Travelling

Coban Kethak - Sebuah Sore Nan Syahdu

8/05/2016Pradikta Kusuma


Satu persatu dari mereka melangkahkan kaki untuk menjauh dan pergi. Matahari semakin meredup dan condong menunggu mati. Seperti aku yang selalu sendiri menunggu yang tak pasti, entah sampai kapan namun yang pasti ujung dari ini adalah datangnya kebahagian…


Permulaan yang sedikit mellow tapi memang suasana kala itu sedang syahdu nan sendu untuk merenungkan segala gundah gulana dalam hati sambil memandangi air terjun kethak yang sepi dan menyegarkan.

Tepat di tepian jembatan bambu yang tersusun rapi ini aku berdiri mematung bersama beberapa saudara, menikmati semua suasana yang alam sajikan. Jarang sekali memang kami menikmati suasana alam seperti ini. Biasanya hanya deru kendaraan bermotor yang kami dengar meraung diantara keriuhan orang orang yang lalu lalang.

Sejenak melepas penat dengan mencari kesegaran udara seperti ini mungkin adalah hal wajib bagi kita semua. Coba tutup sejenak buku buku kalian, matikan segala yang berhubungan dengan keseharian dan cobalah datang ke salah satu Coban yang ada di Kabupaten Malang ini, maka kalian akan menemukan sesuatu yang berbeda dari rutinitas yang kalian jalani.

Tak ada orang lain hanya kami ber 5 di sore hari itu, entah karena sudah terlalu larut kami datang atau memang tempat ini yang kurang begitu dikenal. Terletak persis disamping jalan raya yang menghubungkan Malang dan Jombang tepatnya di kecamatan Kasembon. Bisa jadi karena letak tempat ini persis di tikungan diantara jalur yang meliak liuk para pengendara yang terlanjur kencang menekan pedal gas akan mudah terlewat dan urung untuk menghentikan laju kendaraanya.

Coban Kethak
Tapi cobalah jika berkesempatan melalui jalur antara Jombang, Batu, Malang untuk datang dan menikmati keindahan Coban Kethak ini.

Dengan tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah saja kita sudah bebas menikmati semua fasilitas yang ada di dalam area yang dikelola Perhutani ini. Mulai dari Gazebo, Toilet, Permainan anak anak, panggung hiburan semua lengkap tampak terawat dan satu lagi pastinya alam tanpa banyak orang yang berlalu lalang.

Arus pembangunan yang dilakukan perhutani pun sebatas hanya diarea jalur menuju air terjun, menjelang air terjun tampak keasriannya tetap terjaga dengan baik. Pagar pagar kayu yang ada pun nampak membuat Coban Kethak ini nampak elegan dan membuat aman para pengunjung yang datang.
Sumber aliran dari sungai yang berada di atas
Karakteristik Coban Kethak ini merupakan air terjun yang tidak terlalu tinggi, dengan debit air yang terlalu deras namun tetap memancarkan kesegaran dari deburan air yang jatuh dari ketinggian.

Sebuah kolam kecil terbentuk di dasarnya menggoda siapa saja untuk terjun mencicipi kesegaran airnya, namun terpasang plang bertuliskan dilarang untuk berenang menjadikan siapapun yang berkunjung sepatutnya untuk patuh agar kunjungan kita di Coban Kethak ini bisa aman dan nyaman.


Karena memang menikmati air terjun tak selalu harus juga merasakan kesegaran airnya langsung dengan mandi dibawah air terjunnya, kita bisa duduk sambil memandangi keindahan disekelilingnya dari kejauhan. Karena menurutku ini adalah bahasa terindah dari Sang Pencipta agar kita selalu mematuhi perintah – Nya.

***

Datang ke Air Terjun tak lengkap rasanya jika tak mengabadikan keindahan yang disajikan. Bagi kalangan penghobi foto air terjun merupakan objek yang pas untuk dijadikan objek foto dengan teknik Slow speed yang menjadikan foto aliran air terjun bisa selembut kapas.

“Dek coba kamu berdiri disana bersandar diantara pagar bambu itu…. ”



Dan dengan sekali shutter foto indah pun aku dapatkan. Karena dengan alam seindah ini dengan teknik seperti apapun hasil yang gambar yang didapatkan akan selalu indah. Dan sekali lagi kenapa kita harus merusak alam sebegini indah yang Tuhan telah ciptakan? Sudah sepatutnya kita menjaganya.


Tak terlalu muluk mulai saja dari hal terkecil yang dapat dilakukan, buanglah sampah pada tempatnya ketika datang ke Coban Kethak ini, itu sudah cukup untuk memulai langkah besar untuk mencintai dan menjaga alam nusantara kita. 

You Might Also Like

0 komentar

Google+ Followers

Followers

Contact Form