Goresan Alam

Memotret Malam Yang Bertabur Bintang [TIPS]

4/15/2016Pradikta Kusuma


Duduk terdiam di malam yang cerah ini aku coba mendongak ke atas dan melihat hamparan canvas langit besar ciptaan Tuhan. Bersinar sangat terang berbagai gugusan bintang sebagai penghias malah itu.

Aku adalah pengagum langit malam, seakan terhipnotis aku terpana melihat cahaya bintang berjuta tahun cahaya jaraknya dari Bumi. Dan dengan disini pun aku kian sadar betapa besar kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan gugusan bintang di angkasa sana.

Ribuan Bintang
Tapi pernahkah kalian terbersit untuk mengabadikan momen momen yang ada pada malam hari pada sebuah bingkai Foto?, dan aku kira sebagian banyak dari kalian pasti juga pernah mencoba untuk mengabadikan dan mencoba mengambil foto dalam malam, tapi hasilnya kurang maksimal? Apa Benar?

Memang mengambil foto dalam keadaan gelap atau kurang cahaya seperti pada malam hari memang membutuhkan sedikit ketrampilan dalam fotografi. Tapi tenang saja, siapapun pasti bisa mengabadikan momen malam dengan bintang bintang dengan sedikit tips berikut.


1. Persiapkan Peralatan
Mau tak mau memang peralatan yang mendukung bagaimana keberhasilan kita untuk membekukan momen malam, tak perlu kamera atau lensa mahal yang penting adalah kamera yang mendukung mode manual saja, itu cukup.

  • Kamera (Yang mendukung mode manual), GoPro juga bisa lho asal tipe yang bisa manual seperti Hero 3 Black dan Hero 4.
  •  Lensa (Semua tipe lensa bisa digunakan)
  • Tripod, Ini perlengkapan wajib untuk menstabilkan kamera dari gerakan tangan.
  • Senter, nantinya untuk menyinari background objek yang difoto.
  • Kopi, dan ini juga wajib agar mata kita tetap fokus :D

Dan setelah semua perlengkapan komplit maka langkah selanjutnya adalah seperti ini, ikuti saja dan ini mudah. Serius !

Malam Di Puncak Gunung Slamet

2. Langit Malam Yang Cerah
Langit malam yang cerah itu seperti apa sih?. Oke definisinya seperti ini ya, langit malam yang terbebas dari polusi cahaya adalah langit tidak diterangi oleh cahaya-cahaya lampu kota dan langit bersih dari polusi udara(asap), awan maupun kabut.

Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah mata kita dapat melihat banyak bintang dilangit. Jika hanya satu atau dua bintang yang terlihat maka bisa jadi polusi cahaya sudah sangat tinggi. Tempat terbaik untuk memotret bintang adalah di desa, pegunungan, tepi pantai ataupun tempat yang jauh dari lampu-lampu perkotaan.

Langit Prau Yang Sangat Cerah
Langit Malam Yang Terselimuti Mendung Tebal
Oke, setelah dua persyaratan diatas di dapatkan maka selanjutnya adalah kita berkutat dengan setting kamera. Disini aku menggunakan kamera DLSR entri level Canon 650 D dengan lensa standar bawaan yaitu 18 – 55 mm dan kamera action GoPro Hero 4 Silver.

3. Perkirakan Kompisisi Gambar Yang Pas
Letakkan kamera di tripod, kemudian fokuskan lensa ke Infinity atau tak hingga. Itu sih teorinya, namun untuk lensa yang tak mempunyai fitur ini seperti pada lensa 18 – 55 mm seperti punyaku ini bisa mengambil fokus benda terjauh yang bisa difokuskan. Seperti tenda atau teman kalian yang akan difoto nanti.

Tenda Bisa Menjadi Pemanis Yang Sangat Manis
Narsis Juga Pasti Hal Yang Wajib
Untuk kalian yang sedang camping di gunung atau dimanapun coba untuk menyalakan senter yang diletakkan di dalam tenda, karena nantinya tenda yang disinari ini akan menjadi sebuah pemanis foto yang sangat menarik.

Dan yang terpenting disini adalah perasaan, karena tanpa perasaan hasil foto yang kita dapatkan juga tak maksimal.

4. Setting Kamera
Lensa kamera yang aku punya 18 – 55 mm dengan bukaan maksimal f3.5 dan untuk bisa mendapatkan hasil maksimal biasanya aku menggunakan settingan sebagai berikut, ini berlaku untuk semua kamera yang mempunyai setting manual seperti DLSR dan GoPro.

Setting Manual Pada Kamera DSLR
  • ISO 1600 (Semakin tinggi nilai ISO maka kepekaan terhadap cahaya juga makin besar, namun hal itu juga berbanding lurus dengan foto yang semakin banyak noise).
  • f3.5 ini bukaan terlebar dari lensa 18 – 55 mm, untuk lensa lain nilai f bisa berbeda beda tapi coba kalian atur mentok sampai nilai yang terkecil.
  • Exposure time 30 detik, 30 detik itu adalah waktu maksimum agar bintang tetap seperti titik, bukan sebuah garis. Kalau lebih dari 30 detik, maka bintang akan seperti berjalan dan nampak seperti apa yang kita sebut sebagai light painting.
  • Kualitas gambar (RAW + L), file RAW atau file mentah akan memudahkan kita untuk mengatur pencahayaan dalam proses editing nantinya dibandingkan dengan file JPEG yang merupakan file matang yang sudah di proses oleh kamera. Kecuali untuk GoPro file ini tidak bisa didapatkan karena setting default dari GoPro adalah file JPEG.
Hasil Foto Menggunakan GoPro


5. Memotret Malam Hari
Dan setelah semua langkah langkah selesai. Mulailah mengarahkan kamera ke atas khusus nya langit malam yang berlatar belakangkan bintang bintang. Setelah anda yakin siap untuk memotret bintang, pastikan tripod & kamera sudah terkunci dan tidak ada gerakan sedikitpun pada kamera & tripod.

Tekan shutter dan biarkan kamera memotret langit selama 30 detik. Yang perlu diperhatikan pada saat proses pemotretan dilarang menggerakkan kamera maupun tripod karena sedikit getaran saja bisa membuat foto blur (Tak fokus).

Edelweiss Diantara Bintang Bintang
Foto tanpa kehadiran muka kita juga nampakknya kurang sempurna ya, dan jika kalian ingin foto malam dengan keberadaan kita, ini juga ada teknik tersendiri. Yaitu teknik berdiam diri, haha. Iya kalian harus berdiam diri selama 30 detik tanpa bergerak hingga proses shutter selesai. Pada saat shutter sedang berlangsung coba sinarilah menggunakan senter kawan kalian yang berdiri dengan sekali penyinaran.

Akhirnya Ketemu Milky Way
Jika gagal, ulangi dan ulangi selalu karena dengan pengalaman teknik memotret kalian akan berkembang dengan sendirinya.

Selamat mencoba dan selamat memotret langit malam yang bertaburkan bintang-bintang.

You Might Also Like

7 komentar

  1. Kalo kamera hape gmn om? Cm punya ginian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa juga mas, asal ada setting manual, bisa ubah angka ISO, dan bisa atur shutter sampai 30 detik.

      Delete
  2. ini yang saya belum berhasil juga. Terus praktekin, ah :)

    ReplyDelete
  3. Coba minta settingan gopro nya mas... Yg di atas aku ga paham

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama saja dasarnya mas, cuman kalo GoPro cuman ada setting shutter speed dan ISO untuk bukaan kamera GoPro sudah otomatis.

      Delete
  4. mantap infonya gan terimakasihhhh 👌

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Contact Form