Travelling

Coban Ciblungan - Air Terjun Mini Nan Indah

3/06/2017Pradikta Kusuma



Kembali aku melewati jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang. Jalur meliuk liuk tanpa memberikan nafas untuk menikmati jalan lurus walaupun sedikit. Butuh konsentrasi penuh ketika melewati jalur nan indah berlatar gagahnya Gunung Semeru di sebelah kiri.


Sesekali aku pelankan gas dan sedikit menoleh untuk melihat kegagahan semeru barang sebentar. Melihat puncaknya yang sesekali mengeluarkan asap pikiranku pun terbang akan nostalgia dimana beberapa tahun yang lalu kakiku pernah menginjakkan kaki di puncak Semeru, bagaimana aku memandang takjub tempatku sekarang berkendara dari atas sana. Ahh sungguh pengalaman yang tak pernah aku lupakan.

Dari puncak sampai dataran yang lebih rendah Semeru menyimpan sejuta pesona yang akan membuat berdecak siapa saja. Walaupun sekilas Gunung Semeru jika dilihat dari sebelah selatan seperti ini adalah gunung berpasir nan tandus namun lereng lereng dibawahnya penuh dengan aliran air yang melimpah ruah dan memberikan keberkahan bagi warga yang tinggal disekitarnya.

Mulai dari Daerah Dampit, Tirtoyudo, hingga Pronojiwo merupakan beberapa daerah yang aku lalui hari ini dan berada persis di sebelah selatan Semeru. Sepanjang mata memandang yang ada adalah tanah tanah vulkanis nan subur yang seakan apapun yang kita tanam akan tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat.

Dan dalam perjalanan kali ini aku mencoba untuk melihat salah satu aliran di lereng Semeru bagian selatan yang memang menyimpan puluhan air terjun indah yang layak kita kunjungi. Coban Ciblungan adalah destinasi awal yang aku rencanakan.

Berawal dari sebuah banner yang terpasang tepat di pinggir jalan dan berada beberapa ratus meter sebelum jalan masuk menuju Tumpak Sewu / Coban Sewu kami berbelok ke kanan masuk ke jalan kampung yang cukup tertata rapi. Tulisan kecil sebagai petunjuk arah kami saat itu, jalanan kemudian berbelok kekiri dan penampakannya pun menjadi sedikit rusak. Laju motor kami pun berhenti di sebuah papan petunjuk parkir yang berada tepat di depan gerbang masuk Coban Ciblungan.



Hanya cukup 15 ribu rupiah saja untuk 4 orang dengan 2 motor yang kami bawa. Tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menikmati keindahan air terjun Coban Ciblungan.

“masih jauh air terjunnya pak?” tanyaku pada bapak bapak penjaga parkiran.
“Lha iku wes ono suarane nak” (Lha itu sudah terdengar suaranya nak).

“Neng kene iku gak perlu mlaku adoh adoh koyo air terjun liane” (Disini itu tidak perlu jalan jauh jauh seperti air terjun yang lain).

“Nggih pak, matur suwun” aku lemparkan senyum dan segera berlalu dan berjalan masuk.

Dan memang benar adanya hanya beberapa langkah kaki menapaki jalan setapak turun Coblan Ciblungan sudah menampakkan wujudnya. Sekilas tampak kecil namun suara yang menggelegar menyiratkan air yang mengalir melaluinya cukup deras, apalagi saat ini sedang musim hujan.



“Apa air terjun ini asli?” tiba tiba si Gallus bertanya

“Ya aslilah dek, sapa juga investor mau bikin beberapa aliran di sungai terpencil seperti ini, hahaha” jawabku sambil tertawa.

Tapi memang Coban Ciblungan ini fotogenik dan aliran yang ada pun seakan akan ditata sedemikian rupa. Aliran air yang utama berada tepat di tengah tebing, kemudian di bawah bawahnya keluar mata air memanjang melengkapi formasi khas Coban Ciblungan. Dan sekilas air terjun ini mirip dengan Air terjun Coban Sewu/Tumpak sewu namun dengan ukuran yang lebih mini.

Aku coba melangkahkan kaki dengan berhati hati kedalam aliran sungai dan ternyata sungai ini dangkal sekali hanya sebatas lutut untuk yang terdalam. Dasar sungai berpasir dan sedikit liat menjadikan air nampak coklat seperti kopi susu namun sebenarnya air yang keluar dari mata air pun sangat jernih dan menyegarkan. Jadi jangan ragu jika kalian tertarik untuk bermain air di Coban Ciblungan.



Dibeberapa sudut Coban Ciblungan ini sudah disediakan beberapa spot untuk berfoto ria untuk para pengunjung mengabadikan keindahan yang ditawarkan. Ada sebuah bilik bamboo yang dibikin sedimikian rupa hingga menyerupai sebuah pos pengamatan dan dijadikan untuk objek foto pun sudah masuk untuk tipe instagramable.

Jangan hanya puas menikmati keindahan yang ada disekitar air terjun saja cobalah tengok aliran air dan cobalah sedikit picingkan mata. sekitar 30 meter dari air terjun utama terdapat lagi sebuah aliran yang membentuk air terjun juga. Cobalah kalian datangi maka kalian akan melihat sebuah aliran deras yang sampai saat ini aku tak tau nama air terjun itu.

Harus sedikit berhati hati ketika berada disini karena air terjunnya yang berada di pinggiran sungai dengan dataran yang sedikit sempit. Aliran air terjunnya juga cukup deras menjadikan kalian harus cukup berhati hati jika ingin menyeberang maupun bermain di aliran air terjun ini.



Dalam banner yang terpasang diparkiran mengatakan sebuah slogan “Coban Ciblungan Wisata Keluarga”, mungkin bisa aku pahami karena memang coban satu ini mempunyai beberapa kelebihan diantara coban lain yang ada di lereng selatan semeru ini. Tanpa perlu berjalan jauh dan tanpa jalur ekstrim kalian sudah dapat menikmati 2 aliran air terjun yang sangat indah. Muda mudi, hingga orang tua pun aku rasa dapat berkunjung dan menikmati Coban Ciblungan.

Jadi tak usah untuk berpikir dua kali jika kalian kebetulan datang ke Malang namun bosan dengan wisata malang yang biasa disuguhkan. Cobalah tanjap gas menuju perbatasan sebelah selatan ini kalian akan menemukan keindahan lain yang belum kalian temui sebelumnya di Malang.

You Might Also Like

0 komentar

Google+ Followers

Followers

Contact Form