Travelling

Dieng Plateau - Mengejar Matahari Ke Desa Tertinggi Di Jawa

11/12/2013Pradikta Kusuma


Dataran tinggi Dieng merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa, tempat ini bagaikan negeri di atas awan. Terhampar di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut membuat udaranya sejuk dan menyegarkan serta sering ditutupi kabut tebal. Karena keindahannya yang menakjubkan inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai tempat yang sakral dan tempat bersemayamnya dewa dewi. Dieng berada sekitar 30 Km dari kota Wonosobo dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara. Dataran tinggi ini memiliki banyak kawasan wisata menarik yang tersebar diantara gunung gunung berapi.

Nama ‘Dieng’ sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu  “Di”  yang berarti tempat yang tinggi dan ”Hyang” yang artinya tempat para dewa dewi. Diartikan kemudian sebagai tempat kediaman para dewa dan dewi. Ada juga yang mengartikannya dari bahasa Jawa yaitu “adi” berarti indah, berpadu dengan kata “aeng” yang artinya aneh. Memang banyak pesona yang akan kita dapatkan jika kita mengunjungi tempat indah ini.

Peta Sebaran Lokasi Wisata Dataran Tinggi Dieng
Tulisan saya kali sedikit menceritakan tentang perjalanan kami kearah timur Pulau jawa dari ibukota untuk mengejar sambutan matahari di tempat yang berbeda. 12 orang bersama sama kami melakukan lebih dari 400 km untuk sampai di dataran tinggi ini. Perjalanan dari Ibukota sampai di Wonosobo kami tempuh selama 12 jam. Memang cukup lama saya piker dan bahkan lebih lama jika saya pergi ke Surabaya dengan transport yang sama melalui jalur darat, entah kenapa..haha. Tapi biarlah yang penting kami semua dapat selamat sampai di Kota Wonosobo.

Secara sekilas kota kecil ini tampak bersih, indah dan sejuk, sungguh kota yang nyaman dibandingkan dengan Jakarta yang telah penuh dengan asap kendaraan bermotor. Tiba di terminal Mendolo kami langsung bersih diri dan mengisi perut yang keroncongan. Keramahan dan kultur jawa kembali saya rasakan di warung kecil ini, sambutan mereka tampak menyenangkan begitupun dengan sopir bus yang akan kita carter, semuanya menampakkan keramahan dan keadaan seperti ini yang jarang saya dapatkan di Ibukota.

Bis Carteran
Oke singkat cerita kitapun langsung menuju tujuan kita Dataran Tinggi Dieng. Tak butuh waktu lama untuk mencapainya, hanya sekitar 60 menit kita telah memasuki kawasan dieng. Jalur yang berliku liku beraspal mulus, disisi kanan tampak menjulang gagah Gunung Sindoro menambah keindahan perjalanan kita. Tujuan awal di hari pertama ini adalah menikmati wisata wisata di kawasan dieng, dan destinasi pertama kami adalah:

--- Kawah Sikidang ---

Dataran Tinggi Dieng termasuk salah satu kawasan yg memiliki kawah terbanyak di Indonesia antara lain Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Timbang, Kawah Sibanteng, Kawah Candradimuka dll. Kali ini kami akan mengunjungi salah satu kawah yang paling  menarik yaitu Skidang. Kawah sikidang merupakan objek wisata kawah utama dan paling terkenal di Dieng. Memasuki kawasan kawah berjejer warung souvenir dan oleh oleh. Pedagang masker pun tampak menjajakan dagangannya, memang jika kita tidak terlalu tahan dengan bau belerang bisa membeli masker untuk. Tampak dari jauh sikidang ini tampak seperti Kawah Gunung Papandayan, tapi ini versi mininya. Cuaca sangat cerah menambah keindahan kawah ini.

Kawah Sikidang
kawah sikidang merupakan arti bahasa jawa yang berarti si kijang atau si Rusa dinamakan seperti itu dikarenakan air dari kawah ini meloncat loncat seakan seperti kijang yang sedang melompat. Kita juga harus berhati hati ketika mendekati kawasan kawah, bau belerang yang sangat menyengat, asap belerang yang panas.  Kawah ini merupakan dapur magma yang masih aktif maka dari itu dituntuk kewaspadaan kita selalu.
Seorang wanita setengah baya berdiri di tengah padang tandus itu dengan mengenakan caping dan penutup hidung. Sebuah karung terhampar dengan bongkahan-bongkahan belerang ditata rapi diatasnya. Batu-batu itu dijual kepada para pengunjung sebagai souvenir khas Kawah Sikidang.

Foto Keluarga Di Bibir Kawah Sikidang
Peringatan
Kawah ini memang masih menjadi surga bagi para penduduk yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan menambang batu belerang. Meskipun baunya sangat menyengat, namun uap yang mengandung belerang ini dipercaya berkhasiat untuk menghaluskan kulit dan menghilangkan jerawat. Tak jauh dari lokasi juga terdapat kuda putih yang gagah, kuda ini disewakan untuk digunakan sesi Foto. Memang tampak gagah jika kita bisa berfoto ala koboi diatas Kuda Putih dengan berlatar kawah aktif Sikidang.


Koboi ala Kawah Sikidang

-- Telaga Warna --

Objek wisata selanjutnya yang kita kunjungi adalah telaga warna. Ditembuh hanya 5 menit naik kendaraan dari Kawah Sikidang, kita akan bertemu gerbang masuk kawasan telaga warna. Kita diwajibkan untuk membayar retribusi sebesar 2 ribu rupiah untuk menikmati nuansa alam di telaga warna, sungguh harga yang sangat sangat murah.

Gerbang Masuk Telaga Warna
Dinamakan Telaga Warna karena fenomena alam yang terjadi di tempat ini yaitu berupa pergantian warna air dari telaga tersebut. Terkadang berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi. Fenomena ini terjadi karena di dalam air tersebut terdapat kandungan sulfur cukup tinggi sehingga saat sinar Matahari mengenainya maka warna air telaga nampak berwarna warni. Memasuki kawasan telaga kita langsung disambut dengan air berwarna hijau tosca, Romantis mistis itulah kata yang tepat untuk menggambarkan nuansa disini, udara dingin menyelimuti seiring dengan datangnya kabut, benar benar nuansa yang menyenangkan.

Kabut Romantis Mistis
Kita dapat menyusuri tepian telaga ini dan ada juga balkon kecil untuk duduk bersantai sambil menikmati udara dan keanekaragaman fenomena alam yang mengelilinginya dan di antara rimbunnya pepohonan, Anda bisa menyaksikan keindahan telaga berwarna-warni ungu cantik, bergradasi dengan warna hijau di tengah, dan hijau pucat di pusat telaga.

Hijau Tosca
Tidak jauh dari telaga warna dan hanya bersebelahan terdapat telaga cantik lainnya yatiu Telaga Pengilon. Telaga ini dapat digunakan untuk bercermin karena airnya yang jernih. Penduduk setempat menyebutkan bahwa danau ini bisa mengetahui isi hati manusia. Mungkin kalian penasaran, mengapa tidak mencoba datang dan lihat rupa wajah kalain di air telaga ini.

Salah Satu Sisi Telaga Warna
Di sekitar Telaga Warna Dieng tedapat beberapa gua yang juga patut untuk dikunjungi seperti Gua Semar Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati. Di depan gua ini terdapat arca wanita dengan membawa kendi. Gua ini juga memiliki kolam kecil yang airnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat kulit jadi lebih cantik. Ada juga Gua Sumur Eyang Kumalasari, dan Gua Jaran Resi Kendaliseto. Selain itu, ada pula Batu Tulis Eyang Purbo Waseso.  Gua-gua di sekitar kawasan ini sering dijadikan sebagai tempat meditasi.

Foto Keluarga

-- Candi Arjuna --

Eksotisme peradaban jaman kerajaan bercampur dengan suhu dingin pegunungan merupakan perpaduan sempurna yang akan kita temukan jika kita berkunjung ke Komplek Candi Arjuna Dieng. Candi yang telah berdiri menantang dingin pegunungan ini telah berdiri sejak abad ke 7. Candi yang berada di ketinggian 2093 mdpl ini merupakan wisata budaya dan alam sekaligus. Untuk memasuki kawasan candi kita tidak akan ditarik tiket kembali jika kita telah mengunjungi kawah Sikidang karena masih dalam 1 payung pengelola yaitu Kabupaten Banjarnegara.

Candi Arjuna
Setelah gerbang masuk kami disambut dengan hembusan dingin kabut yang melintas, sekali suasana romantis mistis merasuki diri. Suasana yang teduh dan dingin di siang itu namun sayang pemandangan pegunungan yang biasanya menjadi latar candi sejenak hilang tertutup kabut. Melangkahkan kaki kembali kita akan disambut dengan candi candi yang  seolah tak terpengaruh segala perubahan cuaca dan musim selama ribuan tahun lamanya, beberapa candi yang berada dalam satu kompleks itu tetap kokoh  berdiri. Mengabadikan situs kuno bersejarah ini dari berbagai sisi adalah hal yang layaknya tidak dilewatkan. Anda dapat berfoto dan bahkan memasuki ruang di bagian dalam candi untuk menyaksikan dari dekat mahakarya warisan leluhur yang masih utuh meski terus-menerus disepuh zaman. Berikut beberapa potret keadaan candi pada saat kita berkunjung. 


Keluarga Pecel Lele

Menurut beberapa sumber yang saya abaca komplek Candi Arjuna ini dibangun pada 809 M, Kompleks Candi Arjuna merupakan candi hindu tertua di Pulau Jawa dan tempat pemujaan Dewa Siwa. Hal ini didasarkan keberadaan Lingga dan Yoni di dalam candi utama. Selain itu, ditemukan pula beberapa arca, seperti Dewi Durga, Ganesha, dan Agastya yang kini tersimpan di Museum Kailasa Dieng. Kompleks Candi Arjuna ini ditemukan pertama kali tahun 1814 oleh seorang tentara Inggris, yaitu van Kinsbergen. Saat ditemukan, candi-candi tersebut terendam air rawa-rawa, berbeda dari kebanyakan candi lain yang biasanya terendam tanah. Proses pengeringan air rawa baru dimulai lebih dari 40 tahun kemudian. Rumput hijau seperti karpet tampak tumbuh subur di pelataran candi, membingkai kerikil yang memenuhi pelataran terdekat dengan candi.



-- Kuliner --

Mie ongklok, yap satu kuliner khas dari Wonosobo yang harus kita cicipi. Katanya sih belum ke wonosobo kalau belum mencoba mie ini, suatu kata kata yang mungkin menjadi beban untuk kita. Oleh karena itu mau tak mau kita harus mencari tempat makan mie paling enak disini, itulah tekad kami setelah lelah melangkah di objek objek wisata yang sebelumnya kita singgahi. Dengan bantuan pak Sopir bis carter kami Pak doremifasol merekomendasikan mie ongklok paling enak di wonosobo. Singkat cerita setelah sampai ditempat yang dituju, mie ongklok plus sate sapi telah tersaji di depan kita. Tak banyak bicara kami sikat habis semua.

Mie Ongklok + Sate Sapi
Tapi apa yang dinamakan mie ongklok itu??, Ongklok ternyata memiliki arti sendiri. Disebut mie ongklok karena sebelum disajikan mie ini diramu dengan sayuran kol segar dan potongan daun kucai. Kol dan daun kucai merupakan sayuran khas Wonosobo. Kucai sendiri adalah daun yang terkenal sebagai penurun darah tinggi. Setelah dicampur di sebuah gayung dari bambu, campuran mie dan sayuran tadi dicelup-celupkan selama beberapa menit di air mendidih. "Inilah yang disebut diongklok. Mie secara berulang-ulang dicelupkan di air mendidih. Cara pembuatan mie seperti ini hanya ada di Wonosobo.

Tak hanya mie ongklok dieng ini memiliki banyak ke khasan tersendiri, salah satunya adalah carica. Ini adalah buah khas dieng, berbentuk seperti papaya tapi berbentuk mini dan hanya ditemukan di daerah dieng sungguh aneh ya. Kamipun menyempatkan untuk membeli buah carica yang telah diolah untuk dijadikan oleh oleh. Rasa dari olahan carica ini menyegarkan dan manis yang membuat lidah ketagihan.

Buah Carica (Sumber)
Oleh Oleh Manisan Carica
Tak hanya makanannya saja yang khas tetapi penduduknya juga memiliki keistimewaan tersendiri. Di dieng terdapat anak anak berambut gimbal. Sebagian besar pasti langsung teringat akan Bob Marley yang menyanyi di pinggit pantai jika melihat anak anak gimbal ini, tapi bukan seperti itu. Pada suatu fase, tiba-tiba rambut mereka berubah gimbal dengan sendirinya. Berbagai penelitian untuk menyelidiki penyebabnya secara ilmiah belum membuahkan hasil. Pada kesehariannya anak-anak ini tidak berbeda dan tidak diperlakukan spesial dibandingkan teman-temannya. Hanya saja mereka cenderung lebih aktif, kuat dan agak nakal. Apabila bermain dengan sesama anak gimbal, pertengkaran cenderung sering terjadi antara mereka. Warga Dieng percaya bahwa mereka ini adalah keturunan dari pepunden atau leluhur pendiri Dieng dan ada makhluk gaib yang "menghuni" dan "menjaga" rambut gimbal ini. Gimbal bukanlah genetik yang bisa diwariskan secara turun temurun. Dengan kata lain, tidak ada seorangpun yang tahu kapan dan siapa anak yang akan menerima anugerah ini. 

Anak Berambut Gimbal (Sumber)
Rambut gimbal tidak akan selamanya bersarang di kepala si anak gimbal. Melalui sebuah prosesi, rambut ini harus dipotong karena ada kepercayaan bahwa jika dibiarkan hingga remaja maka akan membawa musibah bagi si anak dan keluarganya. Prosesi pemotongan tidak boleh sembarangan. Anak gimbal sendiri yang menentukan waktunya. Jika dia belum meminta, maka gimbal akan terus tumbuh walaupun dipotong berkali-kali. Selain ritual-ritual yang harus dilakukan, sang orang tua juga harus memenuhi permintaan anaknya. Apapun permintaan mereka, seaneh dan sesulit apapun, harus disediakan pada saat prosesi pemotongan rambut.

Karena waktu yang semakin terbatas kami tak bisa mengunjungi satu persatu tempat wisata disini dan menyaksikan kehidupan penduduknya lebih dekat lagi, Tetapi lain waktu kami bertekad untuk mengunjungi tempat indah ini kembali. Tapi memang tujuan kami sesungguhnya masih di kawasan dieng ini tapi ingin mencari sebuah tantangan yang berbeda dan anti mainstream. Nantikan saja tulisan saya selanjutnya yang akan menceritakan perjalanan mengejar matahari demi untuk mendapatkan tempat bermalam. 





You Might Also Like

12 komentar

  1. nice post mbak, foto2nya juga keren :)

    ReplyDelete
  2. Salam

    Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya Indonesia

    www.jelajah-nesia2.blogspot.com

    www.jelajah-nesia.blogspot.com


    ReplyDelete
  3. beberapa waktu lalu juga pernah kesana,, dingin banget gan !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dingin mas.. Apalagi waktu kabutnya turun.

      Delete
  4. pemandangannya adem bgt ya mas..
    seperti di surganya dunia.. :D
    amazing sekali..

    ReplyDelete
  5. Lengkap banget ceritanya, pas buat referensi wisata ke Dieng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx, hanya sekedar berbagi informasi

      Delete
  6. Akhirnya misi Dieng selesai, yuhuuu!!!
    1. Telaga Warna (Treking muterin Telaga Warna lewat jalur berlumpur)
    2. Kawah Sikidang (Yang emang mirip Papandayan)
    3. Candi Arjuna (Ketemu badut Masha yang duduk sendirian dengan tenda rei)
    4. Prau (Bagian terindah dari misi Dieng)
    Ngelakuin perjalanan berlima. 2 cewek (aku dan Bulan) serta 3 cowok yang baru kenalan Jumat sore di daerah Mampang (Jadi 2 cowok itu temennya temen Bulan). Berasa banget kalau yang namanya perjalanan itu tetap membahagiakan, baik sama teman akrab atau yang baru dikenal sekalipun.
    Bahasa aku ribet amat ribeeet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhhh mantappp, lengkap banget ceritainnya :p , 3 cowok itu bisa jadi jodoh juga lhoo.. eaaaa

      Delete
  7. JUAL BONGKAHAN BACAN DOKO SUPER
    ASLI DARI HALMAHERA SELATAN ( PULAU KASIRUTA )
    BAHAN BACAN SUPER KRISTAL MALUKU UTARA.
    Kondisi bahan ;.
    - Bahan / rough bacan doko asli bukan sintetis.
    - Bahan tua (galian lama).
    - Kualitas super kristal- Sudah tembus.
    - Bahan keras dan padat.
    - Siap gosok poles.
    - Daging utuh, tanpa kapur.
    - Tidak rapuh, tidak mudah pecah / retak.
    - Deskipsi sesuai apa adanya, harap diperhatikan dengan baik
    Daftar harga :
    1 0ns ; Rp 500rb
    5.ons Rp.1.250.000
    1.kg Rp 2.500.000
    5 kg Rp 6.000.000
    10 Kg Rp 8.000.000
    15,kg Rp.10,000,000,
    Melayani Pembelian Per Kilo Dan Per Ons Untuk Bongkahan
    Kita Juga Melayani Pembelian Luar Daerah Dan Luar Kota
    setiap pembelian perkilo dapat bonus 1 permata batu bacan dan bongkahan batu bacan ukuran kecil Origin untk yg mau pesan hub ;
    Hp.082347225054
    pin :2A846D86

    #.stock terbatas
    Siapa cepat dia dapat
    Bagi yg merasa sudah minat dan ingin transaksi pembelian dengan kami,
    Adapun cara yg kami sediakan:COD bisa silahkan datang ke alamat saya di daerah Halmahera selatan
    Alamat:Jl.Buana Seli No.76 Rt 016 / Rw 002,Desa Labuha,Kecamatan Bacan,halmahera selatan maluku utara,dan bagi peminat batu bacan di luar kota bisa kami kirim melalui jasa pengiriman seperti:JNE/TIKI/KANTOR POS,
    *Bagi peminat luar kota silahkan dikirim fotmat pemesanang sebagai berikut:
    -Nama Lengkap
    -Alamat lengkap
    -No HP(Hendpoon) yang selalu aktif
    -Jika sudah di isi formatnya silahkan CALL/SMS di nmr sebagai berikut:
    Hp.082347225054
    pin :2A846D86

    jika barang sudah kami kirim,kami berikan no.resi pengiriman barang yang anda pesan,dan kami sengaja melayani pembelian luar kota ,kami ingin cari rekan bisnis jual bongkahan batu bacan di luar kota dan siapa tau ada yang minat hubungi kami terimah kasih.Wassalam

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Contact Form