Travelling

Gili Trawangan - Dari 3726 mdpl Menuju 0 mdpl

8/12/2014Pradikta Kusuma


Langit biru dengan gumpalan awan putih menjadi latar apik ketika berkolaborasi dengan bentangan air pantai nan jernih di depan mata. Kehangatan pun terasa saat kaki menyentuh langsung butiran pasir putih yang terpapar matahari. Laut biru jernih berseberangan dengan puncak Gunung Rinjani yang menjulang tinggi di kejauhan. Semua keindahan ini dapat kita nikmati jika berkunjung ke Gili Trawangan.

Belum berkunjung ke Lombok jika kita belum menginjakkan kaki di Gili Trawangan, yahh mungkin ini sebuah statement atau apalah namanya itu yang mengharuskan kita untuk segera meluncur ke sebuah pulau kecil yang gaungnya sudah sangat terkenal hingga keluar negeri. Gili Trawangan merupakan salah satu pulau dari rangkaian 3 pulau yaitu Gili Air, Meno dan Trawangan. Nama terakhir mungkin menjadi daya tarik yang sangat menggoda, kenapa? Disini akan sedikit saya ceritakan apa menariknya dari pulau ini.
Yang pertama bagaimana cara untuk menuju Gili Trawangan?

***

Kami menuju Gili Trawangan ini setelah menuntaskan mimpi untuk menginjakkan kaki di atas ketinggian 3726 mdpl, cerita lengkap bisa kalian baca di link di bawah ini.

Dari puncak gunung kamipun segera menuju 0 mdpl, ya permukaan laut biru di pulau yang sangat mainstream di Pulau Lombok, biarlah tapi memang terasa hambar jika kita sudah jauh jauh tanpa menyempatkan ke Gili Trawangan. Dari senaru kami menggunakan kendaraan carter yang kami pesan dari Ibu2 penjaga warung di pos masuk pendakian Senaru, disini kami mendapatkan harga 50k / orang hingga pelabuhan Bangsal. Memang sedikit agak mahal daripada kita carter mobil tetapi karena jumlah kita yang terlampau banyak maka pilihan ini yang kami ambil. Mobil tampak seperti elf tetapi dengan suara mirip truk sampah yang meraung raung. Tapi ya inilah namanya backpacker sekeras apapun cobaan hidup tetap kami nikmati.


Mobil Tempur Dari Senaru

Mobil elf renta kami meliuk liuk menembus aspal mulus di pulau ini. FYI, semua jalanan di Pulau Lombok relatif sangat mulus sangat berbeda penampakannya seperti jalur Pantura Jawa yang selalu hancur, mungkin juga di Lombok ini truk truk besar sangat jarang saya temui. Selama hampir 2 jam kami menikmati jalanan mulus ini sampai akhirnya kami tiba di Pelabuhan bangsal.

Selain dari Senaru seperti cerita kami, Akses untuk menuju Gili Trawangan sebenarnya sangat mudah dan gampang serta bisa dengan banyak cara tergantung kondisi keuangan kita, hehehe.

1 1. Dari Bandara Internasional Lombok dengan menggunakan bus Damri jurusan Senggigi (Biaya sekitar 35k - 40k), turun di pasar seni kemudian dilanjutkan dengan ojek ataupun kendaraan umum menuju pelabuhan bangsal. Dari pelabuhan bangsal dengan perahu menuju Gili trawangan (Biaya 15k) untuk perahu tradisional dengan waktu tempuh 1 jam ataupun speedboat waktu tempuh 10 menit (Biaya 75k). Untuk perahu tradisional sendiri beroperasi dari jam 7 pagi hingga 5 sore, perahu akan berangkat jika penumpang sudah penuh terlebih dahulu.

2 2. Menggunakan taksi dari Dari Bandara Internasional Lombok dengan ongkos sekitar 300k – 350k.

33. Menggunakan mobil carteran pribadi dengan harga yang bervariasi. Namun range harga carter mobil Lombok adalah sekitar 400 – 600k, tergantung tipe mobil dan lama perjalanan.

Jika dari bandara menuju pelabuhan bangsal kita melalui jalur Pantai Sengigi kita akan menemui jalanan yang emejing, ya emejing sangat indah. Selepas Kota Mataram Jalur beraspal sangat mulus meliuk liuk menghindari bukit bukit hijau di tepi laut biru. Setiap kali menengok ke arah laut hanya biru jernih samudra yang menyapa kita. Bagi penyuka fotografi sebenarnya banyak sekali spot yang menarik untuk mengabadikan landscape indah Pulau Lombok. Spot paling indah diantaranya adalah Senggigi dan Malimbu. Karena kami dikejar waktu maka aktifitas jepret2 hanya bisa saya lakukan di dalam kendaraan.


Sepanjang Perjalanan 

Pantai Senggigi

Setibanya di Pelabuhan bangsal kami langsung menuju loket pembelian tiket. Tiket sebesar 13 ribu + 2 ribu untuk asuransi segera kami tebus. Tiket berwarna kuning, sesuai arahan petugas kami harus menunggu perahu dulu sesuai dengan warna tiket. Setelah kapal siap, petugas dengan pengeras suara akan mengumumkan penumpang dengan tiket warna kuning bisa segera naik ke perahu. Di dalam perahu bukan hanya wisatawan saja melainkan juga bercampur dengan berbagai logistik bahan makanan penduduk asli Gili Trawangan. Di tengah kapal bertumpuk tumpuk sayuran, beras, gula, bir dan lain lain. Yahhh beginilah keadaan kalo kita memilih penyeberangan murah, kalau kalian menginginkan kenyamanan dan kecepatan penyeberangan bisa kalian pilih speedboat dengan waktu tempuh hanya 10 menit saja.


Pelabuhan Bangsal

Penuh Dengan Bahan Makanan

Menyeberang menggunakan perahu dapat kita tempuh selama 45 – 60 menit. Di dalam perahu angin semilir lembut membuat kita terbuai terlebih lagi dengan ayunan kiri kanan gerakan perahu yang menembus ombak. Tampak dari perahu di kejauhan Puncak Gunung Rinjani yang menjulang tinggi. Melihat puncak yang begitu runcing dan tinggi saya sebenarnya tak menyangka jika baru kemarin saya baru menginjakkan kaki saya tepat di puncak itu hingga kini saya terombang ambing di lautan lepas. Sungguh pengalaman luar biasa selama saya berada di Lombok ini. Selama penyeberangan, perahu ini melewati gili Meno dan Gili Air yang tampak sepi dari kejauhan. Tapi memang perahu untuk menuju kesana pun terbatas dan tidak sebanyak perahu menuju ke Gili Trawangan ini.


Menepi Di Gili Trawangan

Tak berselang lama perahu pun segera merapat di pasir yang tampak putih dan halus, ini menandakan kami telah tiba di Gili Trawangan. Perasaan senang dan bahagia akhirnya kami bisa tiba di pulau indah ini. Di bibir pantai banyak sekali perahu, speedboat, dan bahkan kapal pinisi yang bersandar. Kami langsung berlarian menuju papan kayu yang bertuliskan gili trawangan, kami pun bergantian untuk berfoto dan segera upload ke sosmed masing masing untuk sekedar pamer ke orang orang bahwa kami telah tiba di Trawangan. Disini kami seperti menjadi perhatian dari wisatawan lain, kenapa? Karena kami berjalan jalan di pantai dengan meemakai keril dan perlengkapan naik gunung, salah kostum bos… hahahaha. Satu lagi disini kami seperti wisatawan di negeri sendiri karena mayoritas wisatawan disini adalah wisatawan asing.


Bebas Polioooooo

Setibanya kami langsung berjalan jalan untuk mencari penginapan karena kami tak mau lagi untuk membuka tenda, badan ini sudah terlalu lelah ingin rasanya tidur di kasur yang empuk. Banyak sekali pilihan homestay disini dari yang murah hingga mahal, tapi kalian pasti sudah tahu pilihan kami jatuh ke range harga yang seberapa kan??. Homestay murah disini standar adalah 100 – 150k untuk 2 orang, namun jika kita pintar untuk menawar afgan kita bisa dapat harga dibawah itu.
Jangan terburu buru untuk menentukan pilihan homestay, jalan jalanlah dulu untuk memilih yang terbaik dengan harga yang menarik dan jangan langsung tergoda dengan rayuan calo. Harga homestay semakin ke dalam pulau akan semakin murah.
Rekomended Untuk Rombongan

Bagi kalian kalian yang datang dengan rombongan banyak (10 orang atau lebih) saya merekomendasikan 1 tempat yaitu Guest House Gunawan, berupa satu rumah full dengan 4 kamar besar masing masing kamar dengan 2 bed yang besar dan kamar mandi dalam, dapur serta perlengkapannya, 1 kamar mandi luar, halaman yang luas. Sungguh tempat yang sangat nyaman dengan harga bersahabat, saat itu kami hanya cukup membayar 600k yang kami tempati untuk 15 orang, bayankan hanya cukup 40k/orang kami dapat tidur dengan nyaman. Posisi dari Guest House Gunawan ini adalah setelah Central atau biasa disebut pasar seni di Gili Trawangan, berjalan lurus saja dengan Patokan tepat di depan masjid, untuk info lebih lanjut bisa PM saya.

Banyak sekali alasan untuk mengunjungi Gili Trawangan ini, mengapa kalian harus segera berkunjung kesana.

1.      Alam bawah lautnya menakjubkan
Tidak perlu diragukan lagi, Gili Trawangan di Lombok memang memiliki alam bawah laut yang sangat indah. Air laut di pulau ini begitu jernih, dengan gradasi warna biru hijau yang menghiasi lautnya. Karena airnya yang begitu bening, Anda pun bisa melihat ikan dan terumbu karang langsung dari atas kapal yang berlayar, tanpa harus menyelam. Tapi jika ingin menikmati alam bawah laut lebih maksimal, cobalah untuk menyelam. Jangan pernah lewatkan kesempatan bertemu ikan nemo alias ikan badut yang berenang dengan gemulai. Tidak hanya nemo, terumbu karang aneka warna juga bisa Anda temui di sana. Arus laut yang tenang menambah kenikmatan menyelam di Gili Trawangan. Kesimpulannya, alam bawah laut Gili Trawangan memang luar biasa.



2.      Bebas polusi dan kendaraan bermotor
Keunggulan Gili Trawangan dibanding pulau lain di Indonesia. Kendaraan bermotor dilarang keras beroperasi di sana. Sebagai ganti, alat transportasi yang digunakan adalah sepeda dan cidomo. Cidomo adalah sejenis kereta kuda khas Lombok, NTB. Selain itu kalian bisa menyewa sepeda untuk berkeliling pulau ini seharga 40k – 50k.

Tanpa Kendaraan Bermotor

3.      Pantai yang bersih
Selain air lautnya yang bersih dan jernih, pantai di Gili Trawangan juga tak kalah bersih. Pantai dengan pasir putih ini terbentang begitu luas tanpa sampah berserakan. Memang benar, seluruh penduduk dan turis yang datang ke Gili Trawangan amat menjaga kebersihan pulau. Jadi tak heran bila pantainya begitu bersih, dan berkilau dengan pasir yang terkena sinar matahari.

Asiknya Buat Berenang


4.      Sunset dan Sunrise
Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap barat dan timur. Jarak antar pantai ini pun tidak terlalu jauh. Cukup berjalan kaki, naik cidomo atau bersepeda. Kalian sudah bisa menikmati sunset dan sunrise di satu pulau.


Gunung Rinjani Di Seberang Sana
Sunrise Seeker

5.      Kehidupan malam
Nah, ini dia kegiatan malam yang tidak boleh kalain lewatkan saat berada di Gili Trawangan, menikmati kehidupan malam. Jejeran bar dan hingar bingar musik siap menyulap malam Anda Gili Trawangan menjadi meriah. Berbagai tawaran menarik dapat kalian pilih disini tentu dengan standar café bukan warung kopi, hehehe. Disini juga terdapat pusat makanan Central atau biasa disebut pasar seni di Gili Trawangan, mulai ramai saat senja datang dan matahari siap kembali ke peraduan. Pasar seni di Gili Trawangan berbentuk seperti jalan besar menghadap ke Pantai Tengah Gili Trawangan dengan kios dan bar di kanan kirinya. Waktu paling asyik untuk datang ke Central adalah malam hari sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu, seluruh bar dan toko di sepanjang pasar seni ini sudah buka.


Cafe Berjejer

Menikmati Malam

Mungkin itu sedikit yang bisa saya bagi di ceritakan kali ini, dan semoga bisa menjadikan panduan kalian sebelum menjelajah Gili Trawangan. Satu kata terakhir “Keep Travelling and Keep Your Feer Bebas Polioooo, woyooooooooooooo”.

You Might Also Like

5 komentar

  1. Sholawatin aja deh yaa... Semoga Yang Maha Mengabulkan, mengabulkan doa hambaNya yang kepingin jalan ke tempat ini. Aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnnn, semoga cepet bisa jadi bule disana

      Delete
  2. Thanks ya... membantu banget :)

    ReplyDelete
  3. infonya lengkap dan bermanfaat, bro!
    budget travelers yg mau ke lombok, kontak id sya ya... 👍

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Contact Form