Travelling

Masjid Dian Al Mahri - Kemegahan Yang Berlapis Emas

9/18/2013Pradikta Kusuma


Di dunia terdapat 7 masjid yang memiliki kubah berlamis emas, salah satunya terdapat di Indonesia. Inilah masjid Dian Al Mahry, terletak di daerah Jalan Raya Maruyung, Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok. Masjid ini dibangun oleh saudagar kaya asal banten yang bernama Hj. Dian Juriah M. Al Rasjid. Masjid ini memiliki 5 kubah (1 kubah utama dan 4 kubah kecil) semuanya berlapis emas murni.

Perjalanan kali saya sedikit menceritakan perjalanan pendek dari kota Jakarta untuk menikmati kemegahan masjid kubah emas. Semoga tulisan saya ini sedikit bisa menjadi referensi wisata anda. Untuk mencapainya dari kota Jakarta tidaklah terlalu sulit kita bisa mengakses dari 2 jalur yang pertama melewati kota depok dari arah kampus Universitas Indonesia menuju daerah Sawangan. Yang kedua menggunakan jalur Fatmawati Jakarta menuju daerah Cinere. Perjalanan kali ini saya berangkat melewati sawangan kembali ke Jakarta melewati Cinere.

Masjid ini berdiri di areal tanah dengan luas 8000 m2 ini berdiri di atas tanah seluas 50 hektar, dan merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu bernama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri. Dari jalanan luar kemegahan masjid ini sudah terasa, Gerbang masuk yang megah menyambut kedatangan kita. Motor pun harus terparkir dengan biaya Rp. 3000, cukup murah sekali. Dari areal parkir motor tampak di kejauhan kemegahan masjid ini Kubah dengan kuning menyala tampak berbeda dengan warna hijau dari taman bunga disekelilingnya.

View Dari Depan
Taman taman tampak tertata rapi dan indah, sejuk untuk dipandang. Kami datang juga pada sore hari dimana pengunjung sudah tampak mulai berkurang. Jadi kami lebih bisa menikmati masjid ini secara maksimal. Memasuki areal masjid pintu untuk jamaah pria dan wanita dipisah. Juga ada aturan pula bahwa untuk masuk ke dalam masjid, diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat. Di dalam juga terdapat penitipan sandal dengan biaya seikhlasnya.

         

Masjid ini memiliki lima kubah yang dilapisi gold mozaik 24 karat. Bentuk kubah utama memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain pada kubah, material emas juga terdapat di mahkota pilar interior berupa serbuk emas, gold plating di tangga mezanin, capital, lampu gantung, ornamen kaligrafi langit-langit kubah dan ornament dekoratif di atas mimbar mihrab. Lima buah kubah yang terdapat di Masjid Dian AL Mahri melambanghkan makna rukun Islam. Sedangkan enam menara melambangkan makna rukun Iman.

Ornamen Eksterior
Menurut Beberapa info yang saya dapatkan dari media interner, Masjid ini disebut dengan Masjid Kubah Emas, sesuai namanya masjid ini memang menggunakan material emas dengan 3 teknik pemasangan: pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di mahkota/pilar, kedua gold plating yang terdapat pada lampu gantung, ralling tangga mezanin, pagar mezanin, ornament kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornament dekoratif diatas mimbar mihrab, yang ketiga gold mozaik solid yang terdapat di kubah utama dan kubah menara.Pengurus dan pengelola masjid tidak mengungkapkan informasi mengenai total biaya pembangunan dan juga berat emas keseluruhan yang ada di kompleks masjid ini. Hanya ada informasi ketebalan emas yang melapisi kubah. Setiap kubah memiliki ketebalan emas 2 sampai 3 milimeter. Emas kubah tersebut kemudian dilapisi lagi dengan mozaik kristal.

Tata Tertib Masuk Masjid
Menurut informasi yang saya dapatkan Masjid ini mampu menampung 15 ribu jamaah untuk pelaksanaan sholat dan 20 ribu jamaah untuk pelaksanaan majelis taklim. Kawasan mesjid ini disebut-sebut sebagai yang termegah di Asia Tenggara.

Keinginan Hj Dian Juriah membangun masjid yang megah dan indah ini dilatarbelakangi (atau didorong) untuk menunjukkan simbul dari keagungan Islam. Dengan kata lain, Hj. Dian ingin membangun sebuah masjid yang "megah" dengan satu harapan supaya nanti tempat itu dapat menggetarkan perasaan, juga menggerakkan jiwa dan meningkatkan keimanan. Sedang tujuan dari keindahan masjid yang dimaksud adalah agar masjid itu dapat “mengingatkan” semua jama`ah akan kebesaran Sang Pencipta (Sang Khalik).

Kubah Emas Sisi Samping
Bagi para pecinta Fotografer perlu di ingat bahwa di dalam masjid dilarang untuk mengambil gambar. Hal ini diperjelas dengan papang pengumuman yang tersebar. Mungkin hal ini untuk menjaga ketenangan pengunjung yang menunaikan ibadah. Pada waktu pertama kali kesini saya pun tak sadar akan larangan tersebut, bahkan saya sempat mengabadikan beberapa gambar berikut.

Langit Langit Masjid
Suasana Di Dalam Masjid
Sebelum kembali kekota Jakarta kami menyempatkan untuk merasakan Sholat maghrib berjamaah di masjid ini. Selesai sholat pekat malam pun telah menyambut kami, tapi di sisi gelap ini terpancar keindahan masjid kubah emas ini. Pancaran sinar dari lampu lampu masjid memberikan kesan siluet sinar yang indah. Tak ingin meninggalkan momen indah ini, saya mengambil kamera dan mulai membidik. Berikut beberapa foto malam yang sempat saya abadikan.

Night Shot
Indahnya Cahaya Malam

Kubah Emas Di Malam Hari


You Might Also Like

4 komentar

Google+ Followers

Followers

Contact Form