Travelling

Air Terjun Nglirip - Pesisir Utara Juga Punya Air Terjun

8/25/2015Pradikta Kusuma


Entah karena apa air terjun satu ini begitu berbeda dari yang aku tahu sebelumnya. Dahulu waktu lewat pun aku enggan untuk memberhentikan dan aku hanya sekedar menengok dari sudut jalan saja, tak ada keinginan sedikit pun untuk berjalan menyusuri jalan menuju bawah air terjun yang terletak persis di jalan raya. Tapi kali ini entah karena potensi wisata yang mulai terangkat ataukah karena salah satu foto yang menunjukkan keindahan luar biasa dari tempat ini. Dan kali ini aku benar benar sedikit termenung melihat keindahan air terjun nglirip.

Mas, ayok ke nglirip kita foto foto... celoteh adekku Fita
Ngapain kesana dek? Air terjun jelek gitu,
Loh kata siapa jelek? Coba Liat foto instagram ini... Balas adekku lagi,

Lohh iya bagus ya.. sahutku. Air terjun nglirip tampak indah dari atas, air tak begitu deras namun dengan perpaduan warna hijau tosca nampak menggoda mata. Terbersit juga kalau ini hanya foto hasil aplikasi pengolah gambar. Tapi keindahan foto tadi semakin menggodaku untuk mengunjungi Air Terjun di Kabupaten Tuban ini dan membuktikan keindahannya apakah seperti itu adanya.

Jarak dari pusat kota tuban kira kira 25 km saja dengan waktu tempuh 90 menit paling lama berkendara santai. Untuk menuju air terjun ini kita akan melewati jalur selatan kota tuban dimana bukit bukit karst tersebar sepanjang perjalanan. Suasana gersang, panas, dan tanah tak subur akan menjadi pemandangan yang dominan. Dari kejauhan pun tampak debu berterbangan dari pabrik semen terbesar di Indonesia. Dengan keadaan seperti itu pasti banyak dari kita berpikir bagaimana bisa ada air terjun, dari mana airnya?

Jangan salah, daerah dengan bukit karst diatas yang tampak gersang dan tandus di kedalamannya pasti banyak ditemukan banyak rongga goa dan menyimpan banyak air yang tak pernah surut sepanjang tahun. Dan air terjun nglirip pun berasal dari sumber air yang tak jauh dari situ bernama krawak.

Setapak Menuju Air Terjun

Dari tempat parkir kita harus sedikit berjalan menyusuri setapak kecil yang menurun di antara rumah rumah warga sekitar. Di samping setapak terdapat aliran irigasi dengna air jernih yang mengalir dengan derasnya, berasa sedang berada di pegunungan saja. Jalan menuju bawah air terjun nampak masih alami dengan turunan tajam dan tanah liat, kita harus berhati hati dalam melangkah. Dari setapak menurun ini kita sudah dapat menikmati keindahan air terjun nglirip dari ketinggian.

Air Terjun Nglirip Tampak Dari Ketinggian

Dan aku pun kembali termangu untuk kedua kalinya, karena apa yang aku lihat dari foto memang begitu kenyataannya. Air terjun Nglirip ini tampak sempurna, air yang jatuh dari tebing vertikal memang tak terlalu besar namun tampak anggun berpadu dengan kolam yang berwarna hijau tosca. Pemandangan yang sangat memanjakan mata.






Semakin mendekat ke air terjun perasaan takjub pun semakin menjadi saja, air begitu jernih karena air tak bercampur lumpur seperti pada saat musim penghujan. Bebatuan tampak tersebar rata seakan alam menyajikan tempat duduk untuk kita menikmati semua sajian keindahannya ini. Warna hijau tosca yang ceria pun seakan mengajak kita untuk merasakan kesegarannya dan segera berenang di bawah guyuran air yang terjun ke bawah.

Betah Berlama Lama
Eitttss, namun jangan tergoda untuk yang satu ini. Berenang di kolam air terjun nglirip adalah hal yang agak membahayakan.Karena kedalaman kolam yang sangat dalam dan telah banyak memakan korban jiwa. Entah karena dalamnya ketinggian air atau karena faktor lain, tercatat banyak pengunjung yang menjagi korban di air terjun nglirip, padahal pada saat berkunjung kesana air sangat tenang dan tanpa arus sedikitpun. Pada saat berjalan menuju air terjun pun aku di peringatkan oleh salah satu warga agar tak berenang di kolam.

“Lee...ojo renang ndek air terjun yoo..bahaya, cukup sampean lungguh lungguh wae”
Yang artinya seperti ini “Nak..jangan renang di air terjun ya, bahaya..cukup kamu duduk duduk saja”.
Memang sih seperti ada yang kurang jika kita berkunjung ke air terjun tapi tak merasakan kesegaran airnya dengan cara berenang. Namun yang terpenting adalah keselamatan, jadi jangan perlu ambil resiko yang bisa mengancam diri sendiri.. keep safety first buddy.


Hijaunya Menggoda
Sore adalah waktu yang tepat untuk menikmati air terjun nglirip karena tebing di kanan kiri akan sedikit menghalangi terik sinar matahari dan suasana pun akan menjadi lebih adem yang bisa membuat kalian betah berlama lama menikmati keindahan air terjun nglirip. Apalagi bagi kalian pecinta fotografi jam 3 – 6 sore adalah waktu tepat untuk mengabadikan salah satu sajian alam di Kabupaten Tuban ini. 

Air terjun nglirip saat ini pun makin tenar dan dikenal para traveller di luar kabupaten tuban karena banyaknya foto yang menampilkan keindahannya dari berbagai lini masa. Dan semoga pemerintah kabupaten tuban sendiri lebih bisa memperhatikan potensi wisata yang ada dengan mengelola lebih baik air terjun nglirip agar para wisatawan bisa berkunjung dengan aman dan nyaman. Dengan pengelolaan yang baik pun pasti akan berjalan lurus dengan perekonomian warga di sekitar air terjun nglirip yang semakin baik.

Air Terjun Nglirip Memang Seindah Foto Di Instagram
Sekilas aku lihat di sekitaran Air Terjun Ngilirip ini masih bebas akan sampah, hanya ada ranting ranting pohon yang mungkin terseret arus dari atas. Dan aku pun berharap tempat seindah ini tetap terbebas dari sampah, dan itu juga tak lepas dari tenggung jawab kita sebagai pengunjung. Belum adanya tempat sampah ataupun fasilitas yang memadai jangan menjadikan kita sembarangan membuang sampah. Bawa sampahmu kembali dan alam kita pun akan tetap terjaga.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Bagusss... tapi jauh dari Tangerang bang, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di tangerang maenan sungai citarum aja cukup :p

      Delete
  2. Lokasi tenggelamnya korban. (foto: suwandi/BANGSAONLINE)TUBAN, BANGSAONLINE.com- Wisata air terjun ngelirip yang beradadi Kecamatan Singgahan, Tuban memakan korban, Minggu (30/8) siang. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, diketahui korban bernama Eva Tri Suryana (15) warga jalan Sunan Giri, Kabupaten Gresik.Kapolsek Singgahan, AKP Totok ketikadikonfirmasi mengatakan, peristiwa tewasnya si perawan cantik itu terjadisekitar pukul 11.30 WIB. Mulanya, ujar Totok, korban melakukan selfie bersama 4 temannya. Namun saat berselfie ria, ada salah satu teman laki-laki korban yang didorong hinggatercebur ke air. Karena tidak bisa berenang, teman yang tercebur itu meminta tolong. Korban pun turun untuk menolong. Naas, saat hendak menolong, korban malah tenggelam dan terseret arus di dasar lobangan air itu."Sebelumnya korban selfie sambil bercanda, saat itu korban mendorong teman laki-lakinya ke dalam air, karena gak bisa berenang korban menolongnya, setelah menolong malahan korban yang tenggelam," pungkasnya.Totok mengungkapkan jika pihaknya yang dibantu tim sar gabungan Pemkab Tuban dan PT Semen Indonesia butuh waktu 6 jam lebih untuk mencari jasad korban yang diduga berada di dasar lobangan air itu. "Korban yang tewas akan dibawa ke rumah sakit guna dilakukan penyelidikan," terangnya.Peristiwa tersebut membuat masyarakat sekitar maupun pengguna jalan berduyun-duyun mendatangi lokasi kejadian lantaran penasaran ingin melihat peristiwa itu."Penasaran mas ingin lihat, memang tempat ini hampir setiap tahun memakan korban, gak tau kenapa kok gitu," tutur Roni warga Bangilan saat berada di lokasi. (wan/rvl)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi kalian yang mau kesini Asal hati hati dan jangan melanggar larangan berenang di air terjun pasti bisa menikmati semuanya dengan aman dan nyaman :D

      Delete

Google+ Followers

Followers

Contact Form