete
  55. kak maaf kalo dari terminal mendolo wonosobo ke dieng desa petak banteng naek apa yaa? biayanya berapa? turunnya dimana kak?
    mohon dibantu ya kak terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa naik bus 3/4 manuju dieng mbak, untuk cerita lengkap coba klik link dibawah :)

      http://www.setapakkecil.com/2013/11/dieng-plateau-mengejar-matahari-ke-desa.html

      Delete
    2. iya kak itu 3/4 menuju dieng nya naek angkot apa aja ya kak? soalnya kita belom pernah kesana kak sebelumnya.
      maaf ya kak tolong dibantu:)

      Delete
    3. Cuman naik sekali aja dari terminal mendolo udah sampe dieng mbak.

      Delete
  56. bro, fotonya pake kamera apa? suasana malamnya kok jelas gitu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake kamera dslr biasa kok mas :)

      Delete
    2. ealah, beda lensa mgkn ya. kmren pdhl dpet view malam hari sama persis kayak di gambar itu bro sayang gak bisa di abadikan :D

      Delete
    3. Pake lensa standar 55 mm aja kok mas, semua dslr lensa standar bisa.. asal kita memahami teknik pengambilan gambar di malam hari :)

      Delete
  57. Gara-gara baca blog ini, aku jd kena racun trus nanjak kesana naik via pathak banteng turun jalur dieng... disana panas banget gan tanpa ada vegetasi hutan, mungkin karena musim panas jadi treknya berdebu parah smp sesak nafas... dan kalo malam dingin banget plus angin nya itu lhooo, takut tendanya terbang saking kencengnya hehehee...mungkin karena kita ngecamp langsung dipuncak gunung yah... so far, mt.prau memang ngga terlalu tinggi tp view nya luarrr biasaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat atas tripnya gan, tapi memang jika musim kemarau di gunung itu pasti lebih dingin dibanding musim penghujan. Jadi kena racun dari blog ini ya? seneng dengernya, tapi ada rasa bersalah juga karena membuat prau semakin sesak.. berharap sih prau tetap bersih dari sampah walaupun saat ini sudah semakin rame.

      Delete
  58. Spesial untuk gunung yang satu ini, abang jangan nyuruh pergi SEKARANG, karena jadwal kesana gue adalah bulan Mei. Sekian bang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mei?? Kelamaan kali, keburu tuh prau berlayar ke laut :p

      Delete
    2. Prau itu mah... ah sudah nggak usah dibahas

      Delete
  59. Klo bawa kendaraan roda empat, tmpt penitipan nya dmn ya?
    Mohon informasinya terimakasih

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Contact Form