Travelling

8 Hal Yang Tak Boleh Terlewat Di Hong Kong

8/24/2017Pradikta Kusuma


Gedung gedung megah nan tinggi menyambut kedatangan kami siang hari itu. Sudah tak sabar kaki untuk segera melangkah menyusuri jalan jalan diantara gedung gedung yang seakan akan berlomba untuk menjadi yang tertinggi. Namun aku sadar waktuku tak terlalu panjang di Hongkong, hanya 12 jam saja karena memang nanti malam kapal yang membawaku kesini akan kembali berangkat berlayar mengarungi samudera luas.

Begitu kapal merapat di dermaga aku pun segera melakukan hal yang bisa aku lakukan untuk bisa menikmati Hongkong dengan waktu yang terbatas. Jadi bisa apa saja yang tak boleh kalian lewatkan?  


   1.   Makan Siang Di Atas Kapal Pesiar Super Star Virgo

Memang tak semua orang bisa melakukan ini, tapi karena beruntungnya aku maka akan aku ceritakan sedikit tentang pengalaman ini. Bersandar di dermaga “Ocean City Harbour” menjadikan spot kali ini sungguh mempesona. Gedung gedung pencakar langit nampak berjejer diseberang sana. Aku yang sedang santap siang untuk mengisi tenaga sebelum mengeksplore Hongkong seharian pun dibuat terpesona.



Selama perjalanan berlayar 6 hari 5 malam ini adalah view terbaik yang aku dapatkan dari balik jendela “Mediterranian Restourant”. Makan siang pun semakin lahap dengan melihat pemandangan seperti ini. Oh yaa.. untuk restaurant satu ini sudah pernah aku ceritakan di tulisan sebelumnya ya. Bisa kalian baca DISINI.


  2.   Melihat Keindahan Hongkong Dari Ketinggian Victoria Peak

Salah satu titik tertinggi yang ada di Hongkong dan berlabel “Must Visit”, jadi bisa dikatakan kalian belum ke Hongkong jika belum pernah melihat indahnya Hongkong dari ketinggian Victoria Peak. Pemandangan yang ikonik pun langsung terhampar dihadapan begitu tiba diatas.

Jangan bayangkan puncak Victoria ini seperti puncak puncak bukit atau gunung yang biasa ada di Indonesia. Puncak disini sudah disulap sedemikian rupa dengan berbagai sentuhan modern menjadikannya tempat yang sungguh nyaman bagi para pelancong. Menara pandang ada di lantai paling atas dari gedung dengan arsitektur yang menarik itu.


Di dalamnya juga terdapat mall dan Museum patung lilin “Madam Tussaud” yang juga layak untuk kalian kunjungi, karena didalamnya ada patung Pak Soekarno dan Pak Jokowi. Karena waktu yang mepet (Hanya alibi karena tak punya uang) aku pun hanya berfoto foto di depan saja.


Ada beberapa cara untuk mencapai puncak yang biasa disebut juga “The Peak” ini. Menggunakan bus dari terminal Central selama 40 menit atau naik tram yang sudah ada sejak tahun 1888 dan hanya 7 menit saja. Tapi… jangan datang pas liburan karena sudah dapat dipastikan antriannya sungguh luar biasa. Sama seperti nasibku kali ini, karena antrian sangat panjang dengan estimasi 90 menit baru terlayani akhirnya aku lebih memilih untuk naik taksi untuk memangkas waktu. Sampai saat ini masih menyimpan rasa sesal belum mencoba tram yang penuh historis itu.




    3.   Belanja Murah Di Mongkok

Hal yang tak boleh dilewatkan juga ketika berkunjung ke Hongkong walaupun dengan waktu yang mepet, Coba datanglah ke daerah Mongkok dan langsung saja menuju salah satu diantara Temple Market atau Ladies Market. Disana kalian akan menemukan Lorong Lorong jalanan penuh dengan pertokoan dengan ciri khas yang Hongkong banget.



Lalu Lalang ribuan manusia diantara toko toko yang menawarkan berbagai macam dagangan. Plang plang toko dan reklame nampak saling berlomba diatas kepala dan membuat suasana semakin meriah. Dibandingkan belanja di mall mall yang dapat dipastikan harganya tak selevel dengan isi kantong, maka tempat ini adalah surga bagi para pelancong pencari barang murah.

Mulai dari baju, berbagai aksesoris, makanan, printilan handphone, barang elektronik hingga kosmetik semua tumplek blek ada disini. Tinggal kalian pilih dan tawar tawar saja sampai puas asal jangan sampai Afgan!


   4.   Naik Transportasi Umum Yang Tersedia

Walaupun terlihat biasa saja namun hal ini patut dan harus kalian lakukan. Karena apa? Karena tak semua transportasi masal yang ada di Hongkong ini dapat kalian temui di Indonesia. Seperti contohnya tram, MTR, dan Bus double decker. Hitung hitung menambah pengalaman dan merasakan bagaiamana rasanya naik transportasi yang modern ini.


Dan jika kalian naik tram atau bus double decker cobalah naik ke lantai 2. Kalian akan mendapatkan experience yang lebih karena point of view yang lebih berbeda untuk menikmati kota Hongkong. Jalur jalur tram dan Bus double decker melewati beberapa district menarik di Hongkong seperti causeway bay, happy valley, dan north point. Kegiatan ini pun dapat kalian lakukan untuk mencapai Victoria Peak atau Mongkok yang sudah aku jabarkan diatas.


    5.   Santai Bareng Dengan Para Pekerja Asal Indonesia

Ini salah satu yang membuat aku sedang tak merasa di Hongkong. Bahkan di salah satu taman aura pun terasa seperti sedang di Indonesia, tepatnya di Monas. Karena sejauh mata memandang, di segala sudut taman nampak sekumpulan mbak mbak dan ibu ibu yang sedang asik bercengkrama dengan Bahasa yang sangat aku kenal “Boso Jowo”.

Ini yang membuat aku sedikit kaget tentang Hongkong. Bagaimana tidak, pada hari minggu ini di setiap taman pasti penuh dengan para pekerja asli Indonesia yang sedang bekerja di Hongkong. Segala macam perlengkapan khas piknik mereka bawa ke taman taman untuk berkumpul dengan para “Senasib Sepenanggungan” ini, bahkan di beberapa sudut nampak ada sampai mendirikan tenda di tengah tengah keramaian taman kota.


Aku pun sedikit banyak menyempatkan untuk “Say Hello” kepada mereka. Dan dari informasi yang aku dapatkan jika hari minggu ini adalah hari libur untuk semua para pekerja dan taman taman kota adalah tempat paling strategis untuk melepas penat Bersama teman seperjuangan untuk mengisi kembali tenaga sebelum hari senin tiba.


    6.   Belanja Ala Sosialita Di Tsim Sha Tsui

Jika masih ada waktu lebih dan kantong yang masih tebal coba sempatkanlah datang ke daerah Tsim Sha Tsui yang merupakan pusat perbelanjaan di Hongkong. Disini terdapat mall super besar bernama Harbour City (tempat kapal yang aku naiki bersandar), di dalam mall ini tersebar berbagai outlet merk.

Aku hanya bisa memandang sembari berjalan jalan saja karena kantong pas pasan. Tapi tak apalah karena jalanan di Tsim Sha Tsui ini juga keren. Cocok untuk kalian para pecinta street photography. Apalagi harbor city ini bersebelahan dengan pelabuhan Victoria yang memiliki city landscape yang luar biasa indah.




     7.   Jangan Lewatkan Pertunjukan Symphony Of Light

Jika sudah bosan melihat lihat di dalam mall Harbour City cobalah keluar dan berjalan 5 menit saja kesamping dermaga Star Ferry. Tunggulah hingga jam 8 malam, maka akan ada kejutan lainnya dari Hongkong. Sebuah pertunjukan yang dinanti nanti semua orang yang ada disana.

Belum juga jam di tangan menunjukkan pukul 8 malam namun arena pandang di waterfront area ini sudah penuh sesak dengan orang orang yang menunggu pertunjukan Symphony Of Light. Wajah wajah antusias nampak muncul dari raut muka semua orang.



Tepat pukul 8 malam lagu pembuka pun dimainkan lengkap dengan narasi yang tak begitu jelas suaranya entah berbahasa cina atau Bahasa inggris. Deretan gedung pencakar langit di Pulau Hongkong seberang pun mulai berpendar dengan lampu yang menari nari seirama dengan alunan musik. Sinar sinar laser pun nampak bersahut sahutan antara gedung satu dengan lainnya.


    8. Tutup Semuanya Dengan Menikmati Keindahan Hongkong Di Malam Hari

Setelah 15 menit pertunjukan Symphony Of Light berakhir semua orang yang tadinya berkumpul mulai meninggalkan waterfront, dari yang semula penuh kini hanya tinggal beberapa saja yang tetap tinggal. Aku dengan kawan yang lainnya pun tetap memilih untuk berdiam diri disini sembari menikmati malam Hongkong yang sungguh romantis.



Sebenarnya masih banyak pilihan kegiatan untuk menikmati sisa malam di Hongkong. Seperti mencoba kuliner khas hongkong, atau kembali berbelanja di Harbour City. Namun jadwal keberangkatan kapal yang terlalu mepet memaksa kami semua untuk tinggal di waterfront.



Suhu malam itu tak panas dan tak juga dingin, sungguh cocok untuk menikmati sisa malam sembari berbincang Bersama kawan kawan. Memandang gemerlap kota dari kejauhan sebenarnya dalam hati kecil aku masih ingin lebih lama tinggal di Hongkong, masih banyak tempat yang belum sempat aku datangi dan terlewat begitu saja kali ini. Namun apa daya, aku harus kembali menyusuri lautan malam ini. Sebuah harapan pun terucap lirih, semoga kelak Tuhan masih memberiku waktu dan kesempatan untuk berkunjung ke kota yang menakjubkan ini, Hongkong.




You Might Also Like

0 komentar

Google+ Followers

Followers

Contact Form