Travelling

Jelajah Labengki & Sombori, Indahnya Kebangetan !!

2/27/2019Pradikta Kusuma



“Jika belum mempunyai dana yang cukup untuk pergi ke Raja Ampat coba datang saja dahulu ke Labengki dan Sombori” begitulah kata kata dari beberapa orang yang memang sudah pernah kesana. Tapi apakah benar Labengki seindah dengan Raja Ampat yang tersohor itu? Dari banyaknya foto yang tersebar di linimasa memang Labengki & Sombori mempunyai daya tarik yang luar biasa.

Mendengar omongan dan melihat sebaran foto yang ada hasrat untuk berpetualang kesana pun akhirnya timbul. Dengan ajakan yang massif akhirnya terkumpulah banyak kawan kawan untuk diajak berpetualang sekaligus berbagi biaya, karena memang bepergian ke laut memang membutuhkan biaya yang sedikit lebih banyak dibandingkan bepergian tur darat.

Gerbang awal untuk menuju kepulauan Labengki dan Sombori adalah dari Kota Kendari yang merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebagai Ibukota Provinsi persepsi awal ketika datang disana adalah “Sepi”, jauh sekali kalau dibandingkan dengan Surabaya, atau Makassar sekalipun. Bahkan sopir Grab yang mengantarkan kami ke Pelabuhan pun bilang “Disini hanya ada satu lampu merah, tepat di tengah kota saja”

“Hahh, masa bang?” Semua dari kami yang dimobil tertegun mendengar perkataannya.

Dan benar saja kamipun memperhatikan disepanjang perempatan jalan, memang mayoritas tak ada lampu merahnya. Dan satu lagi yang tak ada di kota ini yaitu kemacetan. Ya sungguh nyaman tinggal di Kota Kendari, tak ada kemacetan, suhu kota yang masih adem, hingga pemandangan kotanya yang aduhai, sungguh melegakan seumpama bisa tinggal lebih lama di Kota Kendari.

Dari Kota Kendari kita diwajibkan untuk berpindah transportasi menggunakan kapal sewaan untuk menuju Kepulauan Labengki dengan jarak tempuh sekitar 3 – 5 jam tergantung kecepatan kapal.

Dan sesampaianya di Labengki dan Sombori ada banyak sekali spot yang wajib didatangi. Nah, inilah beberapa tempat yang aku kunjungi selama berada di sana. Pastikan kamu tidak melewatkan ini saat di sana ya!

1.Pantai Pasir Panjang

Sesuai dengan namanya pantai ini mempunyai pasir yang panjang. Perpaduan deretan pohon kelapa yang berjajar rapi, pasir putihnya yang bersih, dan birunya lautan menjadi sebuah perpaduan yang pastinya akan membuat betah siapa saja yang datang kesini.

Banyak cara untuk menikmati Pantai Pasir Panjang ini mulai dari berjalan jalan santai menyusuri bibir pantai, mendaki bukit karang yang ada untuk menikmati pemandangan dari ketinggian hingga melakukan snorkelling, karena di pantai ini salah satu spot snorkelling terbaik yang ada di Labengki.




Sunyi, sepi,hanya terdengar suara deburan ombak, sekilas burung burung berkicau dan pemandangan yang aduhai menjadikan Pasir Panjang salah satu destinasi terbaik yang ada di Pulau Labengki.

Dan yang pasti jangan lupa untuk menyiapkan kamera terbaikmu, dan asal jepret saja pun jadi, karena alam Pasir Panjang sudah terlalu indah untuk diabadikan dalam bingkai foto.




2. Teluk Cinta & Kimaboe Hill

Salah satu pemandangan ikonik yang banyak tersebar di sosial media adalah Teluk Cinta. Alasan diberikannya nama tersebut memang teluk ini mempunyai bentuk hati “Cinta”. Jika dilihat dari bawah, memang tidak akan terlalu kelihatan jelas bentuk hatinya. Tapi jika dilihat dari atas, maka akan Nampak jelas mirip bentuk hati. Untuk melihat pemandangan indah teluk cinta ini, bisa dengan cara trekking ke atas bukit, atau dengan menggunakan drone.


Teluk Cinta
Dari atas bukit selain kita dapat melihat keindahan Teluk Cinta kita pun dapat melihat pemandangan lain di sebelahnya yang banyak orang sebut “Raja Ampatnya Labengki”. Di depan mata tersebar gugusan pulau karang yang berpadu indah dengan warna laut biru tosca. Dan disini pun aku baru mengakui jika memang Labengki ini mempunyai spot yang sangat indah dan mungkin tak kalah indah dengan Raja Ampat yang tersohor itu.


Kimaboe Hill
Dengan ombaknya yang begitu tenang dan arusnya yang hampir tak ada menjadikan perairan di Teluk Cinta ini juga merupakan spot snorkelling wajib. Untuk keindahan bawah lautnya pun jangan ditanya lagi, karang karangnya masih terjaga baik, dan biota bawah lautnya yang sungguh beragam.

Di sekitar Teluk Cinta ini pun terdapat sebuah cottage mewah dengan fasilitas lengkap bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan Labengki dengan cara yang berbeda.





3. Blue Lagoon

Batu batu karang nan runcing dan tajam menyambut kedatangan kami di Laguna Biru atau biasa disebut “Blue Lagoon” oleh orang orang. Kita wajib ekstra hati hati dalam melangkah di tempat ini. Salah langkah sedikit saja resiko terluka bisa terjadi. Apalagi batu batu karang yang ada sedikit labil kekuatannya, dengan terbukti adanya sebuah batu besar yang patah dan berdentum kencang ketika jatuh ke dalam lautan.




Tetapi dibalik perjuangan untuk mencapainya terdapat sebuah danau tersembunyi nan indah dan sangat mempesona. Siapa saja yang datang akan dibuat berdecak kagum. Salah satu lagi surga tersembunyi yang ada di Labengki.

Kegiatan seru yang dapat kita lakukan disini adalah melompat dari sebuah batu karang yang ada tepat di tengah danau. Tak sembarang orang memang bisa memanjat batu ini karena terjalnya bebatuan. Tapi jika kita bisa sampai diatasnya dan melompat rasanya sungguh sangat keren!!




4.Pulau Labengki Kecil

Selain menikmati keindahan spot spot yang ada di Pulau Labengki, kamu juga bisa berkunjung dan melihat kehidupan warga Asli Suku Bajo. Terdapat 100an kepala keluarga yang tinggal di Pulau Labengki kecil ini. Untuk yang datang dengan cara hemat atau backpacker datang ke pulau ini mungkin suatu hal yang wajib karena hanya disini terdapat banyak rumah rumah warga asli yang disulap menjadi homestay dengan biaya yang cukup murah. Untuk urusan makan pun tak jadi masalah di homestay ini pun para “mama” akan siap sedia membuat masakan yang menggugah selera bagi para penghuni homestay.




5.Goa Kolam Renang

Tak begitu jauh dari pemukiman warga ada sebuah Goa yang terisi air di dalamnya. Warga sekitar menyebutnya Goa Kolam Renang karena memang goa ini biasa untuk berenang para wisatawan. Tak ada tiket masuk sebenarnya hanya saja iuran sukarela untuk penjaga disini dan untuk biaya diesel yang akan menyalakan lampu di dalam goa, karena memang tanpa lampu goa ini akan sangat gelap. Seperti keadaan pada saat kami kesana. Bapak penjaga tidak ada di tempat alhasil kami berenang di dalam goa dalam keadaan super gelap dan hanya berbekal headlamp saja. Foto di dalam pun akhirnya tak punya sama sekali karena penerangan yang kurang.


Sumber Foto: Yukepo.com

6. Puncak Kayangan

Untuk spot satu ini sudah masuk dalam Kawasan Sombori. Walaupun hanya berjarak 1,5 jam saja menaiki kapal dari Labengki, Sombori ini notabene sudah masuk dalam provinsi Sulawesi Tengah. Untuk setiap orang yang datang ke Labengki dapat dipastikan kalau mereka pasti datang ke Sombori juga.




Salah satu destinasi wajib di Sombori adalah Puncak Kayangan. Sebuah tempat yang digaung gaungkan mempunyai pemandangan yang mirip dengan Raja Ampat di Papua sana. Karena memang di Puncak Kayangan ini kita dapat melihat secara jelas pulau pulau karang yang tersebar di perairan Sombori ini, diantara pulau karang ini pun banyak membentuk laguna dangkal nan indah. Sungguh sebuah tempat yang sempurna, dan mungkin dahulu Tuhan menciptakan Labengki dan Sombori dengan tersenyum gumam dalam hati.

Namun butuh sedikit perjuangan untuk mencapai Puncak Kayangan ini, kita harus rela mendaki bukit berbatu. Terjal memang namun semua akan terbalas dengan keindahan yang Puncak Kayangan tawarkan.

View sisi lain dari Puncak Kayangan

7. Rumah Nenek

Dinamai rumah nenek karena memang dihuni seorang diri oleh nenek-nenek. Dan karena rumah sang nenek ini mempunyai halaman yang luar biasa indah tak heran setiap orang yang datang ke Sombori dapat dipastikan selalu mampir kerumah nenek. Kita disana dapat berinteraksi dengan nenek. Dan menurut penuturan sang nenek dia sudah tinggal dirumah ini sejak 17 tahun yang lalu. Nenek pun memberikan suguhan “Pisang Dempo” bagi para pengunjung dengan rasanya yang manis dan sedikit kering. Jangan lupa berikan donasi sukarela untuk nenek ya.


Kami bersama Nenek Nandong
Tujuan kami datang kerumah nenek ini juga untuk bisa berpose di depan halaman rumah nenek dengan latar perbukitan hijau tinggi menjulang berpadu dengan air laut yang begitu jernih, sungguh menakjubkan.

Mempunyai air sebening Kristal menjadikan siapa saja seakan ingin untuk menceburkan diri namun menurut penuturan nenek perairan disekitar rumahnya ini cukup berbahaya untuk digunakan untuk berenang karena banyaknya palung yang begitu dalam ditambah bumbu bumbu cerita mistis didalamnya. Dan akhirnya setelah mendengar cerita nyali pun ciut, cukup memandangi keindahannya saja tak perlu menyelaminya.



***

Walaupun cukup banyak destinasi yang kami kunjungi saat itu namun rasanya masih kurang puas karena pada saat itu (Bulan Mei) Curah hujan di Sombori masih sangat lebat. 4 hari kami disana setiap hari dihajar hujan terus menerus dengan intensitas lebat menjadikan beberapa destinasi yang sudah dijadwalkan pun banyak yang terlewat seperti: Danau kembar, Goa Allo, Pantai Pasir Merah, Goa Tobelo. Waktu terbaik untuk datang adalah dari Bulan Oktober – Mei diluar itu menurut info ombak akan besar dan cuaca buruk.

Untuk tranportasi kalian bisa datang dari kota mana saja dan mendaratlah di Kota Kendari. Dan dari kota kalian bisa menyewa kapal yang kami tumpangi saat itu, kalian bisa menghubungi Pak Jupri (0853 – 4228 – 2648) untuk lebih jelasnya.

Dan jangan lupa untuk menonton video perjanananku di Labengki yang sudah tayang di YouTube, jangan lupa untuk subscribe dan awas jangan sampai ngiler ya melihat keindahan Labengki dan Sombori.



You Might Also Like

0 komentar

Followers

Contact Form