Travelling

Rammang Rammang - 5 Hal Yang Perlu Kalian Tahu

1/09/2016Pradikta Kusuma


Salah satu tempat keren yang ada di Sulawesi Selatan dan yang pasti kalian harus kesini saat bertandang ke Makassar. Ini adalah tempat yang selama ini sering aku lihat di timeline Instagram, memang karena seringnya muncul hingga aku pun memasukkan tempat ini sebagai tempat most wanted yang harus aku kunjungi sebelum mati.


Nama tempat keren yang ada dalam wishlist kunjunganku ini bernama Rammang Rammang. Jangan kalian plesetkan menjadi remang remang ya, karena di tempat ini bukan tempat berkonotasi negatif tapi tempat yang pasti akan memberikan keindahan dan ketenangan.

Menurut warga sekitar penamaan Rammang Rammang ini adalah berasal dari rammang yang berarti awan atau kabut. Karena di tempat ini pada saat pagi hari atau setelah hujan kabut pasti akan turun menutupi Rammang Rammang.

Banyak sekali yang akan aku ceritakan tentang Rammang Rammang yang memukau ini kepada kalian, dan salah satunya akan aku rangkum dalam beberapa fakta menarik tentang Rammang Rammang.

1.      Kawasan Karst Terbesar Nomor 2 Di Dunia

Jika kalian tiba di kawasan karst Maros, cobalah memandang jauh. Apa yang kalian lihat?, yang ada hanyalah perbukitan kapur menjulang di berbagai sudut dengan ketinggian yang berbeda beda.

luasnya sekitar 45.000 hektar, Kawasan karst ini termasuk kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah kawasan karst di Yunnan, Tiongkok Selatan.

Kesan awal melihat kawasan ini adalah gersang dan panas, suhu Maros yang panas semakin menguatkan persepsi tentang ini. Namun tunggu dulu coba lihat di perbukitan kapur itu. Pohon pohon hijau nampak asri tumbuh diantara bebatuan cadas yang terbentuk ribuan juta tahun lalu.

Mereka bisa tumbuh dengan baik karena perbukitan kapur gersang ini menyimpan cadangan kubik air yang selalu mengalir sepanjang tahun. Dan ini adalah keunikan tersendiri dari semua kawasan karst.

2.      Di Tetapkan Sebagai Taman Nasional

Pasti kalian sudah tak asing mendengar Taman Nasional Bantimurung, yaa taman nasional ini berada persis di Kawasan Karst Maros ini. membentang seluas 20.000 hektar, pemerintah menetapkan daerah ini sebagai daerah dilindungi karena telah memenuhi 9 syarat termasuk keragaman hayati yang unik.

Manusia purba jaman dulu pun sudah mendiami kawasan karst ini sejak lama. Di Rammang Rammang pun kalian bisa menemukan beberapa goa yang di dalamnya terdapat bekas peninggalan manusia purba.

Peninggalan Manusa Purba Berupa Lukisan Tangan Dan Babi
Dinding dinding goa tampak bekas gambaran manusia purba berupa gambar babi dan tangan tangan manusia. Semua itu menunjukkan jika dahulu kala kawasan karst ini adalah tempat ideal bagi para manusia purba.


3.      Sungai Pute

Salah satu yang menarik berkunjung ke Rammang Rammang adalah sungai yang mengalir di antara bebatuan karst yang membentang. Sungai ini bernama sungai pute yang berarti putih.

Untuk mengunjungi Rammang Rammang kita pasti akan menggunakan jasa perahu. Yaa karena Rammang rammang terletak di ujung aliran sungai dan terpencil dari dunia luar. Tak ada jalan aspal untuk menuju kesana.

Katinting
Katinting istilah warga lokal menyebut perahu kecil untuk mengarungi sungai pute ini. Dari dermaga Rammang Rammang kita bisa menyewa perahu dengan tarif 250 ribu pulang pergi. Dengan daya tampung sekitar 7 – 10 orang tergantung dari besar kecilnya perahu.

“Bruuummmm...brummmmm” mesin tempel perahu pun berbunyi. Katinting kecil kita mulai menyusuri sungai pute yang dangkal dan berair kecoklatan ini. Aku pun langsung dibuat terpesona oleh keindahan yang disuguhkan.

Diantara Pohon Nipah
Nipah dan bakau tumbuhan khas air payau menyambut deru perahu kami yang bergerak pelan. Nampak perahu sesekali harus meliuk melintas batuan kapur yang menonjol dari dasar sungai.

“Belok Kanan dan Kiri”, “Awas Batu”, adalah salah satu kalimat papan lalu lintas yang dapat kita temui di sepanjang aliran sungai pute, sungguh menarik.  

Rambu Rambu Lalu Lintas
“Masuk Goa” selanjutnya tulisan yang aku baca, dan benar saja di depan perahu kami nampak bukit kapur besar membentuk lubang tepat di aliran sungai pute ini. perlahan lahan perahu kami pun melintasi Goa Eksotik ini.



Semakin jauh melaju aliran sungai pute semakin mengecil dan berkelak kelok. Dan beberapa saat di sebelah kiri terdapat bukit kapur besar dan membentuk relief relief indah akibat pelarutan bebatuan dengan air yang terbentuk dari ratusan tahun silam.

sungguh luar biasa sajian alam yang di berikan Rammang Rammang.

Salah Satu Sudut Sungai Pute

4.      Telaga Bidadari

Di tengah perjalanan menyusuri sungai pute terdapat sebuah dermaga kecil dengan tulisan yang juga mini “Dermaga Telaga Bidadari”. Sempat penasaran dengan dermaga itu, namanya yang unik kenapa mesti bidadari?

Namun sang nahkoda perahu tetap melanjutkan perjalanan menyusuri sungai pute. Usut punya usut saya coba bertanya tanya kepada para pengunjung lokal di rammang rammang.

Ternyata dermaga bidadari tadi adalah dermaga untuk menuju sebuah telaga kecil yang berada di tengah tengah bukit kapur. Telaga bisa kita akses berjalan kaki dari dermaga dengan naik turun bukit.

Dermaga Telaga Bidadari
Dinamakan telaga bidadari karena telaga ini konon tempat mandi para bidadari yang turun dari langit. Karena tempatnya yang tersembunyi dan diapit bukit bukit batu karst yang menjulang tinggi, menjadikan telaga ini cocok untuk tempat mandi para bidadari, hehehe.

Ceritanya begitu sih menurut para warga lokal. Karena pada saat itu aku tak berkesempatan untuk mengunjunginya.

5.      Kampung Berua

Ujung dari perjalanan kita menggunakan perahu adalah di dermaga kampung berua. Selepas dari dermaga kita akan langsung disambut dengan kampung yang berada di antara bukit bukit karst yang menjulang tinggi.


Nampak hanya beberapa biji saja rumah yang berdiri di kampung ini. kampung yang bisa aku katakan sangat asri dan sangat indah. Sawah sawah hijau dan kolam kolam ikan nampak berbaur indah dengan penampakan alam karst yang menjadi latar belakangnya.

“Ckrikk, Ckrikk” bunyi kameraku mengabadikan salah satu sudut dari kampung berua ini. Aku lihat hasil jepretanku dari layar kamera dan seketika aku terpana. Melihat hasil foto ini aku pun mempunyai pemikiran, betapa bahagianya masyarakat kampung berua ini. Mereka bisa hidup berdampingan dengan alam seindah ini.

Berpadu indah Dengan Alam
Berjalan jalan di sekitar kampung berua ini membuat hati tentram dan damai. Setapak demi setapak aku telusuri pematang sawah yang terbentang membelah kampung, sering memang aku berjalan di pematang sawah tapi di kampung berua ini sungguh istimewa beda dengan lainnya. yaaa karena bukit bukit karst yang membentang di sekitar kampung berua ini.

Akhirnya Aku Di Rammang Rammang
“Brooo, brooo...fotoin aku dong... dengan view itu yaa, yang sebelah situ juga”... itulah sedikit keriuhan dari teman teman saya di Makassar, bagaimana mereka saling berebutan untuk berfoto dengan pemandangan yang sangat indah seperti ini.

Teman Teman Seperjalan Di Makassar
Kamera pun tak pernah lepas dari genggaman tangan, seluruh sudut Rammang rammang ini sangat sayang jika tak kita abadikan semuanya. Dan bahkan saat aku menulis sambil melihat foto rammang rammang, aku merasakan kerinduan akan suasana tentram Rammang Rammang. Jika ada kesempatan kembali aku pasti kembali kesana.



Berada di kampung berua rasanya seperti bertemu dengan potongan puzzle dunia yang hilang. Tidak ada listrik, tidak ada kebisingan, tidak ada kendaraan yang ada hanyalah keindahan dan keasrian berpadu manis dengan masyarakat kampung berua yang selalu menjaga alam.




You Might Also Like

4 komentar

  1. foto diantara pohon nipah itu kece sekali kaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Wahyu, momen perahunya pas :D

      Delete
  2. bro, kunjungi daerah saya juga bro, tempat legenda sawerigading, Pulau Bulu Poloe (gunung Patah, dan juga danau Matano.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh boleh juga nih pulau bulu poloe, kapan kapan boleh lahh jadi guide kalo saya kesana, hehe :)

      Delete

Google+ Followers

Followers

Contact Form