Travelling

Air Terjun Kembar - Sekali Jalan 3 Air Terjun Terlampaui

1/04/2016Pradikta Kusuma


Air terjun ... entah kenapa akhir akhir ini setiap mendengar kata air terjun aku antusias. Bersemangat untuk melihat apa keunikan dari air terjun itu, berada dimana dan ujung ujungnya adalah ada keinginan untuk pergi kesana. Mungkin juga karena pengaruh lini massa Intagram yang sudah terlewat banyak memberi racun racun tentang air terjun indah yang belum sering terdengar sebelumnya.

Media sosial terutama Instagram saat ini memang membawa banyak perubahan untuk dunia pariwisata tanah air, karena dengan keberadaan media sosial fotografi ini sukses membuat banyak orang yang sebelumnya tidak tahu akan tempat tempat eksotis di negeri ini menjadi membuka mata akan keindahan yang ditawarkan Indonesia.

Sama halnya dengan suatu tempat yang dahulunya tak pernah dikenal orang dan tak menjadi tujuan orang berwisata. Namun hanya dengan sedikit sentuhan editing dan teknik fotografi di Instgram semuanya dapat merubah tempat yang sepi tersebut menjadi tempat yang kata anak muda saat ini “kekinian” atau “Ngehits”.

Sama seperti air terjun bernama Air Terjun Kembar yang berada di Banyuwangi. Dahulu aku tak pernah mengenal dan tau akan keberadaan air terjun kembar ini, padahal dengan kota Banyuwangi aku sudah sangat familiar. Berkali kali sudah aku berkunjung ke kota di timur Pulau Jawa tersebut.

Hingga akhirnya salah satu stasiun televisi nasional menayangkan Air Terjun Kembar ini di salah satu acara travelling mereka. Dengan sudut ambil gambar yang profesional penampakan air terjun ini sungguh mempesona, apalagi setelah itu bermunculan foto air terjun kembar di Instagram. Makin teracunlah diriku (--__--)

Berbekal racun dari Instagram akhirnya aku curi curi waktu berkunjung kesana di saat aku berkesempatan datang kembali ke kota Banyuwangi untuk acara arisan keluarga. Dua adeku si Fita dan Lia pun aku ajak untuk menikmati air terjun yang “Ngehits” di Banyuwangi ini.

Jarak yang cukup dekat dari kota Banyuwangi, hanya sekitar 30 menit berkendara menjadikan air terjun kembar menjadi destinasi wajib bagi kalian yang datang ke kota Banyuwangi.

Ambil arah saja menuju jalan menuju Kawah Ijen kemudian berbelok ke arah Wisata kampung osing atau pemandian taman suruh. Air terjun kembar terletak sepuluh menit saja dari taman suruh ini, jika kalian ragu gunakan saja GPS (Gunakan Penduduk sekitar).

“Parkir disini mas” teriak seorang warga melihat kami tampak kebingungan mencari tempat parkir. Karena memang air terjun ini masih dalam tahap pengembangan dan tampak sedang ada pembangunan untuk mempercantik kawasan ini.

“Gratis” tanpa ada biaya tiket masuk hanya perlu membayar parkir sebesar 5 ribu rupiah untuk mobil. Sangat sangat murah untuk ukuran tempat wisata yang “Ngehits”.

View Dari Atas
Untuk menuju air terjun kembar ini kita perlu menuruni tangga yang berada tepat di parkiran. Jangan kuatir akan tangga menurunnya karena hanya perlu 5 menit untuk bisa melihat semua keindahan air terjun kembar ini.



Dinamakan air terjun kembar karena memang disini terdapat 2 air terjun yang sekilas kembar dengan posisi berdampingan. Kedua air terjun nampak terjun dengan debit yang sama besar dan langsung keluar dari sumber mata air dari atas.

Air terjun yang pertama yang berada di sebelah kiri tampak masih alami dengan bebatuan besar yang ada dibawahnya. Kita bisa sekedar berfoto ria ataupun membasahi diri di antara air yang jatuh dari atas.

Sedikit Slow Speed
Kermudian air terjun yang kedua nampak lebih ramai dari air terjun yang pertama. karena yang kedua ini terdapat sebuah kolam buatan tepat di bawah aliran air terjun sehingga para pengunjung bisa bermain air di kolam tersebut.

Air dari atas nampak keluar diantara dedaunan tumbuhan perdu yang menempel di dinding air terjun yang terjal. Air yang jatuh nampak langsung terpecah di antara bebatuan yang ada di dasar dan air jernihnya mengalir ke kolam penampungan.



Air yang mengalir tampak sangat segar dan jernih. Tak tahan rasanya jika hanya berdiam diri saja. aku dan kedua adikku pun segera melompat ke kolam yang sangat jernih ini.

“Brrrrrr....dinginnya dekkk” gumamku ke si Fita yang nampak tak mengacuhkanku dan asik dengan kamera actionnya. Dia segera mengabadikan semua keindahan yang ditawarkan air terjun kembar ini. tak terkecuali kami juga mencoba membuat foto half water yang juga sedang “Ngehits”.

Kami juga sedang beruntung karena tidak banyak wisatawan yang datang pada hari itu. Jadi kami bisa lebih leluasa menikmati semuanya. Mengambil foto pun tampak lebih enjoy tanpa menunggu background kosong dulu dari penampakan pengunjung lain.



Ala Ala Half Water
Entah berapa jam kami berenang renang di kolam air terjun ini, hingga akhirnya aku teringat di acara televisi yang menyiarkan air terjun kembar ini dulu juga mengekspos air terjun ketiga yang juga berada dalam kawasan ini.

Okee..berbekal petunjuk dari acara televisi tersebut kami pun segera keluar dari kolam dan berjalan di setapak kecil yang menuju keatas. Yaahh, walaupun dengan pakaian yang masih basah.

Dan benar saja tak jauh melangkah nampak plang bertuliskan Air Terjun Kethegan dengan penunjuk mengarah ke atas. Kami pun semakin bersemangat menyusuri setapak kecil ini. kiri kanan tampak tebing menjulang dengan tingginya, sungai tampak mengalir asri tepat disamping setapak.

Menuju Air Terjun Kethegan
Terkadang kita harus menyebrangi aliran sungai, jalur tampak sudah rapi dengan batuan sungai yang disusun dengan sedemikian rupa. Setelah berjalan sekitar 10 menit sayup sayup pun terdengar air yang jatuh dengan begitu derasnya.

Jembatan kayu kecil membentang diantara 2 tebing sungai, ketinggiannya kurang rata memang agak tinggi sebelah. Lewati saja saja jembatan dengan berhati hati maka air terjun ketiga bernama Kethegan sudah menunggu kita.



Air Terjun ini berada di sebuah cerukan tebing yang menjulang tinggi. Air turun dari ketinggian sekitar 20 meter dan langsung menghujam sebuah kolam kecil dibawahnya. Dasar kolam yang berupa pasir dengan kedalaman yang hanya sepinggul sangat cocok untuk kita bermain di bawah air terjun.

Tebing tinggi mengapit di kanan kiri air terjun yang sekilas sangat cocok untuk dijadikan “Cliff Jump”, namun karena kedalaman air yang dangkal kegiatan lompat melompat berbahaya dilakukan di Air terjun Kethegan.


Di Bawah Air Terjun
Air Kethegan ini terbentuk dari aliran sungai yang berada di atasnya menjadikan air disini kurang begitu dingin dibandingkan dengan air terjun kembar yang bersumber langsung dari air tanah. 

Sooo... Air Terjun Kethegan ini wajib kalian kunjungi saat berkunjung ke Air Terjun Kembar karena jarakya yang hanya 15 menit berjalan dan keadaannya yang jauh lebih sepi menjadi air terjun ini berasa milik pribadi.

Jadi Kapan kalian Kesini? Sekali jalan 3 Air terjun kalian nikmati.

Segera rubah uang di dompetmu menjadi tiket, salam bebas poliooo woyooooo.



You Might Also Like

2 komentar

  1. Bang dikta, plis deh, air terjun aja berdampingan masa bang dikta jom... *mendadak kuota internet abis, ahahaha*
    Kalo liat air terjun banyak gitu jadi inget Cibeureum.
    Ini bagus juga sih, sayangnya kalo keluar JABODETABEK, jaraknya jauh banget dari rumah aku :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeeeee kata sapa jomblooo... makanya jangan berkutat di Jabodetabek aja dong, keluar sekali kali ke papua biar ga macet.

      Delete

Google+ Followers

Followers

Contact Form