Travelling

Goa Gong - Extremely Beauty Of Pacitan

8/13/2013Pradikta Kusuma


Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Donorejo, sekitar 30 km arah Barat Daya Kota Pacitan. Goa ini merupakan goa horizontal dengan panjang sekitar 256 meter. Di dalam goa itu terdapat stalaktit, batuan kapur berbentuk kerucut di langit-langit gua, dan stalagmit, batuan kapur yang berdiri tegak di dasar goa. Dinamakan Goa Gong dikarenakan di dalam goa terdapat batuan yang dipukul akan mengeluarkan suara seperti gong. Konon katanya Goa Gong ini adalah goa paling indah di Asia Tenggara.


Pacitan kota yang terletak di ujung barat Propinsi Jawa Timur, kota ini dapat diakses melalui beberapa jalur. Diantaranya melalui kota ponorogo dengan medan jalan berkelak kelok menyusuri punggungan bukit. Skill mengendarai mobil bisa diuji di jalur ini, dan yang kedua melalui kota solo dengan medan jalan yang lebih lebar dan tikungan yang tidak setajam jika kita melalui jalur Ponorogo. Kota ini sekilas tampak kecil dan sepi tidak banyak lalu lalang kendaraan di pusat kota apalagi jika malam hari telah datang. Namun saat ini kota pacitan telah bersolek dengan penataan kota dan promosi akan kekayaan wisata alamnya, apalagi Presiden Kita Pak SBY pun asli berasal dari kota Pacitan ini.

View Menuju Pacitan

Pacitan sendiri terkenal sebagai kota seribu goa karena banyaknya goa di daerah ini. Hal ini tak mengherankan karena kota ini dilintasi pegunungan kapur yang membentang mulai daerah Kebumen di Jawa Tengah, berlanjut hingga kabupaten Gunung Kidul, terus ke timur hingga Pacitan, lalu Ponorogo, Trenggalek, Malang, hingga berakhir di Jember. Ciri khas pegunungan kapur adalah adanya goa-goa bawah tanah yang terbentuk dari aliran air yang melarutkan batuan di sekelilingnya, selain permukaan yang gersang dan hanya bisa ditumbuhi pohon tertentu seperti jati.

Goa Gong sendiri dapat diakses dari pusat kota Pacitan kea rah barat kurang lebih 30 km atau sekitar 45 menit berkendara melalui jalan Solo – Pacitan. Petunjuk untuk menuju goa ini cukup jelas, jalanan menuju goa gong juga cukup baik.



Pintu Masuk Goa Gong

Memasuki kawasan wisata Goa Gong kita diharuskan membayar retribusi sebesar 5000 per orang, suatu harga yang cukup murah tentunya. Dari areal parkiran kita diharuskan berjalan sejauh 200 m untuk menuju mulut goa. Sebelum memasuki pintu goa akan banyak penjaja senter, jika kita ingin lebih untuk menelisik sela sela goa kita bisa menyewa senter ini dengan biaya 5 ribu. Para pengunjung pun berjubel di mulut goa antri untuk masuk, keadaan yang sangat ramai dikarenakan saya berkunjung tepat saat libur lebaran.

Mulut Goa

Begitu memasuki goa, Anda akan langsung takjub dengan indahnya stalaktit dan stalakmit di dalamnya. Di atap goa Stalaktit menggantung dengan indahnya, di dasar goa muncul stalakmit gagah yang menjulang tinggi, di dinding goa terdapat guratan guratan indah bak permadani mahakarya sang pencipta. Cahaya berwarna-warni dari lampu menambah pesona interior goa ini. Semua keindahan ini seakan menghipnotis pikiran kita.
Hal unik lainnya dari goa ini adalah adanya bagian-bagian goa yang diberi nama. Stalaktit dan stalakmit diberi nama Selo Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin dan lain lain.

Stalaktit & Stalakmit


Sorotan Lampu Menambah Kesan Artistik


Goa Terindah


Guratan Indah Bak Gorden Surga


Anda tak perlu khawatir dengan gelap dan licinnya goa karena dalam goa ini sudah dibangun tempat berjalan yang dilengkapi tangga, pagar pengaman, dan lampu. Namun tentu Anda tetap harus berhati-hati dan bersikap sopan dalam goa ini.

Jalur & Pagar Pengaman




Goa Gong ini juga memiliki beberapa ruangan berjumlah 7 yang mempunyai nama nama tersendiri. Saya lupa beberapa nama ruangan tersebut, menurut info di dalam ruangan kelima yang merupakan ruangan terbesar pernah diadakan konser musik 4 negara untuk mempromosikan Goa Gong ke dunia internasional. Dan ruang ketujuh merupakan tempat dimana terdapat batu gong, dimana jika batu ini dipukul akan mengeluarkan suara menyerupai gong. 

Istana Bawah Tanah


Sorot Lampu Yang Berubah Ubah


Pilar Pilar Goa




Keluar dari dalam goa para pengunjung langsung bisa langsung menuju pintu keluar, disekitaran pintu keluar ini terdapat beberapa kios yang menawarkan pernak pernik, oleh oleh, makanan. Dan yang cukup menarik di komplek ini adalah Pasar Akik, pasar yang banyak menawarkan bermacam macam batu akik, dan rupa perhiasan lainnya. 

Pasar Akik


Cincin Akik


Dari semua keindahan yang ditawarkan Goa Gong ini ada beberapa yang menurut saya agak kurang. Yang pertama adalah Kawasan wisata ini kurang dikelola dengan cukup terutama untuk estetika keindahan di luar goa, lingkungan masih terkesan semrawut dengan lahan parkir yang menurut saya kurang tertata dengan rapi apalagi jika keadaan sedang ramai atau peak season. 

Yang kedua adalah perilaku Fotografer komersil yang cukup banyak di dalam goa, mereka dengan seenaknya keluar dari pembatas pagar dan berjalan di atas stalakmit goa. Hal yang seharusnya tidak perlu dilakukan, karena kebanyakan stalakmit & stalaktit akan mati bertumbuh jika kita menyentuhnya dan perlu diketahui juga bahwa pertumbuhan stalakmit & stalaktit aktif hanya ukuran milimeter saja setiap tahunnya.

Yang Ketiga adalah perilaku pengunjung, seperti halnya tingkah para fotografer komersil para pengunjung juga lumayan banyak yang dengan seenaknya keluar pembatas jalur dan berjalan diatas stalakmit, mereka hanya bertujuan untuk foto foto. Sungguh disayangkan perilaku seperti ini dilakukan, sepatutnya kita turut menjaga keindahan dan kelestarian goa gong dan goa goa lainnya. 


You Might Also Like

0 komentar

Google+ Followers

Followers

Contact Form