Mountaineering

6 Alasan Gunung Andong Cocok Bagi Pendaki Pemula

3/13/2018Pradikta Kusuma


Bagi kalian para pecinta travelling pasti yang namanya mendaki adalah salah satu dari beberapa kegiatan yang bisa kalian lakukan. Tapi mendaki adalah hal yang bisa dikatakan khusus dan tak semua orang mampu untuk melakukannya. Tapi aku yakin di dalam hati setiap orang yang menyukai travelling pasti di dalam hati kecilnya terwujud satu keinginan untuk bisa mendaki gunung.

Apalagi pada saat sekarang ini berbagai lini masa sangat sering menampilkan gambar keindahan keindahan yang ada di puncak puncak gunung. Perlahan demi perlahan hal itu membuat perubahan. Semakin banyak saja kalangan yang ingin mendaki gunung pada akhirnya. Namun untuk para pendaki pemula pasti banyak pertimbangan untuk memulai pendakian.

Salah satu rekomendasi gunung untuk pendaki pemula adalah Gunung Andong. Kenapa gunung dengan nama unik ini? mari simak beberapa point yang menjadi pendapatku kenapa Gunung Andong layak bagi para pendaki pemula.

1.      Tingginya Ramah Untuk Para Pendaki Pemula

Dengan ketinggian 1726 mdpl, Gunung Andong bisa aku katakan memiliki ketinggian yang sangat ramah untuk para pemula. Tak perlu waktu lama untuk dapat menggapai puncaknya. Tak perlu juga membawa peralatan pendakian yang berlebih, karena memang hanya cukup berjalan kurang lebih 2 – 3 jam saja mendaki, tergantung kekuatan fisik juga sih ya.

Jalur dari basecamp sampai dipuncak bisa dikatakan terus menanjak dan minim jalur landai namun masih bisa dikatakan nyaman karena jalur memang tak terlalu panjang. Ketinggiannya yang tidak terlalu ekstrim cukup aman untuk dikunjungi para pendaki pemula, sembari lebih mengenal tentang esensi pendakian gunung itu sendiri.




2.      Jalur Pendakian Yang Aman Dan Mudah

Ada beberapa jalur pendakian untuk mencapai puncak andong. Namun yang paling umum dan mudah yaitu melalui Dusun Sawit. Basecamp pendakian pun sangat mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi, karena memang basecamp masih terletak satu wilayah dengan kawasan wisata Kopeng yang terkenal di Kota Salatiga.

Jalur pendakian yang ada pun bisa dikatakan cukup mudah karena sepanjang jalur sudah tertata dengan rapi, medan berbentuk tangga dari batuan maupun perbaikan jalur menggunakan bambu. Titik titik ekstrem pun tak ditemui sepanjang jalur pendakian.



Tak perlu juga khawatir untuk tersesat karena rambu rambu yang menunjukkan jalur menuju puncak sangat banyak terpasang di beberapa persimpangan jalur. Di tengah perjalanan pun terdapat 2 pos yang dapat dijadikan para pendaki untuk beristirahat maupun berteduh disaat cuaca sedang hujan.

3.      Pemandangan Yang Indah

Meski ketinggiannya tak seberapa, Gunung Andong dapat aku katakan memiliki pemandangan sekelas gunung diatas 3000 mdpl. Kok bisa? Ya karena memang pemandangan dari atas gunung Andong ini begitu mempesona. Deretan pegunungan yang berada disekitarnya pun nampak gagah seperti Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, dan Telomoyo.

Hamparan kota magelang dan salatiga dikejauhan pun menambah latar pemandangan yang menarik. Apalagi jika malam telah datang, kelap kelip lampu kota berpadu dengar cahaya bintang menjadi perpaduan yang sangat sempurna. Menyeruput secangkir kopi panas ditemani pemandangan yang aduhai pasti akan membuai setiap pendaki Gunung Andong.


Merbabu dan Merapi berdiri dengan gagah


4.      Ada Warung Di Puncak

Ini salah satu keistimewaan dari Gunung Andong. Jadi kalian tak perlu membawa logistik terlalu banyak karena diatas puncak gunungnya terdapat sebuah warung yang menjajakan menu cukup lengkap. Seperti teh hangat, gorengan, mie, hingga nasi pecel. Untuk harganya pun masih terbilang standar untuk ukuran warung di Puncak Gunung, teh hangat hanya 3 ribu, dan gorengan 2 ribu per bijinya.


Gunung Sumbing mengintip diantara awan
Cukup bawa daypack saja jika kalian males malesan bawa logistik yang berat itu. Tapi jika kalian menganut kepercayaan “Hemat pangkal kaya” maka disarankan untuk membawa logistik yang mencukupi untuk dimasak diatas puncak Gunung Andong. Kalian pun bisa menginap didalam warung jika memang tak membawa tenda, tapi dengan catatan saat keadaan gunung tak begitu ramai karena warung yang ada tak terlalu besar dan hanya dapat menampung beberapa pendaki saja.

5.      Terdapat Sumber Air

Air adalah kebutuhan pokok setiap manusia, terutama bagi para pendaki yang melakukan aktifitas fisik dan sangat bergantung pada cairan satu ini. Untuk Gunung Andong sendiri para pendaki tak terlalu dipusingkan untuk manajemen air. Karena di tengah perjalanan antara pos 2 dan puncak tepat disamping jalur akan ditemui sebuah pancuran air jernih yang bisa dimanfaatkan. Walaupun tidak tepat berada di puncaknya, keberadaan pancuran air ini sangat penting bagi para pendaki di Gunung Andong.




6.      Cocok Untuk Tektok

Tektok bahasa keren para pendaki gunung untuk kegiatan naik sebuah gunung yang hanya ditempuh pulang pergi dalam satu hari. Nah, Gunung Andong ini sangat cocok untuk kegiatan “Tektok” itu, karena dari basecamp hingga puncak bisa ditembuh hanya 2 jam. Jadi untuk pulang pergi kalian hanya butuh waktu 4 jam saja. Tapi biasanya “Tektok” ini dilakukan oleh para pendaki yang sudah terbiasa naik gunung saja. Tapi untuk para pemula pun apa salahnya jika kalian mampu. Tapi terlalu sayang jika ke Andong hanya sebentar saja, butuh setidaknya satu malam menginap untuk lebih merasakan keindahan di Gunung Andong.


Mungkin seperti itu beberapa alasan Gunung Andong cocok untuk para pendaki pemula. Dengan keindahan dan kemudahannya sangat cocok untuk menanamkan dasar dasar pendakian gunung sebelum melangkah mencoba dan merasakan gunung yang lebih tinggi dan lebih berat. Walaupun tingginya tak seberapa, segala persiapan matang tetap harus dilakukan. Berburu pengalaman dan keindahan Gunung Andong memang menjadi tujuan, tetapi keselamatan pun harus tetap menjadi perhatian utama.


“How To Get There?”

Dari Jogja, arahkan kendaraan kalian menuju Magelang dengan melewati Jalan Raya Jogja-Magelang. Lama perjalanan diperkirakan sekitar 1,5-2 jam. Setelah sampai di perempatan Artos, arahkan kendaraan menuju ke arah Salatiga dengan mengambil jalur ke kanan. Setelah melewati Terminal Tidar, kalian akan menemukan perempatan berlampu merah. Dari situ, ambil jalur ke kanan hingga pasar Ngablak. Sebelum Pasar Ngablak perhatikan tulisan petunjuk arah menuju basecamp sawit.

Dari Salatiga, Start dari jalan raya Semarang Solo tepatnya di terminal Pasar Sapi Salatiga, kemudia belok ke arah Magelang (jalan raya Salatiga – Kopeng) lanjut ke arah magelang hingga tiba di Pasar Ngablak. SetelahPasar Ngablak perhatikan tulisan petunjuk arah menuju basecamp sawit.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Aku belum nyampe Andong dong,, padahal mayan deket ya kalo dari Semarang. Btw, itu kalo ke Andong mirip piknik biasa gitu yaa,, bentar doang,, tapi cakep. Ya ampun jadi pengen naik Andong jugaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lho deket banget dari semarang, kemarin diajak gak mau sih, haha. Mendaki gak lama kok tapi pemandangan yang di dapet dijamin juaraaa

      Delete

Google+ Followers

Followers

Contact Form