Travelling

Situ Gunung - Menikmati Alam Walaupun Terhalang Aturan

3/28/2014Pradikta Kusuma


Situ Gunung adalah sebuah danau buatan di kaki Gunung Gede Pandrango dengan ketinggian 970 mdpl. Terletak di kabupaten Sukabumi tepatnya di daerah Kadu Dampit 16 km dari pusat kota. Tempat yang sangat cocok untuk alternatif liburan dengan biaya murah. Objek wisata ini menyuguhkan keindahan alam dan hawa yang khas pegunungan, semua hal itu akan memanjakan kita semua yang mengunjungi situ gunung.


Cerita perjalanan kali ini berawal dari kebosanan saya menghirup udara bercampur asap knalpot di kota Jakarta. Hampir setiap hari saya merasakan kepenatan dalam bekerja di kota ini apalagi pada saat berangkat ataupun pulang kerja. Oke, maka dari itu saya sempatkan meluangkan waktu untuk browsing di internet mencari tempat yang cukup dekat, indah, bisa untuk melepas kepenatan para pekerja seperti saya. akhirnya saya menemukan sebuah referensi yang bernama Situ Gunung. Sekilas dari gambar danau ini cukup indah dan menarik untuk dijadikan Camping ceria sabtu minggu. Okeee,,akhirnya sayapun membuar racun di Group saya “Traveliciousers”, sebuah grup pecinta jalan jalan dengan biaya seminim mungkin. Saya pun membuat itinerary perjalanan dan akhirnya terkumpul 7 orang fix yang akan mengikuti campcer kali ini.

Eittss..sebelum membaca catatan saya dibawah alangkah baiknya menonton video pendek yang saya buat dalam perjalanan kali ini. Siapa tau bisa sedikit menginspirasi atau juga mungkin ini hanya iklan :)





6 orang berangkat dari Jakarta dan Bogor serta 1 orang lagi berangkat langsung dari bandung. Untuk menuju Situ Gunung dapat ditempuh sekitar 68 km dari Bogor. Kali ini kami menggunakan motor untuk mencapainya. Hampir 2,5 jam kami bertempur dengan macet dan lubang di jalan raya bogor – sukabumi, sungguh perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu jauh tapi sangat melelahkan. Untuk mencapai Situ gunung sebenarnya sangat mudah, kalau dari bogor kita harus menuju Cisaat. Dari cisaat rambu menuju situ gunung sudah sangat jelas. Sebagai patokan jalan menuju situ gunung adalah jika ketemu polres kita harus belok kiri jika kita dari arah bogor. Dari pertigaan Cisaat hanya tinggal 30 menit lagi untuk mencapai situ gunung dengan kondisi yang cukup baik dengan beberapa titik jalan yang rusak.

Peta Kawasan Situ Gunung (Sumber)
Disaat kita memasuki gerbang wisata kita langsung diarahkan menuju sebuah kantor, yang menurut saya ini adalah kantor penjaga TN.Gede Pangrango. Mungkin juga petugas di gerbang mengetahui bahwa kita akan camping makanya langsung diarahkan ke kantor. Didalam kantor kami pun segera registrasi dengan biaya camping 20k per orang dengan tambahan 6k permalam / orang. Woww…harga yang cukup mahal bagi kami, tetapi setelah saya telusuri ternyata kantor ini bukan kantor Taman Nasional melainkan kantor swasta pengelola situ gunung yang bernama Situ Gunung Park. Terbersit sedikit keraguan setelah kawasan ini saya ketahui dikelola oleh pihak swasta. Akhirnya pun kami diantar seseorang untuk menunjukkan tempat camp kami dan alangkah terkejutnya kami hanya diperbolehkan camp di lapangan belakang kantor registrasi. Kami pun langsung menolak, karena tujuan awal kami kesini adalah camp dengan view Situ Gunung. Akhirnya dengan berbagai alasan kami tidak mendirikan tenda di tempat yang disediakan dan berasalan kami ingin menikmati keindahan danau terlebih dahulu.

Gunung Gede Pangrango Mengintip
Untuk menuju Danau kita harus mengambil arah kiri jika memasuki gerbang masuk. Kita harus menyusuri jalan lebar dengan kondisi menurun sekitar 15 menit. Pohon pohon rindang menemani langkah kita kala itu, nyanyian burung burung pun seakan memberikan semangat riang yang mungkin mereka juga tahu kalau kami sedang kecewa karena permasalahan tempat camp. Tak begitu lama Nampak air danau dari kejauhan, sekilas danau tampak bersih dengan rumput rumput hijau yang tertata rapi. Hmmmm…mungkin ini perbedaan jika suatu tempat dikelola oleh swasta dan pemerintah. Pengunjung kala itu tak begitu ramai walaupun hari ini adalah sabtu.



Kami pun segera melakukan perundingan bagaimana ini sebaiknya, apakah kita akan tetap camp di lapangan ataukah memaksa membuka camp di tepian danau. Akhirnya diputuskan kami akan membuka camp di tepian danau dengan segala resikonya (Intinya siap di marahin pengelola). Setelah mencari spot kita akhirnya membuka tenda dengan ala kadarnya terlebih dahulu untuk berjaga jaga jika kita nanti diusir kita lebih gampang untuk packing kembali. Sebenarnya tempat kita camp ini sangat indah. Situ Gunung terhampar di depan mata dengan backgraound puncak Gunung Gede sebelah kanan dan Pangrango disebelah kiri. Sungguh pemandangan yang aduhai. Disini pun menggelar matras dan memulai ritual memasak camilan dan kopi. Sungguh indah dan nyaman ditemani dengan kawan kawan yang selalu riang. 

Tenda Sempat Berdiri
Masak Masak

Tapi keadaan ini tak berlangsung lama, ada seorang petugas yang menghampiri kita dan segera melarang kami untuk membuka tenda di sekitar danau. Akhirnya perdebatan kecil antara saya dan penjaga pos pun berlangsung, dan nada saya sempat meninggi saat beradu argument. Tapi ahh sudahlah dari pada ribut rebut saya pun berkata “Kami akan pergi dari sini asalkan uang kami kembali 100%. Oke deal, uang kami kembali asal kami keluar dari sini. Sekilas tampak kami ini tampak diusir oleh pihak pengelola, dan mereka pun tak pernah menyampaikan alasan kenapa kami dilarang untuk camp di tepian situ gunung. Mereka hanya bilang kalau ini aturan dari dulu. Aturan kan memang untuk dilarang pak…hahahaha. Bagi kami yang pecinta keindahan ini adalah view bukan semacam camp dilapangan seperti anak Pramuka Pak.

Situ Gunung

Cuaca Sangat Cerah

Dari semua permasalah ini kami akhirnya memutuskan untuk packing kembali namun tidak langsung untuk kembali melainkan akan menikmati terlebih dahulu suasana di Situ Gunung ini.  Di situ gunung ini kita dapat menaiki perahu keliling danau dengan biaya 7k / orang. Tersedia juga penjual makanan dan minuman disekitar tepian danau jika memang perut kita keroncongan. Fasilitas MCK dan mushola pun tersedia cukup baik di kawasan ini. Di kawasan situ gunung ini pun terdapat beberapa spot yang menarik diantaranya ada 2 air terjun.

Yang pertama adalah air terjun Cimanaracun, air terjun terdapat tidak jauh dari kawasan situ gunung. Kita dapat mencapainya melalui jalur dari Mushola di tepi danau ataupun jalan lebar berbatu menuju bekas resort. Kita hanya perlu tracking santai sekitar 20 menit maka kita akan tiba di curug cimanaracun. Air terjun dengan debit air yang sangat kecil tapi cukup indah untuk sekedar santai menikmati alam. Jika kalian berkunjung sempatkanlah untuk berkunjung kesini.

Curug Cimanaracun


Yang kedua adalah curug Sawer. Curug yang juga terdapat di kawasan situ gunung, namun terletak lumayan jauh dari kawasan danau. Kita harus melakukan trekking santai sekitar 1 jam untuk mencapai curug ini. Namun sayang pada kesempatan kali ini kami tidak dapat berkunjung ke curug sawer dikarenakan waktu yang semakin mepet karena insiden pengusiran.

Curug Sawer (Sumber)

Karena waktu yang semakin sore dan kami masih belum juga membuka tenda akhirnya kami putuskan untuk segera keluar dari kawasan ini dengan perasaan kecewa yang berkecamuk dalam dada, hahaha dan menuju tempat lain untuk berkemah. Nantikan cerita perjalanan kami selanjutnya untuk mencari tempat berkemah selepas dari situ gunung ini.



You Might Also Like

19 komentar

  1. Sayang ya kalau tempat secantik itu terlalu dikomersialisasikan

    ReplyDelete
  2. potensi wisata indonesia sangat besar apalagi jika dikelola dengan profesional akan memberikan banyak devisa

    ReplyDelete
  3. Mas jadi intinya ga boleh camping? Lebih baik bawa mobil atau motor?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mbak, tapi enggak bisa di dekat danau harus di tempat yang disediakan yang menurutku viewnya kurang bagus karena di tengah pepohonan.

      Delete
  4. Mantap betul informasi petualangannya, salam kenal dari lereng Rinjani

    ReplyDelete
  5. Nice...
    Ditunggu kunjungannya ke Rinjani.
    Trimakasih

    ReplyDelete
  6. Mungkin kalo ada yang camping di tepian danau, pada ikutan semua, jadinya pengunjung lain yg datang malah tidak bisa menikmati view, karena semuanya tenda di tepi danau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan masalah itu, kami tanya alasan kenapa ga boleh buka tenda mereka juga tidak mau menjawab.

      Delete
  7. 30 tahun lalu saya sering camp di tepian situ dan tidak ada yg melarang. Setiap berangkat/turun dr Pangrango-Gede pasti kami istirahat dl disitu. Sedih sekali sy mendengar ceritanya sekarang dr anda. Sebuah kesalahan besar melarang manusia yg ingin menyatu dg alam (tentu bukan alam yg di''jinakkan'')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sayang sekali tempat indah seperti situ gunung sudah di komersialisasi

      Delete
  8. Januari Insyaallah mau kemping disini juga, tapi klo dilarang gimana ya.... :(

    ReplyDelete
  9. kawan saya pernah ke situgunung (akan naik mendaki) dan memang sempat melihat macan kumbang sedang minum di danau.

    Kemarin Feb 2016 kesana, camping di dannau boleh cuma jam 06.00 sdh harus dibereskan. Akhirnya kami camping di shelter terdekat saja, karena memang saya dan keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung masih diperbolehkan, dulu kami baru buka tenda udah diusir saja, hehehe

      Delete
  10. Wih...tempatnya keren banget, pas bgt klo buat liburan sambil camping nikmatin udara segar disitu. kalau sekarang gmn ya dengan aturan yang ada disiu, sudah dizinkan untuk dijadikan tempat kamping atau belum?

    ReplyDelete
  11. tempatnya i9ndah banget, next time kalo udah lebaran mau camping ah disini. mantapp

    ReplyDelete
  12. Seru Banget Bisa Naik Gunung Rame2 Bersama Teman2

    ReplyDelete
  13. thanks informasinya sangat menarik...

    ReplyDelete

Google+ Followers

Followers

Contact Form