Goresan Alam

Memotret Sunrise Di Gunung [TIPS]

8/05/2015Pradikta Kusuma


Memotret matahari terbit atau biasa yang kita sebut sunrise memang merupakan suatu kepuasan tersendiri, butuh pengorbanan yang lebih daripada dibandingkan mengabadikan momen di siang hari. Mencari lokasi yang tepat, bangun lebih awal sembari mempersiapkan alat fotografi di dalam kegelapan. Apalagi jika kita ingin mengabadikan sunrise di puncak gunung, ini lebih membutuhkan pengorbanan karena hawa dingin yang menusuk tubuh, keengganan kita meninggalkan kehangatan di sleeping bag, dan perjalanan menuju ketinggian yang pasti berat karena kita harus memanggul tas keril di tambah peralatan fotografi yang tak sedikit.

Gelap yang mulai pergi beriringan dengan matahari yang mulai bersinar memunculkan warna warna ajaib yang hanya muncul sekejab dalam setiap harinya. Awan bergelombang bak kapas yang menutupi lembah, siluet siluet pepohonan tampak anggun berpadu dengan warna jingga yang muncul, semua itu tampak mengajak kita untuk segera mempersiapkan kamera dan mengabadikan semuanya.

Namun seringkali yang kita lihat pada pagi hari tak dapat kita abadikan secara maksimal dalam sebuah bingkai foto. Foto terkesan datar dan warna warna ajaib pun hilang, apa ada yang salah ?. Memang kamera memiliki banyak kekurangan dibandingkan sensor mata kita yang jelas jauh lebih sempurna, oleh karena itu kita harus memahami dasar dasar fotografi untuk memperoleh hasil yang cukup baik. Dan semoga sedikit tips ini bisa bermanfaat bagi kalian yang ingin mencoba menjadi sunrise hunter di atas gunung.



1. Cari Referensi

Sebelum kita menentukan tujuan kita mencari spot memotret sunrise ada baiknya kita mencari referensi foto terlebih dahulu entah itu dari google, instagram dan sosmed lainnya. Disini kita tidak bertujuan untuk meniru fotonya, tapi coba mencari gambaran bagaiman kondisi pemotretan nantinya, ada apa saja disana, objek apa saja yang bagus untuk kita tampilkan dalam frame foto.

2. Siapkan Peralatan Fotografi

Kamera dan Lensa

Kita bisa menggunakan kamera poket, ataupun DSLR. Tapi kamera poket memberi sedikit keuntungan jika kita pergi ke gunung karena dengan bobot yang lebih ringan akan lebih mengurangi berat barang bawaan kita. Begitupun dengan lensa akan kurang lebih mempengaruhi hasil foto yang akan kita dapatkan. Contohnya adalah dengan lensa wide kita akan mendapatkan latar belakang matahari terbit dengan latar depan yang lebih lebar, jika lensa tele kita akan mendapatkan bulatan sempurna dari sang matahari ataupun cukup dengan lensa kits seperti saya (Hanya punya ini, hehe) sudah cukup tampil rapi dalam mengabadikan sunrise. Kamera yang aku bawa adalah Canon 650 D dan GoPro Hero 4 Silver.

Filter

Ini merupakan alat pendukung yang biasa berguna jika dibawa untuk kegiatan outdoor. Peralatan sepele tapi menentukan hasil dari foto kita. Contohnya adalah filter CPL yang berguna meningkatkan saturasi dan membirukan langit. Filter UV untuk melindungi lensa serta filter filter lainnya seperti GND, ND.

Tripod

Jangan menyepelakan perlengkapan satu ini. Karena dengan tripod akan memberikan kestabilan kita dalam memotret maka hasil yang didapatkan pun jauh lebih baik. Namun kekurangannya adalah berat tripod itu sendiri karena akan berpengaruh terhadap barang bawaan kita saat naik ke atas gunung.

Baterai

Setidaknya butuh 2 cadangan baterai untuk melakukan aktifitas fotografi outdoor terutama di atas gunung yang bisanya membutuhkan waktu pulang pergi minimal 2 hari. Di gunung juga pasti tak ada sumber listrik yang dapat kita gunakan, tak enak rasanya jika kita sedang asik memotret tiba tiba kamera kita mati akibat kehabisan baterai.

Memory Card

Satu lagi perlengkapan yang harus diperhatikan adalah memory karena dalam kegiatan outdoor hal ini sangat berpengaruh di gunung. Dari pengalaman aku membutuhkan kira kira 2 – 3 GB per hari hanya untuk menyimpan foto apalagi jika kita gemar menyimpan foto dalam format raw.

3. Bangun Lebih Pagi
Setting jam alarm sekitar jam 4 pagi, dan usahakan langsung bangun jangan terlena dengan kehangatan sleeping bag di dalam tenda. Dengan bangun lebih pagi kita dapat mempersiapkan semua dengan lebih baik mulai dari kamera, posisi pengambilan maupun spot foto.

Beberapa menit sebelum matahari benar benar keluar, biasanya alam akan menampilkan atraksi paling menariknya yaitu keluarnya warna warna ajaib.

Warna Warna Ajaib

4. Pergunakanlah Tripod
Penggunaan tripod untuk berburu sunrise adalah merupakan hal yang bisa aku katakan wajib, karena tripod akan membantu kita mendapatkan shutter tanpa goyang dan konsekuensinya adalah foto yang kita dapat pun akan tampak lebih tajam. Kondisi pagi hari dengan cahaya yang masih minim akan menuntut kita melakukan shutter dengan kecepatan lebih lambat.

Dengan tripod kita bisa melakukan shutter dengan iso rendah, bukaan yang kita inginkan dan yang pasti bebas goyang dan noise. Jikapun kita tak membawa tripod bisa juga menggunakan batang kayu atau batu untuk membantu menstabilkan kamera kita. Jadi tak ada salahnya membawa beban lebih ke gunung asal mendapatkan hasil foto yang maksimal.

5. Pilih Setting Auto Atau Manual

Ini adalah sebuah pilihan namun menentukan hasil akhir dari sebuah foto. Jika kalian pengguna DSLR pasti aku sarankan memilih setting manual karena mempunyai banyak kelebihan dibandingkan setting Auto. Karena dengan Set Manual kita dapat mengeksplorasi hasil foto sesuai dengan keinginan. Pagi yang masih minim cahaya menuntut kita untuk menggunakan speed rendah dan mungkin angka ISO yang sedikit tinggi. Maka dari itu dengan set manual kita dapat menyesuaikan Shutter speed, bukaan lensa, maupun ISO dan hasil foto yang di dapatkan pun aku rasa lebih berwarna dibandingkan set Auto.

Atur Shutter Speed, Aperture, dan ISO

6. Format JPEG Atau RAW
Untuk kalian yang mempergunakan kamera DSLR pasti tak asing dengan format file foto ini. Perbedaannya adalah jika JPEG adalah format dimana hasil foto yang kita dapatkan sudah diolah terlebih dahulu oleh kamera sedangkan RAW adalah format mentah yang belum melalui proses editing dari kamera.

Kondisi pada pagi hari yang bisa berubah dengan cepat format RAW adalah yang terbaik karena dari format ini nantinya kita bisa merubah white balance, kontras, saturasi,  yang sesuai pada saat proses editing.

Atau jika kalian tak perlu repot dan menyerahkan proses editing pada aplikasi Instagram atau VSCO Cam, hehe . . maka format JPEG tampaknya paling mudah untuk kita terapkan. Cukup kalian setting white balance posisi shade atau cloudy kalian akan mendapatkan foto yang lebih halus dan cocok dengan kondisi pagi. Jangan menggunakan mode auto white balance karena sensor kamera akan menghasilkan foto dengan warna yang lebih kebiruan.

Pilih Format JPEG atau RAW

7. Cari Komposisi Terbaik
Dalam dunia fotografi ada istilah aturan 1/3, Aturan ini membagi frame menjadi beberapa bagian dengan garis khayalan horizontal. Intinya bagaimana cara kita meletakkan subjek yang akan kita foto agar lebih menarik saja. Contohnya seperti ini tidak meletakkan subjek foto di tengah gambar makan membuat orang yang melihat foto kita tidak terpaku hanya pada subjek dan berkesempatan untuk lebih mengeksplore sudut lain di dalam foto.

Kamera keluaran terbaru saat ini sudah memberikan fitur garis pembagi di live view untuk mempermudah kita menempatkan subjek sesuai dengan aturan 1/3.

Buat Foto Pagi Kalian Lebih Hidup

8. Natural Frame
Untuk lebih memfokuskan orang yang melihat foto terhadap objek yang ingin kita tonjolkan kita bisa memanfaatkan bantuan dari objek yang ada di sekitar untuk dijadikan frame alami. Contohnya seperti pohon, ranting, tebing, daun dan lain lain.

Yang perlu diperhatikan adalah pemilihan objek frame yang berwarna lebih gelap dari objek utamanya, ini bertujuan agar orang tak beralih pandangan melihat frame daripada objek utamanya.

Natural Frame Dari Pepohonan


9. Siluet
Karena perbedaan kontras yang cukup tinggi pada pagi hari untuk menghasilkan foto siluet yang indah tak terlalu sulit. Cukup mencari objek siluet seperti pohon, tebing atau orang kemudian jepret dengan tripod ... tadaaaa...foto spektakuler pun kita dapatkan.

Siluet Pagi

10. Narsis
Ini satu tips yang tak boleh kita lewatkan. Pemandangan pagi yang sangat indah sayang jika kita lewatkan tanpa ada wajah kita di salah satu frame foto kita. Untuk menghasilkan foto personal berlatar belakang matahari terbit kita harus bisa mengetahui exposure background matahari terbit (yang biasanya selalu lebih terang) dan juga exposure personal (yg biasanya lebih gelap). Karena kalau tidak klop, bisa jadi matahari terbitnya terlihat sempurna tapi foto orangnya jadi siluet, atau foto orangnya sempurna tapi belakangnya cuma putih. Untuk mengakalinya kita bisa menggunakan cahaya flash external atau cahaya lampu.

Pose Di Antara Sunrise Tak Boleh Kalian Lewatkan

11. Banyak Berdoa
Hahahaha.. iya kalian harus banyak berdoa agar pagi kalian cerah tanpa halangan sedikitpun. Karena kita tahu sendiri yang namanya gunung pasti mempunyai keadaan cuaca yang tak bisa kita tebak. Terkadang kabut tebal, hujan badai merusak pagi kita di gunung yang hanya membuat kita meringkuk di dalam tenda.

Jangan Bersedih, Maka Alam Pun Membalas Dengan Keindahannya
Jangan bersedih... bisa datang menyambangi gunung pun sudah patut kita syukuri karena pengalaman kita ini tak banyak orang yang bisa merasakan. Menikmati dan mensyukuri semua yang ada lebih baik daripada kita hanya murung dan kecewa karena tak mendapatkan matahari. Namun di balik itu semua percayalah alam akan memberikan sesuatu yang tak bisa matahari berikan sekalipun.

***

Semoga sedikit tips di atas bisa menjadi referensi atau setidaknya menjadi sedikit acuan untuk kalian para Sunrise Hunter di atas ketinggian. Tips diatas berdasarkan pengalaman saja dan jika mungkin ada kesalahan mohon dikoreksi untuk masukan bersama. Karena aku hanya sebatas newbie di dalam dunia fotografi dan masih perlu banyak belajar lagi dari kalian yang lebih hebat :)

Akhir Kata Happy Travelling, Keep Safety and Bebas Polio.. Woyooooo

You Might Also Like

7 komentar

Google+ Followers

Followers

Contact Form