Travelling

Taman Nasional Baluran - Ada Afrika Di Indonesia

8/28/2014Pradikta Kusuma

Afrika yang berpindah ke Indonesia, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan keindahan dari Taman Nasional Baluran ini. Inilah hamparan savana terluas di Pulau Jawa, membuat Anda yang berkunjung ke sini serasa berada di Afrika. Di Baluran tersaji sungguhan alam menakjubkan ketika ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya untuk menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau besar yang gagah, belasan elang mencari makan, hingga lutung dan makaka yang bergelantungan.


Pada saat libur lebaran bulan lalu saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke Taman Nasional Baluran ini, sembari bersilaturahmi keluarga di daerah Banyuwangi saya pun sempatkan untuk menjelajah tempat tempat indah di sepanjang perjalanan. Ada beberapa tempat yang saya kunjungi kali ini yang akan saya ceritakan dalam cerita berseri dan bersambung seperti drama korea, haha. Atau jika kalian bermalas malasan lebih enak untuk melihat video pendek yang saya buat pada saat perjalanan, semoga bisa membuat gambaran lebih jelas akan keindahan di beberapa destinasi yang saya kunjungi di Banyuwangi. Kali ini saya memilih 3 Destinasi untuk menikmati kekayaan alam di Kabupaten ini diantaranya adalah Taman Nasional Baluran, Green Bay, dan Kawah Ijen. Untuk lebih jelas bagaimana gambaran dari ketiga destinasi kali ini silahkan kalian klik tautan video saya dibawah ini.





Perjalanan menuju Taman Nasional Baluran memakan waktu kurang lebih 6 jam dari Surabaya. Terletak di Kabupaten Situbondo dan sebagian Banyuwangi. Menempati luas area 22.500 hektar berupa hutan pesisir dan padang rumput serta diapit oleh tiga gunung, Baluran, Merapi dan Ijen. Taman Nasional Baluran dapat dicapai dari Surabaya dengan menyusuri pantai utara Jawa Timur ke arah timur, meliwati kota Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan sebelum sampai di gerbang visitor center jalan raya akan masuk ke dalam lebat hutan baluran kurang lebih 30 menit. Letak visitor center tepat setelah jalan raya akan keluar dari hutan baluran atau sebelum Desa Wongsorejo belok kekiri.



Untuk masuk ke kawasan Taman Nasional kita diharapkan melapor di visitor center dan membayar tiket masuk sebesar 10k/mobil dan 5k/orang, cukup murah tentunya. Disini pun kita dapat menggali semua informasi tentang taman nasional baluran ini.

Ada beberapa spot menarik di TN. Baluran ini diantaranya adalah padang savanna bekol dan pantai bama. Untuk mencapai kedua spot tersebut kita harus menempuh jalanan yang memebelah hutan dengan kondisi jalan yang beraspal mulus tapi mulusnya itu sekitar 10 th yang lalu, iyaaa…karena jalanan saat ini bisa dibilang hancur dan berbatu. Tapi tenang saja jalur cukup lebar dan aman untuk dilalui mobil biasa dan sepeda motor matic sekalipun. untuk mencapai savanna bekol dari pos visitor kurang lebih ada 15 km dengan waktu tempuh 40 menit. Sedangkan pantai bama berjarak 21 km. Selain jalan aspal di sekitar Bekol dan Bama tersedia jalur interpretasi baik untuk wisata biasa maupun wisata pendidikan.

Mobil pun terguncang guncang mengikuti kontur jalan yang hancur, tapi cukup menarik ya karena inilah yang dinamakan petualangan. Saya pribadipun berharap jalan selamanya akan seperti ini karena secara tidak langsung potensi pengunjung akan tidak terlalu besar dibandingkan dengan jalan yang mulus beraspal. Karena sebenarnya potensi pengunjung yang besar akan sangat berpengaruh terhadapa kelestarian dan ekosistem di dalam kawasan Taman Nasional Baluran ini.  


Afrika Di Indonesia

Kepala Banteng

Selepas jalur di lingkupan hutan hijau maka kita akan disajikan dengan hamparan padang berwarna kecoklatan. Inilah artinya bahwa kita sampai di Savanna Bekol. Pada saat menyetir mobil di kawasan ini pun saya seperti sedang melakukan savari di Negara Kenya, bagaimana tidak sejauh mata memandang hanya padang rumput gersang dengan beberapa penghuninya yang mulai bermunculan. Saya sangat beruntung kala itu dapat menyaksikan sekumpulan banteng tepat dihadapan, segera saya memarkir mobil dan mengabadikan momen langka tersebut. Mengapa langka??? Yaaa, karena musim kemarau seperti ini waktu yang tepat untuk kita berkunjung ke TN.Baluran karena semua penghuni akan keluar disekitaran sabana pada saat pagi dan sore hari. Hal ini bisa terjadi karena secara naluri mereka akan mencari air dan keluar dari hutan hutan yang kering, disekitar bekol ini telah dibuat penampungan air pada saat musim kemarau. Menurut kabar yang beredar jumlah banteng hanya tinggal 30 ekor disini, banteng semakin menyusut karena perburuan liar dan semakin berkurangnya lahan rumput karena serangan akasia yang mematikan rumput dan hampir menguasai 10% dari kawasan TN.Baluran.

Bila kita datang pada saat musim penghujan maka tumbuhan dan air sangat berlimpah sehingga penghuni taman seperti banteng dan kerbau Liar memilih masuk ke pedalaman taman dari pada bertatap muka dengan pengunjung. Akan tetapi, beberapa kelompok rusa, merak, ayam hutan dan beburungan lainnya bisa Anda lihat hilir mudik.


Sekumpulan Banteng

Presenter Nat Geo Wild

Selang beberapa lama giliran rombongan rusa yang hadir di savanna ini, mereka berlarian seperti kegirangan di savanna yang indah ini. Kita dapat juga melihat elang buteo dan elang ular terbang melayang mencari makan ataupun yang bertengger di atas pohon Pilang, pohon yang mirip sekali seperti pohon dalam film “Avatar”. Merak jantan yang berekor indah akan terlihat mencari makan, serta lutung yang berpindah dari satu dahan pohon ke pohon lain, serta tak terhitung ratusan jenis burung kecil. Ada sedikit cerita yang mengagumkan dari mobil kedua dengan sopir adek saya Fita. Seisi mobil pada saat perjalanan keluar TN. Baluran tepatnya di tengah hutan pun sempat melihat seekor kucing besar dengan totol totol di sekujur badannya, yang tak lain adalah Macan Tutul. Sungguh beruntung mereka karena bisa melihat langsung di alam liar. Mendengar cerita itu pun saya gembira karena masih ada macan tutul di TN. Baluran itu dan semoga mereka tetap ada sampai anak cucu saya dapat melihatnya kelak, amin.


Sekumpulan Rusa

Di Bekol terdapat menara pandang di puncak bukit Bekol yang berketinggian 64 m dari permukaan laut, dari menara ini dapat dilihat berbagai jenis satwa seperti merak, ayam hutan, banteng, kerbau liar, rusa, kijang, babi hutan dan lain-lain pada waktu pagi dan sore hari serta pemandangan yang indah di sekitar kawasan Baluran. Fasilitas lain yang terdapat di Bekol adalah 3 buah Pesanggrahan dengan kapasitas 28 orang, shelter, musola, barak jagawana, pos jaga, kantin dan tempat parkir.


Pondok Di Bekol

Negeri Sejuta Senja Dari Baluran

Ada satu spot lagi yang menarik saat kita mengunjungi TN.Baluran yaitu Pantai Bama, namun sayang saat itu saya telah kehilangan banyak waktu karena matahari sudah masuk ke peraduannya dan tak mungkin saya kesana pada malam hari karena apa yang saya cari di malam hari kecuali mematai pasangan yang sedang memadu kasih (Pasangan banteng maksudnya). Tapi lain kali saya pasti akan berkunjung kembali ke TN. Baluran ini.


You Might Also Like

7 komentar

  1. wah padang rumputnya sudah mulai menguning
    Baluran memang menyuguhkan suasana yang menyenangkan, jadi kangen pengen ke sana lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas lagi kuning jadi feel afrikanya dapet mas, ayo kesana lagi :)

      Delete
  2. Wah asyik ya kalau ke sana pas lagi musim kering, banyak pemandangan yang bagus.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling bagus memang pas lagi kemarau, berasa bgt afrikanya

      Delete
  3. Yang harus masuk agenda selanjutnya, Ijen + Baluran sekali jalan :)
    Pokoknya kalau liat Baluran bawaannya mau nyanyi lagu Raisa - Jatuh Hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Spare waktu yg banyak kalau ke Banyuwangi, banyak tempat bagus lainnya.

      Delete

Google+ Followers

Followers

Contact Form