Travelling

Kasembon Rafting - Tak Berhenti Berteriak

9/09/2015Pradikta Kusuma


“Booommmmmm !!! .. teriakan sang guide membuyarkan lamunanku. Teriakan khas yang mungkin tak asing bagi kalian pecinta rafting. Tiba tiba kapal jatuh dengan posisi hampir 80 derajat ke bawah, seketika bulu kuduk berdiri karena posisi badan yang sebelumnya duduk kini menjadi ikut berdiri dan tanpa sadar teriakan terdengar nyaring dari seluruh penumpang kapal karet ini. Ya ini adalah salah satu keseruan kami saat bermain arung jeram atau rafting di daerah Kasembon – Malang.

 Daerah pegunungan seperti kabupaten malang ini memang menawarkan banyak kegiatan yang berbau adventure. Mulai dari banyaknya gunung gunung yang menjulang tinggi, tersebarnya air terjun dan yang pasti terdapat banyak sungai sungai berarus deras. Salah satunya berada di Kecamatan Kasembon Malang, sungai sumberdandang namanya.

Biasanya tempat rafting dibuka oleh para komunitas rafting atau seorang entrepeneur namun di Kasembon ini murni pengelolaan dari Pemkab Malang. Cukup merogoh kocek 170 ribu kalian sudah dapat menikmati arus liar sungai sumber dandang ini dengan cukup aman dan nyaman karena setiap perahu karet akan di kendalikan oleh 1 orang yang sudah profesional.

Sungai sumberdandang mempunyai debit arus yang cukup tinggi sepanjang tahun tanpa mengenal musim hujan atau kemarau, well kalian bisa kesini kapan saja dan jangan takut untuk mencoba karena sungai ini mempunyai grade 3 yang aman untuk para pemula dalam dunia rafting. Sungai yang langsung bersebelahan dengan basecamp menjadikan kita tak perlu jauh jauh untuk bisa merasakan kedahsyatan arusnya, para skiper perahu pun tampak sigap menyiapkan perahu perahu yang akan kita gunakan.

Start Poin
Kami menggunakan 3 perahu karet karena anggota keluarga kami saat itu yang berminat rafting cukup banyak. Ada 18 orang, bayangkan semuanya tanpa takut ingin mencoba derasnya arus sungai. Melihat para om, tante, ibu dan adek satu persatu naik ke perahu aku tersenyum simpul dan aku merasa bersyukur karena aku mempunyai keluarga besar yang suka travelling dan ber – adventure ria. . ini sangat sejalan dengan hobiku setidaknya bisa merasakan rafting gratis.. haha.

Dari titik start ini aku melihat sungai sumberdandang. sungai tampak seperti aliran sawah yang tanpa bebatuan besar, namun berarus cukup deras.
“Sungai seperti ini kok dibuat rafting? Apa serunya kalau tanpa bebatuan kayak begini” begitu gumamku. Tapi ya dinikmati sajalah, yang penting liburan.

Segera aku ambil posisi duduk seperti intruksi dari sang guide. Aku berada persis paling belakang. Tak menunggu waktu lama perahu pun melaju, oke adventure begin. Aku ambil kamera anti air yang aku punya, namun belum sampai menyalakan tombol sang guide sudah berteriak “Boooommmmmmmmmmmmm !!!!” sebuah intruksi di dalam rafting untuk mengambil posisi badan condong kebelakang karena perahu akan melewati sebuah jeram yang cukup berbahaya.

“Gila pikirku.. belum sempat mengambil nafas sudah Boom aja nih” . . . dan benar saja di depan tampak sebuah bendungan yang cukup tinggi menanti. Dari atas perahu pun sampai tak terlihat dasarnya, dan . . “Aaaarrrrgghhhhhhh .... semua berteriak kencang, tubuh tiba tiba dalam posisi berdiri. Dalam hitungan detik kapal berdentum kencang di dasar bendungan, badan terpelanting ke kanan dan aku hampir kehilangan keseimbangan.

Booommmmm
Dan 5 detik dari dentuman keras perahu yang pertama bendungan kedua siap kembali menyapa.. “Ini Gilaaaa” tak ada kesempatan bersantai santai karena adrenalin terus di pompa dari awal perahu melaju. Jeram kedua berkontur lebih sempit dengan ketinggian yang lebih rendah dari jeram pertama. Kapal kembali berdentum di dasar untuk yang kedua kalinya, badan kembali terpelanting. Senyum lebar mengembang dari seluruh keluarga di perahu, tak ada wajah takut dari mereka semua yang bisa aku tangkap hanyalah rasa bahagia kala itu.


Selepas bendungan sungai mulai berkontur bebatuan alami yang tersebar di sepanjang sungai. Walaupun kemarau seperti ini arus masih sangat deras dan masih cocok untuk melakukan arung jeram. Semua jeram tampak masih normal untuk kita lewati dengan perahu karet. Dan hampir 15 menit lagi lagi teriakan “Booooommmmmmmm” kembali terdengar, namun kali ini kami tampak lebih tenang dalam menyikapinya dan kamipun mengambil posisi masing masing. Degup jantung pun tampak lebih stabil dibanding kami melewati 2 bendungan sebelumnya.



Bendungan bendungan di sepanjang jalur merupakan hal yang menarik dan menjadikan ciri khas rafting Kasembon. Selepas bendungan yang ketiga perahu kami diberhentikan di sebuah rest area yang disediakan oleh pengelola. Disini disajikan teh, jahe hangat dan berbagai macam gorengan yang bisa kita santap gratis. Nikmat sekali rasanya pada saat badan kedinginan karena air sungai bisa menikmati makan dan minuman serba hangat seperti ini.

Rest Poin
Dari tempat istirahat di kejauhan kita bisa melihat adanya bendungan lagi dan bisa kita tebak kalau kita pasti harus melaluinya. Ini bendungan terakhir dan mungkin yang paling lebar. Karena perut telah kenyang perahu pun meluncur mulus tanpa adanya teriakan yang berlebih. Momok bendungan telah terlewati semua namun selepas itu arus makin menggila saja nampaknya. Bebatuan bebatuan besar makin banyak bertebaran yang mengakibatkan arus air juga makin menggeliat hebat.


Melewati jeram jeram di antara bebatuan membutuhkan kewaspadaan terutama bagi sang skipper perahu karena dia yang bertugas mengendalikan arah perahu kemana harus melaju. Perahu naik turun mengikuti derasnya arus dan terkadang kita tersangkut di bebatuan, dalam hal ini kita harus melakukan kerja sama tim untuk menggoyang badan perahu karet agar dapat bergerak kembali.

Kapal Perahu Karam
Sedang asik asiknya menikmati aliran air yang deras sembari merekam momen dengan kamera action tiba tiba hal tak terduga terjadi. Kapal tiba tiba menabrak batu besar di tengah lintasan, dan karena tidak siap aku pun terlempar kedepan perahu karet dan jatuh di antara jeram jeram. Aku pun sedikit panik dan mencoba untuk bisa berdiri namun kapal tetap melaju kedepan. Aku pun mencoba berenang kedepan dengan mengikuti arus yang lebih tenan agar bisa meraih badan perahu, dan akhirnya tangan sang skipper bisa aku raih dan dia mengangkat badanku kembali kedalam perahu.
  
Bendungan Terakhir
2,5 jam total waktu kita bisa mengarungi arus liar sungai sumberdandang ini dengan 5 jeram bendungan yang menjadi ciri khas rafting kasembon. Di akhir perjalanan akan ada lagi bendungan yang tak terlalu tinggi dan khusus untuk yang terakhir ini skipper membalik perahu kita tepat setelah melewati bendungan terakhir. Canda tawa kembali terdengar dan ini menandakan kita sudah sampai di titik pemberhentian. Semua wajah memancarkan senyum tak ada sama sekali raut muka yang menyiratkan penyesalan melakukan arung jeram ini.

Beruntung Punya Keluarga Seperti Ini
Rafting kasembon bisa kalian jadikan alternatif wisata di kabupaten malang yang lain dari yang lain. Karena dengan harga murah kalian bisa melakukan rafting dengan aman dan  nyaman. Kasembon juga memiliki pemandangan landscape yang indah di antara pegunungan anjasmoro yang tentunya bisa menghilangkan penat.


Jadi... selamat mencoba, happy travelling, jangan nyampah sembarangan, dan bebas polioo .. . woyooooooo !!!!

You Might Also Like

8 komentar

  1. wow, begitu menantang,.
    suka sekali dengan viewnya..
    great rafting brow !!

    lombok rinjani trekking agency

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa memang view kasembon ini indah, arus sungainya juga cukup menantang walaupun musim kemarau.

      Delete
  2. Dari cerita ini, nggak tau kenapa yang gampang keinget itu dibagian 'rafting gratis', ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa kan kita panasbung.. cuman mampu cari gretongan :( hikksss

      Delete
  3. Aku bacanya ikut deg-degan. Kayak ngerasain jantung yang masih tertinggal di atas. Eh, aku udah lama enggak mampir ke sini, udah banyak postingan baru ajaa.

    ReplyDelete
  4. Aku bacanya ikut deg-degan. Kayak ngerasain jantung yang masih tertinggal di atas. Eh, aku udah lama enggak mampir ke sini, udah banyak postingan baru ajaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya sering sering nengok setapak kecil dong mbak Fitriza.. biar bisa pantengin eike terus :D

      Delete
  5. Great adventure, well what was the total package cost for this? and where is it located?

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Contact Form