Travelling

Kawah Wurung

6/16/2015Pradikta Kusuma



Mungkin belum banyak dari kalian yang familiar dengan Kawah Wurung. Sebuah tempat wisata alternatif jika kalian sedang berlibur ke Bondowoso atau Banyuwangi. Letaknya yang tak begitu jauh dari Kawah ijen yang memiliki popularitas lebih baik dibanding Kawah Wurung. Begitupun dengan akses dan fasilitas yang berbeda jauh dari keduanya, namun kalian akan mendapatkan sesuatu yang berbeda dan tentunya tak akan pernah rugi jika kalian berkunjung ke Kawah Wurung.


Menurut masyarakat sekitar Kawah wurung berarti kawah yang tak jadi atau bisa kalian artikan kawah yang telah mati. Secara kasat mata memang kawasan ini seperti sebuah komplek aktifitas vulkanis di masa lampau yang akhirnya membentuk beberapa bukit dengan kawah kawah mati di dalamnya. Secara kasat mata pula kawah wurung ini mirip dengan miniatur pegunungan bromo.



Sebuah lubang raksasa seperti kaldera mengelilingi bukit bukit yang menjulang di tengahnya. Warna hijau rumput menambah anggun gundukan tanah vulkanis yang telah tertidur ini.  Sepanjang mata memandang hanyalah rerumputan hijau diselingi dengan sedikit pohon yang memiliki gradasi warna yang agak berbeda dengan sekitarnya.


Savanna Hijau

Bagi pecinta fotorgrafi landscape ini adalah tempat yang sempurna untuk berburu gambar. Karena di antara rerumputan hijau bak di film Teletubbies ini background pegunungan sekitar pun menambah keindahan dari Kawah Wurung. Jika kondisi cuaca sedang bagus di kejauhan akan tampak bibir kaldera Ijen yang menganga lebar bersanding dengan puncak merapi disampingnya. Melepas pandang ke arah berbeda maka akan nampak juga Gunung Raung dengan kalderanya yang super terjal.


Stunning Landscape



Tak hanya bisa kita nikmati dari kejauhan saja keindahan Kawah Wurung ini, namun kita juga bisa kita ekplor lebih jauh di kawasan savanna hijau ini. Setelah sedikit memutari kawasan kaldera aku menemukan sebuah bukit hijau yang nampak tak begitu tinggi dan dari kejauhan nampak jalur yang bisa untuk dilakukan pendakian. Insting pecandu ketinggian seketika pun muncul, aku akhirnya memutuskan untuk mencoba mendaki bukit indah ini.

Mobil kami parkir di kaki bukit dan segera mencari jalur untuk menuju ke atas bukit. Jalur pun kami temukan dengan setapak kecil di antara ilalang rumput, jalur ini nampak jelas dan kemungkinan telah sering dilalui oleh orang orang, yang pasti mereka juga cinta akan ketinggian karena tak mungkin seorang gembala beserta sapinya naik ke bukit yang miring seperti ini.


Punggungan

Di punggungan bukit yang berkontur datar keindahan kawasan kawah wurung pun sudah nampak sangat indah. Rumput rumputan bak permadani hijau yang terhampar luas, di bawah sana tampak savanna yang mulai menguning berpadu dengan ladang persawahan yang sedang menunggu untuk di garap sang tuan tanah.

Dari bawah aku memperkiraan pendakian hanya butuh 30 menit untuk mencapai puncak bukit. Bukit ini tak begitu tinggi namun memiliki jalur yang cukup miring aduhai, apalagi tanjakan setelah punggungan yang pertama jalur semakin miring dengan batuan kerikil yang mudah lepas. Jalur bukit ini seperti De Javu dari Gunung Guntur, ya gunung kecil yang cabe rawit, ceritanya bisa kalian baca DISINI

Kemiringan Menuju Puncak

Gersang adalah kalimat pertama yang bisa aku ceritakan saat menginjakkan kaki di puncak bukit tak ada pepohonan tinggi hanya ada ilalang yang mulai menguning dan sebuah rongga besar yang ternyata sebuah kawah mati. banyak sekali kawah pikirku dalam hati, dan memang pantas jika kawasan ini dinamai kawah wurung. Dan aku mendaki bukan di sebuah bukit namun gunung vulkanis purba. Sepi hanya aku seorang di puncak saat itu, si Dek Fita dan kawan kawan yang kelelahan hanya menunggu di punggungan datar.


Kawah Mati (Wurung)

Miniatur Gunung Guntur

Mungkin belum banyak yang tahu jika bukit teletubbies ini menyimpan sebuah kawah mati yang sangat indah dan bisa didaki hanya dengan waktu sekejap saja. Tak ada sampah dan tak ada vandalisme, betapa indahnya alam ini jika tanpa campur tangan manusia seperti ini. Sebelum aku beranjak turun, aku masih bersyukur dapat menikmati keindahan gunung purba ini seorang diri dan semoga kelestariannya tetap terjaga hingga nanti.


View Dari Puncak Wurung

Jalur turun pun tidak lebih baik saat mendaki naik karena jalur berupa kerikil kecil yang mudah lepas sangat sulit untuk kita melangkah turun. Sedikit prosotan harus aku lakukakn demi keamanan, jalur seperti ini sangat persis dengan gunung guntur yang ada di garut dan di detik ini aku menobatkan bukit kawah wurung ini sebagai Guntur Of East Java.

***

Dahulu masyarakat sekitar memanfaatkan kawah wurung hanya untuk menggembala ternak sapi atau kambing mereka, karena begitu melimpahnya rumput di kawasan ini. Namun saat ini dengan kemajuan jaman dan internet dimana mana keindahan tempat terpencil seperti ini pun lebih muda diketahui orang orang di sudut nusantara lainnya. Tak ayal popularitas Kawah Wurung pun meningkat akhir akhir ini, dan sering dijadikan tujuan alternatif wisatawan setelah berkunjung ke Kawah Ijen yang notabene bertetangga saja dengan Kawah Wurung.


Jalan Makadam

Just for info, akses menuju kawah wurung masih belum di kelola dengan baik, jalanan juga masih belum berbentuk atau bisa dibilang full beralas tanah dan bebatuan. Maka dari itu kali ini aku menggunakan mobil yang agak bisa dibilang tangguh dengan penggerak 4 roda, tapi bagi kalian yang mempunyai motor masih bisa nyaman untuk melalui trek ini atau bahkan mobil matic kecil sekalipun namun dengan tingkat kehati hatian yang lebih. Jalur memang tak begitu menanjak namun kondisi jalan bergelombang dan sempit cukup menyulitkan perjalanan menuju Kawah Wurung.




Jalan paling menanjak adalah tanjakan yang dinamakan tanjakan cinta.. hahaha, mungkin terinspirasi tanjakan yang ada di Ranu Kumbolo Semeru sana. 100 meter jalan menanjak dan bergelombang, di ujung tanjakan savanna hijau indah telah menanti kita. Di ujung bukit ini tempat kita memarkirkan kendaraan, dari spot ini pula keindahan kawah wurung dapat kita nikmati. Kita juga bisa menikmati kawah wurung dengan berkendara mengitari kaldera namun dengan jalur yang hanya cukup untuk satu mobil saja.

Bibit bibit sampah dari pengunjung mulai nampak di sekitaran kaldera, entah karena pola pikir mereka yang memang tak peduli atau mereka yang tak punya hati sebegitu enaknya membuang sampah di tempat alami seperti ini, Miris....

“Bawa sampahmu turun atau kalian telan saja.......”

How To Get There ?
  • Jika kalian dari Banyuwangi ikuti jalur menuju kawah ijen, setelah air terjun kali pahit sekitar 2 km ada penunjuk dengan plang kecil bertuliskan menuju kawah wurung, maka kalian harus berbelok ke kiri tinggal ikuti arah, jangan takut tersesat karena sudah banyak penunjuk arah dan akhirnya sampai. Jalur banyuwangi sudah dikelola masyarakat sekitar dengan tiket masuk 5 ribu / orang.
  • Jika dari Bondowoso, ikuti jalan menuju Kawah Ijen. Tiba di kawasan sempol kalian harus ambil jalur menuju jampit. Berbeda dari arah Banyuwangi jika Dari sempol penunjuk arah sangat minim dikarenakan belum ada pengelolaan yang resmi. Alangkah baiknya kalian gunakan GPS saja (Gunakan Penduduk Sekitar). 

You Might Also Like

34 komentar

  1. cantik-cantik pemandangannya. Duh, saya juga suka gak habis pikir dengan yang suka buang sampah sembarangan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Miris emang...kesadaran akan menjaga kelestarian terutama kesadaran membuang sampah sangat kurang di masyarakat kita.

      Delete
  2. Insya Allah Agustus kesana bang. Doakan biar bisa keliling Banyuwangi yes :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyesss...semoga lancar Banyuwanginya

      Delete
  3. cakep bgt bro, macam bukit teletubies

    ReplyDelete
  4. Dari banyuwangi lewat mana aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lewat jalur ke Kawah Ijen, terus aja kira kira 3 km ada plang kawah wurung ke kiri

      Delete
  5. wah kereeen banger nih bookmarks dah... keceh.....

    ReplyDelete
  6. dari probolinggo lewat mana bos yg lebih deket ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enakan lewat bondowoso terus ambil arah ke sempol. Kalau via Banyuwangi lebih muter dan lebih jauh.

      Delete
  7. Mas, mohon pencerahannya klo dari sby kami mau ke ijen dan kawah wurung juga. Enaknya gimn ngatur rute dan schedulnya..? Thank you.

    ReplyDelete
  8. Mas, mohon pencerahannya klo dari sby kami mau ke ijen dan kawah wurung juga. Enaknya gimn ngatur rute dan schedulnya..? Thank you.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending ke kawah ijen dulu mbak, ngejar bluefire ijen dulu sebelum fajar kemudian turun dari ijen baru ke kawah wurung.
      Mungkin seperti itu menurutku mbak :)

      Delete
  9. Mobil sekelas inova bisa gak mas sampai kawah wutung?? Help makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mas, asal pelan pelan dan berhati hati.

      Delete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Mas tanya dong :) apakah ada tracking stelah naruh mobil? Brp lama ya? Dan estimasi waktu total brp lama ya kalo dr Banyuwangi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau cuman mau menikmati keindahan kawah wurung saja sih ga perlu trekking, tapi di dalam kawah wurung kan banyak bukit, kalau mbak pengen liat sisi lain kawah wurung dianjurkan untuk trekking ke salah satu bukitnya.

      Delete
  12. Sebenarnya Kawah wurung ini letak dan pengelolanya siapa ya? pemerintah Banyuwangi, Situbondo, atau Bondowoso? Hanya ingin bertanya dan meluruskan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masuk pengelolaan kabupaten bondowoso karena dari letak geografisnya juga masuk administrasi bondowoso, CMIIW

      Delete
  13. camp di kawah wurung apa bisa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya sih bisa ya mas, saya juga juga pengen nyoba camping di kawah wurung setelah ini

      Delete
  14. Rasanya enak ini untuk lokasi camping, Mudah2 han bisa, Terimakasih infonya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama mas... Semoga lancar acara camping cerianya

      Delete
  15. Banyuwangi juga mempunyai banyak wisata yang wajib dikunjungi.... ceritakan Adventure mu disini

    http://www.mytripindonesia.net/

    ReplyDelete
  16. Berarti bisa diakses pakai mobil ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget pake mobil, tapi jalannya jelek

      Delete
  17. gan kira-kira boleh nge camp gak ya disini? thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya boleh sih mas, belum ada pengelolaan resmi pada saat datang kesini dulu

      Delete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. artikelnya bagus, ijin share di https://ksmtour.com ya, terima kasih

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Contact Form